Jelang Piala Dunia 2026, Kanada Perketat Proses untuk Mendapatkan Visa
Pemerintah Kanada mengumumkan pada 2 Februari tentang paket langkah pengamanan perbatasan sementara jelang menjadi tuan rumah Piala Dunia 2026.
Dengan 13 pertandingan Piala Dunia 2026 yang akan berlangsung di berbagai lokasi di Kanada antara Juni dan Juli 2026, pemerintah Kanada mengumumkan pada tanggal 2 Februari langkah-langkah pengamanan sementara di perbatasan. Tujuan dari langkah ini adalah untuk mengurangi klaim suaka dan migrasi yang tidak teratur selama turnamen berlangsung.
Melalui lembaga Immigration, Refugees and Citizenship Canada (IRCC) dan Canada Border Services Agency (CBSA), otoritas akan memperketat proses penyaringan visa bagi para pengunjung.
Selain itu, tanggung jawab maskapai terhadap penumpang yang memiliki dokumen tidak lengkap juga akan diperluas, serta akan ada penambahan jumlah personel di bandara utama dan titik perlintasan darat. Pejabat pemerintah menekankan bahwa "kepemilikan tiket pertandingan tidak menjamin masuk ke wilayah Kanada."
Mereka juga memperingatkan bahwa pengunjung yang melanggar izin tinggal atau melebihi batas waktu tinggal dapat menghadapi larangan visa di masa mendatang.
Peningkatan Jumlah Permohonan Suaka
Sepanjang tahun 2024, Kanada telah memproses lebih dari 173.000 permohonan suaka. Pembuat kebijakan di negara tersebut mengungkapkan kekhawatiran bahwa jumlah ini dapat meningkat lebih lanjut jika aturan perjalanan tidak diperketat selama pelaksanaan turnamen.
Untuk mendukung pelaksanaan Piala Dunia 2026, IRCC tetap memperbolehkan penerbitan izin kerja jangka pendek bagi teknisi asing, penyiar, dan ofisial. Namun, pemberi kerja diharuskan untuk menunjukkan bahwa tidak ada tenaga kerja lokal yang memenuhi syarat dan bahwa posisi yang ditawarkan berkaitan langsung dengan acara yang disetujui oleh FIFA.
Proses Pengajuan visa Dapat Memakan Waktu Lebih Lama
Pemerintah menjamin bahwa kebijakan publik yang berlaku pada November 2025 akan membebaskan sejumlah pekerja terakreditasi FIFA dari kewajiban untuk memiliki izin kerja, yang akan tetap berlaku hingga 31 Juli 2026.
Dalam hal ini, pelaku industri pariwisata dan perhotelan diharapkan untuk mengingatkan staf dan tamu internasional agar memeriksa persyaratan visa mereka sedini mungkin.
Hal ini penting mengingat waktu pemrosesan visa diperkirakan akan lebih lama, terutama dengan meningkatnya jumlah aplikasi yang diajukan pada akhir musim semi.