Didampingi Keluarga, Eza Gionino dan Meiza Aulia Bertemu di Medan
Meskipun pengadilan tidak memperpanjang proses mediasi, Eza Gionino dan Meiza Aulia tetap berusaha mencapai kesepakatan damai melalui jalur informal.
Aktor Eza Gionino masih berupaya mempertahankan rumah tangganya dengan Meiza Aulia Coritha. Dalam sidang perceraiannya, Eza mengajukan permohonan perpanjangan masa mediasi, namun ditolak oleh majelis hakim yang memutuskan untuk melanjutkan ke agenda sidang berikutnya.
Hal ini disampaikan oleh Raka Danira, kuasa hukum Eza Gionino, setelah sidang mediasi di Pengadilan Agama Cibinong, Jawa Barat, pada hari Senin, 20 Oktober 2015. Dalam mediasi tersebut, baik Eza maupun Meiza tidak hadir dan diwakili oleh kuasa hukum masing-masing.
"Tadi kami memohonkan untuk mediasinya ditambah, namun hakim atau majelis berpendapat lain sehingga kami harus ikuti prosesnya. Ini ke depan itu langsung ke pokok perkara," kata Raka Danira.
Meskipun kesempatan mediasi di pengadilan tidak diperpanjang, Eza mendapatkan peluang untuk berdamai melalui jalur informal. Dalam sebuah video call, Eza menyampaikan bahwa ia baru saja kembali dari Medan setelah bertemu dengan Meiza dan anak-anak mereka.
Eza juga mengungkapkan betapa pentingnya peran kakak iparnya dalam menciptakan suasana yang lebih baik.
Ia mengucapkan terima kasih kepada kakak Echa, panggilan akrab Meiza, yang telah berkontribusi dalam menjalin komunikasi antara dirinya dan sang istri. Dengan dukungan tersebut, Eza berharap hubungan mereka dapat membaik di masa depan.
Eza Gionino bertemu dengan istrinya di Medan
Menurut Eza, kemarin adalah hari yang penuh rasa syukur. Ia menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada cicinya dan kakak Echa yang turut hadir.
"Ada Cici, ada suaminya juga di sana yang membantu, jatuhnya kayak memediasi kita berdua gitu loh," ungkap Eza.
Dalam kesempatan itu, Eza dan Echa duduk bersama untuk melakukan mediasi. Eza menekankan bahwa proses komunikasi antara mereka berjalan dengan sangat lancar dan efektif.
Eza menegaskan bahwa semua upaya yang dilakukan adalah demi kepentingan anak-anak mereka.
"Kita bicara demi anak. Alhamdulillah kita komunikasi sangat-sangat baik gitu," tambahnya.
Komitmen untuk menjaga komunikasi yang baik ini menunjukkan keseriusan mereka dalam menjalani peran sebagai orang tua. Dengan dukungan dari keluarga, Eza dan Echa berharap dapat menciptakan lingkungan yang positif bagi anak-anak mereka.
Perdamaian
Meski proses hukum masih berlangsung, Raka percaya bahwa masih terdapat kesempatan untuk mencapai perdamaian. Ia mengungkapkan bahwa hakim pernah menyatakan bahwa gugatan dapat dicabut kapan saja jika kedua pihak sepakat untuk rujuk.
"Tadi juga hakim menyampaikan bahwa bisa saja dalam tengah-tengah persidangan itu kalau memang ada komunikasi baik, itu gugatan dicabut," ujarnya.
Raka tetap optimis meskipun situasi hukum yang dihadapinya belum sepenuhnya selesai. Ia menegaskan bahwa pernyataan hakim mengenai kemungkinan pencabutan gugatan memberikan harapan bagi kedua belah pihak untuk menemukan jalan keluar.
"Tadi juga hakim menyampaikan bahwa bisa saja dalam tengah-tengah persidangan itu kalau memang ada komunikasi baik, itu gugatan dicabut," kata dia.
Sidang perceraian Eza Gionino dilanjutkan
Sidang lanjutan mengenai perceraian antara Eza Gionino dan Meiza Aulia Coritha telah berlangsung kembali di Pengadilan Agama Cibinong, Jawa Barat, pada hari Senin, 20 Oktober 2025. Dalam sidang yang bertujuan untuk mediasi ini, kedua belah pihak tidak hadir secara langsung dan hanya diwakili oleh kuasa hukum masing-masing.
Dalam proses mediasi tersebut, kedua pihak berhasil mencapai beberapa kesepakatan penting. Selain berpisah, mereka juga sepakat mengenai hak asuh anak dan besaran nafkah yang akan diberikan oleh Eza Gionino. Seperti yang diberitakan sebelumnya, "melalui proses mediasi tersebut kedua pihak mencapai beberapa kesepakatan." Hal ini menunjukkan adanya kemajuan dalam penyelesaian masalah yang mereka hadapi.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4162285/original/079084000_1663490176-220918_JOURNAL_10_Provinsi_dengan_jumlah_perceraian_tertinggi_di_Indonesia_pada_2021_S.jpg)