Sarwendah Mengenang Sosok Sang Ayah Lalui Pesan-pesan dan kenangan Indah
Sarwendah mengenang sosok ayahnya melalui pesan-pesan dan kenangan indah yang ditinggalkan oleh mendiang.
Sarwendah mengenang sosok ayah tercintanya, Hendrik Lo, melalui pesan dan kenangan indah yang ditinggalkan. Meskipun mendiang bukanlah orang yang sering memberikan pesan, perhatian yang ia tunjukkan terasa sederhana namun mendalam. Sarwendah menyampaikan bahwa komunikasi terakhirnya dengan Hendrik Lo dipenuhi dengan pertanyaan-pertanyaan ringan yang mencerminkan rasa peduli sang ayah. Almarhum selalu memastikan bahwa putrinya dalam keadaan baik dan bahagia.
"Enggak ada pesan terakhir. Tiap kali ketemu aku, paling dia selalu bilang, 'Jangan capai-capai. Mau makan apa?' Terus, 'Kamu jangan sedihlah. Kalau kamu sedih, gue ikut sedih. Kamu harus bahagia'," ungkap Sarwendah di Rumah Duka Grand Heaven, Jakarta Utara, Rabu (23/7).
"Tiap kali kalau ngomong sama aku, 'Mau makan apa?', 'Jangan kecapaian', dia kirimi aku makanan buat sehat, kesehatan. Selalu pesannya harus bahagia," kata Sarwendah.
Kenangan-kenangan ini menunjukkan betapa besar cinta dan perhatian Hendrik Lo kepada Sarwendah. Dengan setiap ucapan dan tindakan yang sederhana, ia berhasil meninggalkan jejak yang mendalam di hati putrinya. Sarwendah merasa beruntung memiliki ayah yang selalu mendukungnya dan memastikan kebahagiaannya. Kenangan tersebut akan selalu menjadi pengingat bagi Sarwendah untuk terus menjalani hidup dengan penuh kebahagiaan, seperti yang diinginkan oleh ayahnya.
Kenangan Bersama Ayah
Menurut Sarwendah, ada begitu banyak kenangan berharga bersama mendiang ayahnya yang sulit untuk diceritakan satu per satu. Setiap pengalaman yang dilalui bersama almarhum menjadi kenangan yang sangat berharga.
"Banyaklah, enggak bisa dibilang momen apa, banyak," ungkap Sarwendah.
Setiap momen yang dihabiskan bersama sang ayah menyimpan makna yang mendalam dan tak ternilai. Sarwendah merasa bahwa setiap kenangan tersebut membentuk bagian penting dari hidupnya.
"Banyaklah, enggak bisa dibilang momen apa, banyak," ujar Sarwendah, menegaskan betapa banyaknya pengalaman yang telah dilaluinya.
Penyewaan Kapal
Setelah proses kremasi selesai, abu jenazah Hendrik Lo akan dilarung ke laut sebagai tanda perpisahan dengan alam. Sarwendah memastikan bahwa semua persiapan untuk prosesi ini telah dilakukan, termasuk penyewaan kapal khusus untuk kegiatan tersebut.
“Kami sudah memesan kapal untuk acara penaburan abu. Namun, jika berada di kapal, suasananya mungkin akan lebih intimate. Kapal yang kami sewa hanya dapat menampung 70 orang, sehingga tidak semua orang bisa ikut. Hanya keluarga dekat yang diundang, mengingat keluarga kami cukup besar. Beberapa teman pun hanya diundang untuk hadir,” ungkapnya.
Lokasi Pelarungan
Saat ditanya tentang lokasi pelarungan, Sarwendah mengaku tidak mengetahui dengan pasti titik koordinatnya. Ia hanya menegaskan bahwa prosesi tersebut akan dilakukan di laut lepas.
"Ya karena bisa dilarung di situ. Tapi di mananya enggak tahu, Pokoknya di laut. Kebetulan tim yang bantuin sama Jordi urus kapalnya," pungkas Sarwendah.
Dalam kesempatan tersebut, Sarwendah menyatakan bahwa ia tidak memiliki informasi yang jelas mengenai titik pelarungan. Ia menekankan bahwa acara tersebut akan berlangsung di perairan terbuka.
"Ya karena bisa dilarung di situ. Tapi di mananya enggak tahu, Pokoknya di laut. Kebetulan tim yang bantuin sama Jordi urus kapalnya," ujarnya menambahkan.