4.200 Tahun Lalu Manusia Kuno Sudah Mampu Atasi Perubahan Iklim, Arkeolog Ungkap Caranya
Perubahan iklim tidak hanya menjadi isu di zaman modern, tapi pernah juga muncul ribuan tahun lalu.
Perubahan iklim tidak hanya menjadi isu belakangan ini. Ternyata, isu ini juga pernah muncul ribuan tahun lalu.
Bagaimana masyarakat pada zaman itu beradaptasi dengan lingkungan ketika terjadi perubahan iklim?
Profesor Arkeologi Timur Dekat di Universitas Yale Amerika Serikat, Harvey Weiss melakukan penelitian di situs kuno Kultepe, dekat Kayseri tengah, Turki, mengeksplorasi bagaimana masyarakat kuno sekitar 4.200 tahun lalu beradaptasi dengan perubahan iklim.
Terletak 20 kilometer di timur laut Kayseri, Kultepe adalah situs arkeologi yang sangat luas sekitar 300 hektar.
Penggalian di situs ini, yang dipimpin Fikri Kulakoglu dari Universitas Ankara, menemukan bukti signifikan bagaimana penduduk di situs tersebut hidup dan beradaptasi ribuan tahun lalu. Weiss bergabung dalam tim penggalian untuk mengungkap bagaimana masyarakat pada zaman itu merespons perubahan iklim.
Weiss mengatakan, para peneliti bertujuan untuk menemukan cara Kultepe dan masyarakatnya beradaptasi dengan perubahan iklim mendadak 4.200 tahun lalu, seperti dilansir Anadolu.
Dia menambahkan, sangat penting bagi sejarah dunia, Timur Dekat dan Turki untuk memahami bagaimana masyarakat di kota-kota besar, seperti Kultepe, beradaptasi dengan perubahan iklim yang sangat signifikan 4.200 tahun lalu.
Penelitian Weiss mengungkapkan, 4.200 tahun lalu, bangunan-bangunan besar hancur menjadi abu, kemudian digantikan dengan tempat tinggal yang lebih kecil dan sederhana. Transformasi tersebut, menurut Weiss, kemungkinan besar didorong oleh perubahan iklim yang memaksa penduduknya memikirkan kembali kondisi kehidupan dan praktik pertanian mereka.
Analisis Biji-Bijian
Para penelitu juga menganalisis biji-bijian yang dikumpulkan dari lantai bangunan kuno tersebut.
"Biji-bijian yang dianalisis ini memberikan informasi tanggal dan kondisi hujan lebat pada saat ketika tanaman-tanaman tersebut tumbuh," jelas Weiss.
Weiss menyatakan, analisis ini juga diharapkan memberi wawasan baru terkait ketangguhan penduduk Kultepe dan kemampuan mereka beradaptasi dengan tekanan lingkungan.
Penelitian di Kultepe ini juga sejalan dengan penelitian sebelumnya di Suriah dan Irak dekat perbatasan Turki, di mana temuannya mengungkapkan bahwa peristiwa iklim sangat berdampak pada Kekaisaran Akkadian. Kekaisaran ini sangat bergantung pada curah hujan untuk bertahan hidup.
"Perubahan iklim mendadak mengurangi curah hujan untuk untuk pertanian tadah hujan dan berdampak pada Mesopotamia dan Türkiye (Anatolia),” kata Weiss.