Eza Gionino Gabung ke Sinetron SCTV Cinta di Ujung Sajadah, Tertantang Pertama Kali Jadi Lawan Main Cut Syifa
Eza Gionino menceritakan tentang Adi, tokoh yang ia mainkan dalam sinetron berjudul Cinta di Ujung Sajadah yang ditayangkan di SCTV.
Dalam sinetron populer SCTV Cinta di Ujung Sajadah, terdapat kejutan menarik yang baru saja diumumkan, yaitu kehadiran Eza Gionino sebagai salah satu pemain baru, bersanding dengan Cut Syifa dan Zikri Daulay. Dalam tayangan Hot Shot yang diunggah di kanal YouTube SCTV, Eza Gionino menyatakan kegembiraannya dapat bergabung dalam sinetron ini.
"Appreiate banget, suatu kebanggaan bisa gabung dengan Cinta di Ujung Sajadah. Apalagi dari judulnya sudah luar biasa," ungkapnya dalam video yang dirilis pada Senin (7/4/2025).
Selain itu, Eza Gionino juga merasa tertarik karena sinetron SCTV ini merupakan adaptasi dari novel karya Asma Nadia. Ia merasa ada tantangan besar ketika bergabung dengan Cinta di Ujung Sajadah, terutama karena ini adalah pengalaman pertamanya beradu akting dengan Cut Syifa.
"Challenging juga. Karena ini pertama kalinya gue jadi lawan main Cut Syifa, Ini something new, something fresh juga untuk penonton setia SCTV," tambah Eza Gionino.
Namun, apa sebenarnya yang membuat beradu akting dengan Cut Syifa menjadi tantangan bagi Eza? "Tantangannya adalah gimana caranya gua menyelaraskan, gimana bikin chemistry yang 'dapet'," jawabnya. Dengan semangat dan antusiasme yang tinggi, Eza Gionino siap memberikan penampilan terbaiknya dalam sinetron yang telah dinanti-nanti oleh banyak penonton ini.
Karakter Antagonis
Eza Gionino menceritakan tentang Adi, tokoh yang ia perankan dalam sinetron tersebut. Ternyata, Adi menjadi bagian dari "universe" Cinta di Ujung Sajadah melalui salah satu karakter jahat dalam cerita ini. "Gua berperan sebagai Adi. Adi itu dulunya bersahabat dengan Andri yang jadi Denny. (Saat) kecil, ia sahabatnya Denny," ungkap Eza Gionino.
Dalam sinetron ini, hubungan antara Adi dan Denny menjadi salah satu elemen penting yang menarik perhatian penonton. Eza menjelaskan bahwa meskipun Adi memiliki sisi antagonis, latar belakang persahabatan mereka memberikan dimensi yang lebih dalam pada karakter tersebut. Dengan cara ini, penonton dapat melihat perkembangan karakter Adi yang kompleks. Selain itu, interaksi antara Adi dan Denny di masa kecil menambah kedalaman cerita, membuat pemirsa semakin terikat dengan kisah yang disajikan dalam sinetron ini.
Perubahan Karakter Adi
Adi mengalami titik balik dalam hidupnya bersama Denny. Menurut Eza Gionino, “(Adi kecil) urakanlah. Namanya juga masih kecil. Balap-balapan mobil sampai crashed, kecelakaan. Tapi sebenarnya Adi ini ada di posisi penumpang yang nyetir Denny.” Peristiwa tersebut memberikan dampak signifikan bagi Adi, terutama setelah ia bertemu dengan Ustaz Abdullah yang membantunya dalam proses transisi hidupnya.
Pertemuan dengan Ustaz Abdullah menjadi momen penting bagi Adi. Eza Gionino menjelaskan, “Akhirnya dia berubah seorang penghafal Al-Qur'an atau hafiz. Dia tetep namanya Adi, hanya dipanggil seorang hafiz.” Transformasi ini tidak hanya mengubah cara pandang Adi terhadap hidup, tetapi juga memberikan arah baru dalam kehidupannya. Dengan dukungan yang tepat, Adi berhasil menemukan jati dirinya dan menjalani hidup yang lebih bermakna.
Kasih di Ujung Sajadah
Cinta di Ujung Sajadah telah mencapai episode ke-40 pada tanggal 6 April 2025. Sinetron ini ditayangkan setiap hari pada pukul 20.05 WIB dan menampilkan akting dari Cut Syifa, Ahmad Megantara, Zikri Daulay, Eza Gionino, Tsania Marwah, Yatti Octavia, Gemi Nastiti, Andri Marshadi, serta Minati Atmanegara. Setelah penayangan, sinetron ini dapat disaksikan di Vidio melalui tautan berikut.
Sinetron ini terus menarik perhatian penonton dengan alur cerita yang menarik dan karakter yang kuat. Dengan banyaknya bintang yang terlibat, setiap episode memberikan pengalaman menonton yang seru dan menghibur. Penonton dapat menikmati setiap momen dari kisah yang disajikan, dan tidak heran jika Cinta di Ujung Sajadah menjadi salah satu program favorit di layar kaca.