Aremania Tak Belajar dari Insiden Kanjuruhan yang Tewaskan 135 Orang, Kembali Berbuat Onar Usai Arema Kalah
Reputasi sepak bola Malang kembali ternoda. Insiden buruk terjadi setelah Arema FC melanjutkan pertandingan di Stadion Kanjuruhan.
Citra sepak bola di Malang kembali mengalami kerusakan. Insiden negatif terjadi setelah Arema FC melanjutkan pertandingan di Stadion Kanjuruhan pada sore hari ini (11/05/2025). Saat bus yang membawa tim lawan, Persik Kediri, melewati jalan di depan stadion, mereka menjadi sasaran pelemparan batu oleh sekelompok suporter.
Akibatnya, kaca bagian depan samping bus tersebut pecah. Di media sosial, beredar sebuah video yang direkam oleh ofisial Persik dari dalam bus saat perjalanan kembali ke hotel, menunjukkan beberapa orang yang terlibat dalam aksi pelemparan tersebut.
Pelatih Persik, Divaldo Alves, yang duduk di bagian depan bus, menjadi salah satu korban dari tindakan tersebut dan harus mendapatkan perawatan akibat luka di area kepalanya. Meskipun luka yang dialaminya tidak tergolong serius, insiden ini kembali mencoreng reputasi Arema FC dan Aremania.
Terlebih lagi, kejadian ini terjadi setelah Arema FC mengalami kekalahan telak dengan skor 0-3 dari Persik Kediri. Hal ini menunjukkan bahwa masih ada tantangan besar dalam menciptakan suasana yang aman dan nyaman dalam dunia sepak bola di Malang.
Panitia Arema menyampaikan permohonan maaf
Ketua Panitia Pelaksana (LOC) Arema, Erwin Hardiyono, telah menyampaikan permohonan maaf terkait insiden yang terjadi. "Kami sangat menyesalkan dan meminta maaf sebesar-besarnya kepada tim Persik Kediri atas kejadian yang tidak terpuji ini," ujarnya.
Meskipun pihak panitia dan Presidium Aremania Utas telah melakukan langkah-langkah preventif dengan mengawal bus tim tamu bersama pihak Kepolisian, masih ada suporter yang melempar ketika bus keluar dari Stadion Kanjuruhan.
"Kami sudah berupaya semaksimal mungkin melakukan pengawalan. Namun ada oknum yang melakukan tindakan tidak bertanggung jawab di luar kendali kami," jelas Bram Hady Sulthon, Security Officer Arema FC.
Kembalinya pertandingan di Kanjuruhan
Setelah insiden tersebut, Presidium Aremania Utas, panitia pelaksana Arema, dan pihak kepolisian telah mengadakan pertemuan dan sepakat untuk menindaklanjuti pelaku pelemparan. Mereka akan menggunakan bukti-bukti dari video yang beredar di media sosial sebagai dasar tindakan. Kejadian ini juga memberikan pelajaran penting bagi panitia Arema, kepolisian, dan Aremania.
Hal ini mengingat Arema baru saja mendapatkan kesempatan untuk bermain di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang. Sebelumnya, mereka mengalami tragedi Kanjuruhan yang mengakibatkan 135 korban jiwa. Tragedi tersebut terjadi ketika Arema mengalami kekalahan 3-2 dari Persebaya Surabaya pada 1 Oktober 2022. Akibat insiden itu, Arema terpaksa menjadi tim musafir karena sanksi dari komisi disiplin dan renovasi Stadion Kanjuruhan.