Aksi Bobol ATM di Pesawaran Terbongkar, Tabung Las dan Uang Hangus Jadi Barang Bukti
Pencurian berlangsung di sebuah minimarket yang terletak di Desa Gedong Tataan, Kecamatan Gedong Tataan, Pesawaran, pada Kamis dini hari, 15 Januari 2026.
Sebuah mesin anjungan tunai mandiri (ATM) milik bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) telah menjadi sasaran pembobolan oleh sekelompok maling di Kabupaten Pesawaran, Lampung.
Diduga, terdapat dua pelaku yang merusak mesin ATM tersebut menggunakan alat las. Kejadian pencurian ini berlangsung di dalam sebuah minimarket yang terletak di Desa Gedong Tataan, Kecamatan Gedong Tataan, pada Kamis dini hari (15/1/2026).
Akibat dari aksi tersebut, uang tunai yang ada di dalam mesin ATM berhasil dibawa kabur oleh para pelaku. Kerugian yang ditimbulkan diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah, meskipun jumlah pastinya masih menunggu laporan resmi dari pihak bank. Kasatreskrim Polres Pesawaran, Iptu Pande Putu Yoga, telah mengonfirmasi peristiwa pembobolan mesin ATM ini. Meskipun pihak Himbara belum melaporkan secara resmi, polisi telah melakukan langkah awal untuk menyelidiki kasus ini.
"Tim kami sudah mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) pada Kamis (15/1) sekitar pukul 08.30 WIB. Untuk jumlah uang yang hilang masih menunggu laporan resmi dari pihak bank," ungkap Pande kepada Liputan6.com, Sabtu (17/1/2026). Pande juga menjelaskan bahwa saat pemeriksaan di lokasi, petugas mendeteksi aroma terbakar yang kuat, yang diduga berasal dari penggunaan mesin las di dalam minimarket.
"Ketika masuk ke dalam toko, tercium aroma seperti mesin las. Di area ATM terlihat bekas pembakaran. Kami menemukan alat las, tabung las, serta tabung elpiji 3 kilogram," jelasnya. Dengan adanya temuan ini, pihak kepolisian berupaya untuk mengumpulkan bukti-bukti yang bisa membantu dalam proses penyelidikan lebih lanjut.
Plafon toko mengalami kerusakan
Polisi juga menemukan berbagai petunjuk lain yang diduga terkait dengan aksi pencurian tersebut. Beberapa di antaranya adalah plafon toko yang terletak tepat di atas mesin ATM yang telah dijebol, serta kerusakan pada kamera pengawas (CCTV) yang membuatnya tidak berfungsi. Selain itu, kabel-kabel terlihat berserakan di lantai, menambah bukti bahwa terjadi aksi pencurian yang terencana.
"Ditemukan pula tali tambang berukuran besar warna merah-putih yang sudah dibuhul, diduga digunakan pelaku untuk turun dari atap," lanjut Pande. Penemuan ini menunjukkan bahwa pelaku memiliki rencana matang untuk melancarkan aksinya. Tak hanya itu, polisi juga menemukan beberapa botol bekas minuman ringan yang berserakan di sekitar mesin ATM. Selain itu, terdapat lembaran uang pecahan Rp100 ribu yang sebagian dalam kondisi hangus terbakar di dekat lokasi ATM, menambah kecurigaan akan adanya tindakan kriminal yang terjadi di sana.
Polisi sedang melakukan penyelidikan
Saat melakukan penyelidikan di luar minimarket, pihak kepolisian menemukan jejak yang menunjukkan akses masuk pelaku ke dalam toko. Namun, mereka tidak menemukan adanya tangga atau alat bantu lain yang digunakan untuk mencapai atap bangunan tersebut.
"Saat ini, Satreskrim Polres Pesawaran masih melakukan penyelidikan lebih lanjut guna mengungkap identitas pelaku dan memastikan total kerugian akibat aksi pembobolan tersebut," ujar salah satu petugas kepolisian. Penyelidikan ini diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai modus operandi pelaku serta mencegah kejadian serupa di masa mendatang.