Sarwendah Ungkap Perasaan Sang Ibu yang Sangat Terpukul Ditinggal Belahan Jiwa 'Papi Soulmate Sejati'
Sarwendah berbagi cerita tentang bagaimana ayahnya sering menyembunyikan rasa sakitnya demi menjaga agar keluarganya tidak merasa khawatir.
Kepergian ayah telah meninggalkan kesedihan yang mendalam bagi Sarwendah dan keluarganya, terutama bagi sang istri.
Dalam hal ini, ibunda Sarwendah merasa sangat terpukul karena mereka telah bersama-sama menjalani kehidupan rumah tangga selama bertahun-tahun. Sarwendah menggambarkan betapa kuatnya ikatan antara orang tuanya, yang selalu saling mendukung sebagai pasangan sejati.
"Mami pastinya terpukul banget. Mami sama Papi soulmate sejati yang nggak pernah terpisahkan," ungkap Sarwendah di Rumah Duka Grand Heaven, Jakarta Utara, Rabu (23/7/2025).
"Karena dari dulu seperti aku pernah bilang, even di mal aja, ke toilet aja, itu Papi pasti nemenin Mami. Jadi sedekat itu mereka," dia menambahkan.
Hal ini menunjukkan betapa dalamnya hubungan cinta yang telah terjalin antara kedua orang tuanya. Kehilangan ini bukan hanya dirasakan oleh Sarwendah, tetapi juga oleh seluruh keluarga yang merasakan dampak dari kepergian mendiang Hendrik Lo.
Dengan segala kenangan yang mereka miliki, Sarwendah dan keluarganya berusaha untuk tetap kuat menghadapi masa-masa sulit ini.
Tutup Perasaan Sakit yang Dirasakan
Sarwendah berbagi cerita tentang bagaimana ayahnya sering menyembunyikan rasa sakit yang dialaminya agar tidak membuat keluarganya merasa khawatir. Sikap tersebut membuat mendiang terlihat tegar dan enggan untuk mengonsumsi obat ketika disarankan.
"Ya mungkin selama ini Papi ada yang dirasa sakit, tapi Papi orangnya dari dulu begitu, 'nggak, nggak, gue sehat, nggak apa-apa'. Suruh minum obat juga, 'nggak lah, nggak usah'. Jadi sakitnya itu dia nggak rasa sampai sekarang. Ketika udah infeksi, baru tahu," urainya.
Menurut Sarwendah, ayahnya memiliki cara unik dalam menghadapi rasa sakit. Ia lebih memilih untuk tidak mengungkapkan keluhannya, sehingga keluarganya tidak menyadari bahwa ada yang tidak beres dengan kesehatannya. Hal ini menunjukkan betapa besar usaha mendiang untuk tetap terlihat kuat di hadapan orang-orang terkasih.
"Ya mungkin selama ini Papi ada yang dirasa sakit, tapi Papi orangnya dari dulu begitu, 'nggak, nggak, gue sehat, nggak apa-apa'. Suruh minum obat juga, 'nggak lah, nggak usah'. Jadi sakitnya itu dia nggak rasa sampai sekarang. Ketika udah infeksi, baru tahu," urainya.
Ingatkan Ketiga Anak Untuk Selalu Hadir
Melihat kesedihan yang dialami oleh ibunya, Sarwendah dan saudaranya berusaha untuk selalu mendampingi. Mereka ingin memastikan bahwa ibunya tidak merasakan kesepian dan siap menemani kapan saja diperlukan.
"Ketika kehilangan, ya aku cuma bilang, 'Mami kan punya tiga anak, bisa nginep di rumah kita masing-masing, bisa main ke rumah kita juga. Kalau mau kita temenin, tinggal bilang," ujarnya.
Dengan cara ini, mereka berusaha memberikan dukungan emosional agar ibunya merasa lebih baik dan tidak merasa sendirian dalam menghadapi masa sulit.
Oleh karena itu, Sarwendah sering meminta anak-anaknya untuk menemani nenek mereka saat ia harus pergi ke luar negeri untuk urusan pekerjaan. Terlebih lagi, anak-anak Sarwendah memiliki kedekatan yang erat dengan neneknya.
"Kayak Cici Thalia, kan aku harus ke Korea, kerjaan yang kemarin tertunda harus aku selesaikan. Jadi Cici maunya (ditemani Neneknya)," ucap Sarwendah.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5004132/original/024895300_1731495538-Infografis_SQ_Putra_Mahkota_Arab_Saudi_Tuding_Israel_Lakukan_Genosida_di_Gaza.jpg)