Ternyata Ini Asal Mula Mesin ATM Masuk ke Indonesia
Sebelum masyarakat dimudahkan dengan transaksi digital, perbankan di Indonesia sempat berpandangan bahwa ATM merupakan investasi yang boros.
Di tengah kehidupan serba digitalisasi, transaksi perbankan semakin mudah untuk diakses.
Ternyata Ini Asal Mula Mesin ATM Masuk ke Indonesia
Bermodal ponsel yang terkoneksi internet, masyarakat dapat secara singkat melakukan transfer, pembayaran, atau bahkan tarik tunai di beberapa gerai anjungan tunai mandiri (ATM).
Namun, sebelum masyarakat dimudahkan dengan transaksi digital, perbankan di Indonesia sempat berpandangan bahwa ATM merupakan investasi yang boros. Setiap kali masyarakat ingin melakukan transaksi, mereka harus mengantre di loket bank.
Dalam buku berjudul Bank Strategy on Funding and Liability Management, seorang bankir BRI bernama Soetanto Hadinoto menulis inisiator pengadaan mesin ATM di Indonesia justru muncul dari bank-bank kecil di Bali, salah satunya Bank Dagang Bali (BDB) pada tahun 1984.
Saat itu, BDB menjalin kerja sama dengan Chase Manhattan Bank untuk bisa mendapatkan layanan ATM.
Nantinya, nasabah BDB harus memiliki kartu khusus yang disebut cash Point card.
Dalam laporan Majalah Tempo, I Gusti Made Oka pendiri sekaligus Direktur Utama BDB menyampaikan pengadaan mesin ATM demi kepentingan nasabah agar tidak menghabiskan waktu di bank.
Bankir Soetanto kemudian menulis ketika ATM di Indonesia sudah ada, banyak nasabah masih ragu-ragu untuk menggunakannya.
Tidak mudah membangkitkan kepercayaan nasabah pada ATM sebagai perwakilan bank dalam membantunya bertransaksi. Masyarakat juga masih belum mengetahui bagaimana menggunakan mesin ATM.
"Aman atau tidak? Bisa keluar dengan jumlah persis seperti yang diminta? Uang di rekening berkurang kah tanpa diminta? Banyak pihak belum melirik keandalan mesin ini bahkan ada pula yang mencemooh."
Merdeka.com