10 Kebohongan Terbesar Israel tentang Gaza yang Terbongkar
Israel selama ini selalu mengumbar kebohongan-kebohongan tentang Palestina, termasuk Gaza.
Pemerintah Israel menyebarkan banyak kebohongan sejak peristiwa 7 Oktober tentang Gaza, tentang bantuan kemanusiaan, dan banyak lagi.
Jurnalis terkenal Mehdi Hasan, melalui platform media independen Zeteo pekan lalu merilis video berjudul “Debunked! Israel’s Top 10 Lies on Gaza” atau 10 Kebohongan Terbesar Israel tentang Gaza. yang terbongkar.
Berikut daftarnya, lengkap dengan bantahannya:
1. Hamas Mencuri Bantuan PBB
Kebohongan: Israel mengklaim Hamas mencuri bantuan kemanusiaan dari PBB secara sistematis.
Israel, termasuk Perdana Menteri Benjamin Netanyahu sendiri mengatakan Hamas mencuri bantuan kemanusiaan yang masuk ke Gaza.
Faktanya:
Ternyata menurut pejabat militer Israel sendiri mereka tidak pernah menemukan bukti itu, seperti yang dilaporkan harian the New York Times akhir bulan lalu.
Pemerintahan AS sendiri melalui USAID menganalisis tidak ada bukti yang mendukung klaim itu.
2. Ini semua soal tawanan
Kebohongan: Israel mengklaim bahwa membebaskan sandera adalah prioritas utama mereka.
Israel mengatakan perang ini bertujuan membebaskan semua tawanan, membawa mereka pulang, sampai Hamas membebaskan semua tawanan.
Faktanya: Keluarga tawanan Israel mengatakan mereka diberitahu bahwa Hamas menawarkan akan membebaskan seluruh tawanan sipil asalkan militer Israel tidak masuk ke Gaza. Tapi pemerintah Israel menolak tawaran itu.
Bahkan Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich menyatakan bahwa menghancurkan Hamas lebih diutamakan daripada membebaskan sandera. Laporan dari media Israel juga menyebutkan bahwa serangan udara Israel telah membunuh lebih banyak sandera Israel dibandingkan yang berhasil diselamatkan, dengan 10 sandera dilaporkan tewas akibat serangan udara militer.
3. 40 Bayi dipenggal
Kebohongan: Israel menyebarkan narasi bahwa Hamas memenggal 40 bayi selama serangan 7 Oktober, sebuah klaim yang memicu kemarahan global.
Bahkan mantan Presiden AS Joe Biden mengatakan dia melihat sendiri foto bayi yang dipenggal itu tapi kemudian dia tidak yakin karena memang tidak ada foto itu.
Faktanya: Media Israel seperti Haaretz membantah klaim ini.
Tidak ada bayi yang dipenggal pada 7 Oktober. Selain itu juga tidak ada bayi yang dipanggang di oven, digantung di jemuran. Gedung Putih sendiri kemudian mengatakan Presiden Biden tidak melihat foto bayi yang dipenggal oleh Hamas.
Justru yang ada adalah bayi-bayi Palestina di Gaza hancur tubuhnya tercabik-cabik karena bom serangan udara Israel.
4. Pemerkosaan sebagai senjata perang
Kebohongan: Ada pemerkosaan massal, sistematis yang dilakukan Hamas pada 7 Oktober
Faktanya: Harian the Times of London, media Inggris pro-Israel milik Murdoch, koran aliran kanan, melakukan penyelidikan soal ini dan menyatakan tidak ada bukti pemerkosaan massal itu.
Komisi PBB juga tahun lalu mengatakan mereka tidak bisa memverifikasi secara independen soal tuduhan pemerkosaan massal oleh Hamas itu.
Bahkan Jaksa Israel yang menangani kasus ini mengatakan, tidak ada satu pun keluhan yang muncul dari korban.
5. Markas Hamas di bawah Rumah Sakit Al-Shifa
Kebohongan: Ada markas Hamas di bawah Rumah Sakit Al-Shifa.
Israel bahkan membuat video animasi yang memperlihatkan semacam markas bawah tanah di Rumah Sakit al-Shifa,
Faktanya: Sudah dua tahun berlalu tidak pernah ada bukti itu. Yang ada justru kuburan massal dan kantong jenazah berisi mayat warga Palestina di Rumah Sakit al-Shifa selepas Israel menarik pasukannya dari kompleks rumah sakit itu.
5. Daftar nama anggota Hamas di Rumah Sakit
Kebohongan: Israel menyebut Hamas menyembunyikan tawanan di Rumah Sakit al-Rantisi
Israel membuat video juru bicara militer mereka memperlihatkan apa yang mereka sebut daftar jadwal nama personel Hamas yang bertugas menjaga tawanan itu di bawah rumah salit tersebut.
Faktanya: Itu bukanlah daftar nama tapi nama-nama hari dalam bahasa Arab, tidak ada satu pun nama orang di situ.
Yang ditemukan oleh militer Israel di rumah sakit itu adalah kalender dalam bahasa Arab, bukan daftar nama anggota Hamas.
7. UNRWA adalah garda terdepan Hamas
Kebohongan: Israel mengklaim Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) adalah garda terdepan Hamas dan mereka membuat AS serta negara Barat lainnya menghentikan dana bantuan untuk lembaga PBB itu.
Faktanya: Harian the Wall Street Journal juga di halaman terdepan koran mereka menyebut intelijen Israel mengungkap ada kaitan personel UNRWA dengan serangan 7 Oktober, tapi kemudian koran itu mengakui mereka tidak punya bukti untuk mendukung klaim itu.
Mantan menteri luar negeri Prancis yang mengkaji klaim Israel itu menyatakan dia tidak diberi bukti apa pun oleh Israel untuk mendukung klaim itu.
8. Jangan percaya Kementerian Kesehatan Gaza
Kebohongan: Israel mengatakan mereka tidak percaya dengan jumlah korban tewas yang diumumkan oleh Kementerian Kesehatan Gaza yang dikelola Hamas.
Faktanya: Data dari Kementerian Kesehatan itu justru cukup akurat.
Jurnal Kedokteran terkemuka the Lancet juga menyatakan data dari Kementerian itu bisa dipercaya dan bahkan intelijen Israel sendiri mengatakan salah satu sumber mereka mengakui lebih percaya dengan data Kementerian Kesehatan gaza ketimbang data dari militer Israel.
9. Kami tidak membunuh 15 pekerja bantuan kemanusian
Kebohongan: Isral mengatakan mereka tidak membunuh 15 pekerja bantuan kemanusiaan di Gaza. Israel juga menyebut mereka tidak membunuh warga Palestina yang mengantre bantuan kemanusiaan.
Faktanya: Hasil penyelidikan Sky News menemukan fakta sebaliknya, Militer Israel membunuh ke-15 pekerja itu. CNN mengungkap, bukti video dan pengakuan saksi menyatakan Israel membunuhi warga Palestina yang sedang mengantre bantuan makanan dalam keadaan lapar.
10. Kami tidak memakai perisai manusia
Kebohongan: Israel mengatakan mereka tidak memakai perisai manusia, Hamaslah yang bersembunyi di kawasan sipil.
Faktanya: Tentara Israel mengikat warga Palestina di depan kendaraan militer
Sejumlah warga Palestina yang ditahan, tentara juga mengatakan kepada the Associated Press, militer Israel secara sistematis memaksa warga Paestina di Gaza untuk menjadi perisai manusia.