Nana Mirdad Diteror Debt Collector Usai Gunakan Paylater, Skor Kredit Terancam
Artis Nana Mirdad mengalami teror dari debt collector akibat keterlambatan pembayaran fitur paylater di aplikasi ojek online.
Artis Nana Mirdad baru-baru ini mengalami pengalaman buruk yang menyoroti bahaya penggunaan fitur paylater tanpa memahami sepenuhnya mekanismenya. Ia terjebak dalam situasi yang tidak menyenangkan setelah menggunakan fitur paylater di sebuah aplikasi ojek online untuk memesan makanan senilai Rp800.000.
Pembayaran jatuh tempo pada 1 Mei 2025, namun karena kelalaian, ia terlambat membayar. Akibatnya, Nana Mirdad dihujani teror dari debt collector sejak pagi hari, meskipun tagihan beserta denda Rp50.000 telah dilunasi. Kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi Nana Mirdad dan juga publik. Ia baru menyadari bahwa fitur paylater yang digunakannya ternyata termasuk dalam kategori pinjaman online (pinjol) legal.
Teror Debt Collector dan Dampaknya pada Skor Kredit
Nana Mirdad mengungkapkan rasa kecewanya atas pengalaman tersebut. "Saya merasa sangat terganggu dengan cara penagihan yang dilakukan," ujarnya.
Ia menekankan betapa pentingnya memahami syarat dan ketentuan sebelum menggunakan fitur paylater. Ketidakpahaman tersebut berdampak serius, bahkan dapat berujung pada teror dari debt collector dan ancaman terhadap skor kredit.
Penggunaan fitur paylater yang kurang bijak dapat berakibat fatal. Meskipun tergolong pinjol legal, akses ke data BI Checking memungkinkan perusahaan untuk melaporkan keterlambatan pembayaran kepada lembaga terkait. Hal ini dapat menurunkan skor kredit seseorang, yang berdampak pada pengajuan pinjaman di masa mendatang, seperti pengajuan KPR atau KKB.
Nana Mirdad berharap agar pengalamannya ini dapat menjadi pembelajaran bagi masyarakat. Ia mengajak agar semua orang lebih teliti dan memahami sepenuhnya mekanisme paylater sebelum menggunakannya. Penting untuk memastikan bahwa kita mampu membayar tagihan tepat waktu agar terhindar dari masalah serupa.
Pentingnya Memahami Mekanisme Paylater
Kasus yang dialami Nana Mirdad menjadi sorotan penting tentang literasi keuangan digital. Banyak orang yang tergoda oleh kemudahan akses fitur paylater tanpa menyadari risikonya. Padahal, fitur ini sebenarnya termasuk dalam kategori pinjaman, meskipun prosesnya lebih mudah dan praktis.
Sebelum menggunakan paylater, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pertama, pahami suku bunga dan biaya keterlambatan pembayaran. Kedua, pastikan Anda memiliki kemampuan untuk membayar tagihan tepat waktu. Ketiga, perhatikan detail perjanjian dan syarat dan ketentuan yang berlaku. Keempat, selalu cek riwayat transaksi dan tagihan secara berkala.