Telkom Percepat Pemulihan Kabel Laut Sorong-Merauke: Tahukah Anda Dampak Gangguan Ini?
PT Telkom Indonesia mempercepat pemulihan sistem komunikasi kabel laut Telkom ruas Sorong-Merauke yang terganggu. Simak detail target perbaikan dan kompensasi bagi pelanggan terdampak.
PT Telkom Indonesia mengambil langkah cepat untuk memulihkan sistem komunikasi kabel laut (SKKL) Sulawesi–Maluku–Papua Cable System (SMPCS) ruas Sorong–Merauke. Gangguan ini terjadi di dua titik, menyebabkan penurunan kualitas layanan komunikasi di wilayah tersebut. Percepatan pemulihan menjadi prioritas utama untuk mengembalikan konektivitas bagi masyarakat dan pelaku usaha.
Tahap awal perbaikan ditargetkan rampung paling lambat pekan pertama September 2025. Proses ini akan dilanjutkan dengan tahap permanen guna memastikan kualitas layanan komunikasi kembali stabil seperti semula. Kehadiran kapal perbaikan khusus yang sudah berada di perairan Wakatobi menjadi indikator keseriusan Telkom dalam menangani masalah ini.
Untuk mendukung kelancaran proses perbaikan dan memberikan informasi kepada masyarakat, TelkomGroup telah membuka Posko Merah Putih. Posko ini berlokasi di Komdigi Kabupaten Merauke, Kantor BPKD Merauke, serta Kantor Polres Merauke. Selain itu, mekanisme kompensasi juga disiapkan bagi pelanggan yang terdampak gangguan ini.
Upaya Percepatan Pemulihan Kabel Laut Telkom
Percepatan pemulihan sistem kabel laut Telkom di ruas Sorong-Merauke menjadi fokus utama PT Telkom Indonesia. Gangguan pada SKKL SMPCS ini memerlukan penanganan khusus dan cepat. Kapal perbaikan yang dikerahkan saat ini sedang dalam perjalanan menuju titik gangguan, menunjukkan komitmen Telkom untuk segera mengatasi masalah konektivitas.
SVP Group Sustainability and Corporate Communication Telkom, Ahmad Reza, menegaskan bahwa target penyelesaian tahap awal adalah pekan pertama September 2025. Setelah itu, perbaikan akan dilanjutkan ke tahap permanen untuk memastikan stabilitas jangka panjang. Proses ini membutuhkan ketelitian dan dukungan teknis yang memadai agar sistem komunikasi kabel laut dapat berfungsi optimal kembali.
TelkomGroup juga berharap dukungan penuh dari seluruh masyarakat agar upaya perbaikan berjalan tanpa hambatan. Doa dan dukungan dianggap penting untuk kelancaran proses ini, sehingga layanan komunikasi di Papua Barat dan sekitarnya dapat kembali normal dan stabil. Kolaborasi antara Telkom dan masyarakat sangat vital dalam situasi seperti ini.
Kompensasi bagi Pelanggan Terdampak Gangguan
Sebagai bentuk tanggung jawab, TelkomGroup telah menyiapkan mekanisme kompensasi bagi pelanggan yang terdampak gangguan kabel laut Telkom ini. Bagi pelanggan Telkomsel prabayar, kompensasi meliputi perpanjangan masa aktif kartu tanpa perlu pengisian pulsa. Selain itu, bantuan kuota 1.000 paket SMS juga disediakan dengan biaya Rp1 melalui UMB *888*20#, yang dapat diakses sekali sehari selama masa gangguan.
Setelah pemulihan jaringan, Telkomsel juga akan menyalurkan kompensasi kuota data tambahan bagi pelanggan di daerah yang terdampak. Hal ini bertujuan untuk memastikan pelanggan tetap dapat berkomunikasi dan mengakses informasi meskipun sempat mengalami kendala. Kompensasi ini diharapkan dapat mengurangi dampak negatif yang dirasakan pelanggan.
Pelanggan IndiHome juga tidak luput dari perhatian TelkomGroup. Mereka akan diberikan potongan tagihan secara prorata sesuai dengan durasi penurunan kualitas layanan yang dialami. Kebijakan ini diterapkan untuk memastikan keadilan bagi pelanggan yang membayar layanan namun tidak mendapatkan kualitas yang optimal. Sementara itu, pelanggan korporasi (B2B) juga akan menerima kompensasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku, menunjukkan perhatian Telkom terhadap semua segmen pelanggannya.
Sumber: AntaraNews