Ini Lokasi ATM Bank Mandiri Menukar Uang Pecahan Rp10.000 dan Rp20.000 di Jakarta
Berikut adalah daftar lokasi ATM Bank Mandiri yang menyediakan pecahan uang Rp 10.000 dan Rp 20.000 di wilayah Jakarta.
Bank Mandiri menyediakan layanan ATM setor tarik yang menawarkan uang pecahan Rp10.000 dan Rp20.000. Layanan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, terutama menjelang Ramadan dan Lebaran 2026, saat banyak orang berbagi Tunjangan Hari Raya (THR) dengan keluarga dan kerabat.
Berikut adalah daftar lokasi ATM Bank Mandiri yang menyediakan pecahan Rp 10.000 dan Rp 20.000 di Jakarta, seperti dikutip dari Antara, Selasa (10/3):
- Lobi selatan Gedung Plaza Mandiri, Jalan Gatot Subroto Kav. 36-38, Senayan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
- Priority Banking Kahfi, Jalan Moh. Kahfi Nomor 1, Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan.
- Mandiri Cabang Jalan Sunda, Jalan Sunda Nomor 1, Gongdangdia, Menteng, Jakarta Pusat.
- Gedung Sentra Mandiri, Jalan RP Soeroso Nomor 2 RT 10/05, Cikini, Menteng, Jakarta Pusat.
- Mandiri Cabang Bendungan Hilir, Jalan Bendungan Hilir Blok G1 Nomor 6 A-B, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
- Mandiri Cabang Thamrin City, Jalan Thamrin Boulevard Nomor 18-27, Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
- Mandiri Cabang Pondok Kelapa, Jalan Pondok Kelapa Indah Nomor 22-23, Duren Sawit, Jakarta Timur.
Bank Mandiri Siapkan Dana Rp44 Triliun untuk Ramadan dan Lebaran Tahun 2026
Sebelumnya, Bank Mandiri menegaskan komitmennya sebagai mitra strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas sistem keuangan serta memastikan kelancaran aktivitas ekonomi nasional selama Ramadan dan Lebaran 1447 H.
Mengusung tema Ramadan tahun ini, "Hargai Momen Keberkahan, Tunaikan Ibadah Penuh Ketakwaan," bank ini memperkuat ekosistem layanan terpadu di seluruh Indonesia dengan menyiapkan uang tunai Rp 44 triliun untuk pengisian ATM dan CRM sepanjang 24 Februari hingga 25 Maret 2026.
Jumlah tersebut mengalami peningkatan sekitar 5% dibandingkan tahun lalu, yang tercatat sebesar Rp 41,9 triliun. Kenaikan ini sejalan dengan proyeksi meningkatnya kebutuhan transaksi masyarakat selama Ramadan hingga puncak arus mudik dan Lebaran.
Penyediaan likuiditas ini merupakan bagian dari strategi perseroan untuk menjaga konsumsi domestik dan mendorong perputaran ekonomi masyarakat di berbagai daerah.
Corporate Secretary Bank Mandiri, Adhika Vista, menjelaskan bahwa kebijakan ini dirancang melalui perencanaan likuiditas yang cermat berdasarkan proyeksi transaksi nasional, serta didukung dengan optimalisasi jaringan distribusi dan teknologi.
Pendekatan berbasis ekosistem ini dinilai mampu memastikan kecukupan dana, menjaga stabilitas layanan, dan memberikan nilai tambah berkelanjutan bagi nasabah.
"Penyediaan uang tunai ini merupakan wujud komitmen Bank Mandiri dalam menghadirkan sinergi yang terintegrasi di seluruh jaringan layanan kami, sehingga kebutuhan transaksi masyarakat selama Ramadan dan Idul Fitri dapat terpenuhi secara optimal," ujar Adhika dalam keterangannya, dikutip Kamis (26/2).
Kebutuhan Pengisian Uang Tunai Capai Rp1,4 Triliun
Menurut pernyataan yang disampaikan, kebutuhan untuk pengisian uang tunai diperkirakan mencapai antara Rp 1 triliun hingga Rp 1,4 triliun setiap harinya. Kenaikan ini disebabkan oleh meningkatnya aktivitas konsumsi, pembayaran gaji, serta Tunjangan Hari Raya (THR) untuk aparatur sipil negara, ditambah dengan mobilitas masyarakat yang meningkat menjelang Idul Fitri. Perkiraan ini dibuat berdasarkan pola historis transaksi dan tren pertumbuhan ekonomi domestik yang biasanya mengalami peningkatan selama bulan Ramadan dan Lebaran.
Untuk mendukung distribusi uang yang layak edar, Bank Mandiri turut berpartisipasi dalam program Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idul Fitri (SERAMBI) 2026 yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia. Program ini mencakup layanan penukaran uang baru melalui pemesanan digital di aplikasi PINTAR BI, layanan kas keliling, serta titik penukaran terpadu yang bekerja sama dengan perbankan di berbagai daerah. Keterlibatan ini merupakan bentuk sinergi antara industri perbankan dan otoritas moneter untuk memastikan bahwa proses penukaran uang berlangsung dengan tertib dan aman, serta menjaga stabilitas sistem pembayaran di tengah lonjakan transaksi menjelang Lebaran.