Terharu, Ayah Mona Ratuliu Meninggal Dunia saat Hendak Salat Tahajud
Sebelum kepergian ayahnya, Mona Ratuliu mengungkapkan mendiang telah menghadapi masalah kesehatan selama beberapa bulan terakhir.
Berita duka datang dari dunia hiburan Indonesia. Ayah artis Mona Ratuliu meninggal dunia pada hari Kamis, 1 Mei 2025.
Informasi mengenai kepergian tersebut disampaikan melalui unggahan di Instagram Story oleh istri Indra Brasco, yang membagikan ulang postingan dari Kartika Putri.
"Innalillahi wa inna ilaihi rojiuun. Allahummagfirlahu warhamhu wa afihi wa afuanhu. Telah berpulang ke Rahmatullah Ayahanda dari Mona Ratuliu. H Albert Ratuliu bin Ce Ratuliu. Hari Kamis 1 Mei 2025. (Almarhum) akan dimakamkan di TPU Jeruk Purut. Rumah Duka di kediaman Indra Brasco dan Mona Ratuliu," demikian bunyi kabar duka tersebut.
Diketahui ayah Mona Ratuliu mengembuskan napas terakhir pada usia 77 tahun. Melansir dari KapanLagi.com, beberapa rekan artis terlihat hadir untuk melayat, di antaranya Thomas Djorghi, Ersa Mayori, Beby Romeo, Meisya Siregar, Novita Angie, dan beberapa nama lainnya.
Kesha Ratuliu, yang merupakan keponakan sekaligus cucu dari mendiang, tampak tidak dapat menahan tangis dalam suasana yang penuh duka ini.
Alami Gangguan Pernapasan
Mona Ratuliu mengungkapkan ayahnya meninggal dunia saat hendak melaksanakan ibadah salat tahajud. Sebelum kepergian ayahnya, mendiang telah mengalami berbagai masalah kesehatan yang cukup serius dalam beberapa bulan terakhir.
"Kalau Papi setahun belakangan ini memang beberapa kali sesak napas sih, kita bolak-balik ke rumah sakit, tiga bulan ini cukup intensif," ungkap Mona
Meninggal Sebelum Salat Tahajud
Namun, ayah sempat menunjukkan tanda-tanda perbaikan sebelum akhirnya meninggal. Pada dini hari menjelang kepergiannya, Albert terlihat bangun untuk melaksanakan salat tahajud.
"Pagi-pagi Papi memang sudah biasa salat malam ya, jadi bangun mau salat malam jam 3 pagi terus wudhu, belum sempat salat, terus ngeluh pusing terus nggak lama kemudian sudah nggak sadar," kata Mona.
Keadaan tersebut memberikan harapan sejenak bagi keluarga, meskipun akhirnya tidak bertahan lama. Momen ketika Albert bangun untuk salat menunjukkan dedikasi dan kebiasaannya yang kuat dalam beribadah.
Sayangnya, keluhan pusing yang dialaminya menjadi pertanda buruk. Keluarga merasa kehilangan yang mendalam saat menyaksikan perubahan yang cepat dalam kondisi ayah mereka.
Meninggal Sebelum Dibawa ke Rumah Sakit
Pihak keluarga segera mengambil tindakan dengan menghubungi ambulans dan meminta bantuan dari tenaga kesehatan terdekat. Sayangnya, sebelum bisa dibawa ke rumah sakit, mendiang telah berpulang.
"Kami sudah berusaha untuk memanggil ambulans, tetapi belum sempat. Ada tetangga yang merupakan tenaga kesehatan datang untuk memeriksa, dan tak lama kemudian dinyatakan meninggal dunia," ungkap Mona.