Setelah Tragedi Tewaskan 135 Jiwa, Arema FC Kembali Bermarkas di Stadion Kanjuruhan
Lebih dari sekadar dua laga kandang, kerja sama ini menjadi langkah strategis Arema FC untuk menyambut Liga 1 musim 2025/2026.
Sejarah baru akan tercipta bagi Arema FC yang bersiap kembali menggunakan Stadion Kanjuruhan untuk pertandingan Liga 1 musim 2024/2025. Sejak tragedi memilukan yang menewaskan 135 jiwa dan melukai ratusan lainnya, tim berjuluk Singo Edan belum pernah bermain lagi di stadion tersebut.
Kini, Arema FC dijadwalkan menjamu Persik Kediri pada 11 Mei 2025, disusul laga kontra Semen Padang pada 25 Mei 2025. Kedua pertandingan tersebut akan menjadi penanda kembalinya atmosfer sepak bola di Stadion Kanjuruhan.
"Kami sangat berharap dukungan dan keterlibatan aktif dari seluruh Aremania dalam menjaga keamanan, kenyamanan, dan keselamatan. Stadion Kanjuruhan telah memiliki standar FIFA, dan mari kita jaga bersama," ujar Yusrinal Fitriandi, General Manager Arema FC dalam keterangan tertulis, Rabu (7/5).
Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Arema FC dan Pemerintah Kabupaten Malang pada Sabtu, 3 Mei 2025, menjadi langkah awal yang penting untuk mengaktifkan kembali Stadion Kanjuruhan sebagai markas resmi.
"Kita resmi melakukan penandatanganan MOU dengan Pemkab Malang pada 3 Mei 2025. Ini adalah fondasi awal yang sangat penting untuk memulai kembali aktivitas pertandingan di Stadion Kanjuruhan," ungkap Yusrinal.
Lebih dari sekadar dua laga kandang, kerja sama ini menjadi langkah strategis Arema FC untuk menyambut Liga 1 musim 2025/2026 yang dijadwalkan kick-off pada Agustus mendatang. Manajemen klub berharap sinergi kuat dengan Aremania bisa menghidupkan kembali gairah sepak bola di Malang Raya.
"Arema FC memohon doa restu kepada semua pihak termasuk para keluarga korban Tragedi Kanjuruhan agar dapat kembali berjaya di kandang sendiri dengan semangat baru dan meraih prestasi yang lebih membanggakan," pungkasnya.
Jangan Sampai Tragedi Terulang
Kesiapan Arema FC disambut positif oleh jajaran aparat keamanan. Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nanang Avianto, menggelar audiensi bersama Aremania dalam forum bertajuk Mewujudkan Kabupaten Malang Makmur di Pendopo Agung, Selasa (6/5).
“Ini bukan sekadar silaturahmi, tapi ruang terbuka menyerap aspirasi dan komitmen bersama menjaga situasi yang aman dan damai di Malang,” ujar Irjen Nanang.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara kepolisian, pemerintah daerah, manajemen klub, dan suporter untuk menciptakan atmosfer yang kondusif. Tragedi Kanjuruhan disebutnya sebagai luka kolektif yang tidak boleh terulang.
“Peristiwa Kanjuruhan adalah luka bersama. Jangan sampai terulang. Mari jadikan ini titik balik untuk bangkit, membangun kembali atmosfer sepak bola yang sehat dan beradab,” tegasnya.
Kapolda menyebut keberhasilan pengamanan laga nanti akan menjadi tolok ukur citra Malang di tingkat nasional. Ia meminta Aremania dan Aremanita tampil sebagai pelopor suporter yang dewasa dan santun.
“Saya percaya, kalau ini dijaga bersama, Arema dan Aremania bisa jadi contoh nasional. Tinggalkan ego, jaga nama baik Malang,” tambahnya.
Pengamanan pertandingan dipastikan dilakukan secara humanis dan profesional. Polda Jatim telah melakukan koordinasi menyeluruh, baik secara internal maupun bersama panitia pelaksana.
"Jadi kita buat sehumanis mungkin pelaksanaannya dan seprofesional mungkin. Kita harapkan pelaksanaannya, masyarakat benar-benar menikmati. Sehingga ini menjadi tontonan menarik bagi semuanya, penggemar sepak bola," jelasnya.
Pengamanan Berlapis
Kapolres Malang, AKBP Danang Setiyo P.S, turut menyampaikan, pertemuan ini adalah bagian dari strategi penguatan kamtibmas menjelang laga kandang Arema FC.
“Ini adalah bentuk pendekatan humanis dalam membangun komunikasi yang produktif antara kepolisian dengan elemen suporter,” ujarnya.
Pengamanan akan dilakukan secara berlapis. Fokus utama berada di ring 2 atau gerbang tiket, serta ring 3 dan 4 yang mencakup area luar stadion dan akses jalan sekitar. Semua prosedur dilakukan sesuai dengan standar operasional yang berlaku.