Penuh Haru, Sarwendah Ceritakan Kronologi Meninggalnya Sang Ayah di Usia 63 Tahun: Semuanya Terjadi Begitu Cepat
Kesehatan Hendrik Lo ternyata mengalami penurunan yang cukup cepat dalam waktu yang singkat.
Ayah Sarwendah, Hendrik Lo, meninggal dunia pada usia 63 tahun pada hari Sabtu, 19 Juli 2025, setelah menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Di rumah duka Grand Heaven yang terletak di Pluit, Jakarta Utara, Sarwendah menceritakan kronologi kepergian ayahnya terjadi.
Ibu tiga anak ini menjelaskan semua berawal dari keluhan mendadak yang dirasakan oleh sang ayah. Menurut Sarwendah, sebelumnya tidak ada indikasi kesehatan yang mengkhawatirkan.
"Enggak ada apa-apa, Papi emang tiba-tiba bilang kalau perutnya sakit," ungkapnya, seperti yang dikutip dari Kapanlagi.com, Senin (21/7).
Setelah merasakan nyeri tersebut, keluarga segera membawanya ke dokter untuk mendapatkan perawatan yang diperlukan.
"Jadi ke dokter. Terus ke dokter, emang dicek katanya ada, enggak tahu penebalan atau apa gitu. Ternyata perlu diendoskopi, ternyata ada, kayak komplikasi," jelas Sarwendah mengenai kondisi yang dialami ayahnya.
Kondisi Terus Memburuk
Kondisi kesehatan Hendrik Lo tampaknya semakin memburuk dalam waktu yang relatif singkat. Ia mengalami komplikasi berat yang mengakibatkan beberapa organ vitalnya tidak berfungsi dengan baik.
"Jadi terakhir itu ada komplikasi-lah, sudah gagal ginjal, gagal jantung, terus yang terakhir gagal pernapasan. Jadi makanya yang membuat semuanya jadi begitu cepat," ungkapnya.
Perawatan Intensif di Rumah Sakit
Sarwendah menyatakan ayahnya mulai mendapatkan perawatan sejak malam Rabu, hanya lima hari sebelum beliau meninggal dunia.
"Dirawat dari hari apa ya? Rabu atau Kamis malam sih. Lima hari, Rabu deh kayaknya, gitu. Cepat banget sih prosesnya," ujar mantan anggota Cherrybelle itu.
Di tengah kesibukannya, Sarwendah rela membatalkan perjalanan kerja yang sudah direncanakan ke luar negeri untuk menemani ayahnya.
"Sebenarnya tadinya aku hari ini juga ada kerjaan ke Korea. Tapi tadi pagi kita cancel semuanya," tambahnya.
Ruben Onsu Ikut Berduka
Dia merasa bersyukur karena semua orang yang bekerja sama dengannya dapat memahami kondisi duka yang sedang dialaminya.
"Untungnya semua rekan kerja juga ngerti, brand juga ngerti. Karena ini kejadian juga bukan sesuatu kejadian yang kita inginkan," tutupnya.
Setelah kabar duka ini menyebar, banyak teman yang menyampaikan ucapan belasungkawa. Salah satunya adalah mantan suaminya, Ruben Onsu. Ruben mengunggah foto mantan mertuanya dengan latar belakang hitam.
"Rest in Love, YEYE," tulisnya.