Satuan Reserse Kriminal Polres Tulungagung sedang aktif menyelidiki serangkaian kasus pencurian yang menyasar toko swalayan di wilayahnya. Enam laporan pembobolan minimarket telah diterima sejak awal Januari hingga Februari 2026, menimbulkan kerugian material yang signifikan. Kejadian ini menjadi perhatian serius aparat kepolisian guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Total kerugian akibat enam kasus pencurian swalayan Tulungagung ini diperkirakan mencapai Rp177,6 juta, melibatkan beberapa gerai Alfamart dan Indomaret. Inspektur Polisi Satu Andi Wiratama Tamba, Kepala Satreskrim Polres Tulungagung, menyatakan bahwa seluruh laporan tersebut masih dalam tahap penyelidikan mendalam. Pihak kepolisian berkomitmen untuk mengungkap para pelaku di balik aksi kejahatan ini.
Insiden pencurian ini terjadi di berbagai lokasi di Tulungagung, dengan modus operandi yang menunjukkan pola serupa. Pelaku diduga menyasar toko-toko yang berada di lokasi sepi dan beraksi pada dini hari, antara pukul 02.00 hingga 04.00 WIB. Penyelidikan terus dilakukan untuk mengidentifikasi dan menangkap para pelaku yang meresahkan ini.
Advertisement
Advertisement
Rincian Kerugian dan Lokasi Target Pencurian Swalayan
Polres Tulungagung telah merinci enam lokasi swalayan yang menjadi korban pencurian beserta estimasi kerugian yang diderita masing-masing. Data ini menjadi dasar penting bagi kepolisian dalam memetakan pola kejahatan dan area rawan. Penyelidikan mendalam terus dilakukan untuk setiap kasus yang dilaporkan.
Inspektur Polisi Satu Andi Wiratama Tamba menyebutkan bahwa kerugian terbesar terjadi di Alfamart Ringinpitu 2 dengan nilai Rp92,6 juta. Sementara itu, Alfamart Gedangan dan Alfamart Ringinpitu 1 masing-masing mengalami kerugian sekitar Rp21 juta. Angka-angka ini menunjukkan skala kerugian yang tidak sedikit bagi para pengelola toko.
Selain itu, Alfamart Gedangsewu juga dilaporkan kehilangan sekitar Rp33 juta, dan Alfamart Kacangan sebesar Rp14 juta. Indomaret Jeli menjadi korban dengan kerugian terkecil, yakni Rp3 juta. Rincian ini membantu pihak berwenang memahami dampak finansial dari serangkaian pencurian swalayan Tulungagung ini.
Advertisement
Advertisement
Modus Operandi Canggih Pelaku Pembobolan Minimarket
Hasil penyelidikan awal Polres Tulungagung menunjukkan adanya kesamaan pola yang mencolok dalam enam kasus pencurian swalayan tersebut. Para pelaku diduga menggunakan dua modus operandi utama yang terencana dan sistematis. Pola ini mengindikasikan kemungkinan adanya sindikat atau kelompok tertentu yang beraksi.
Modus pertama adalah masuk melalui atap bangunan toko, sementara modus kedua melibatkan pelubangan tembok bagian belakang swalayan. Setelah berhasil masuk, pelaku dengan sigap mematikan kamera pengawas (CCTV) untuk menghindari identifikasi. Tindakan ini menunjukkan bahwa pelaku memiliki pengetahuan tentang sistem keamanan toko.
Untuk menghilangkan jejak secara tuntas, pelaku juga mengambil perangkat perekam digital (DVR) yang menyimpan rekaman CCTV. "Kami mendapati CCTV dalam kondisi terputus dan DVR hilang," ujar Inspektur Polisi Satu Andi Wiratama Tamba. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi kepolisian dalam mengumpulkan bukti visual.
Advertisement
Advertisement
Penyelidikan Ilmiah dan Imbauan Keamanan untuk Swalayan
Dalam upaya mengungkap kasus pencurian swalayan Tulungagung ini, Polres Tulungagung menerapkan metode scientific crime investigation (SCI). Pendekatan ini melibatkan pemeriksaan forensik yang cermat di lokasi kejadian perkara (TKP) untuk mengumpulkan bukti-bukti fisik. Metode ini diharapkan dapat memberikan petunjuk kuat dalam mengidentifikasi pelaku.
Berdasarkan analisis sementara, pelaku cenderung menyasar toko swalayan yang berada di lokasi relatif sepi, yang memudahkan mereka untuk beraksi tanpa terdeteksi. Waktu operasional pelaku juga terfokus pada dini hari, antara pukul 02.00 hingga 04.00 WIB, saat kondisi lingkungan sekitar toko sangat lengang. Pola ini menjadi fokus utama dalam strategi penangkapan.
Menanggapi maraknya kejadian ini, Polres Tulungagung mengimbau kepada seluruh pengelola toko swalayan untuk segera meningkatkan sistem keamanan mereka. Penguatan pengawasan, pemasangan alarm yang efektif, dan peningkatan patroli internal sangat diperlukan guna meminimalkan risiko tindak kejahatan serupa di masa mendatang.
Advertisement
Sumber: AntaraNews