Triasmitra dan Moratelindo Mulai Garap Proyek Kabel Laut Rising 8 Jakarta-Singapura
Triasmitra dan Moratelindo mulai pembangunan SKKL Rising 8 yang menghubungkan Jakarta, Batam, dan Singapura untuk memperkuat konektivitas digital nasional.
Mengawali tahun 2026, PT Ketrosden Triasmitra Tbk bersama mitra strategisnya PT Mora Telematika Indonesia Tbk resmi memulai pembangunan Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) Rising 8. Proyek ini dirancang sebagai infrastruktur strategis yang menghubungkan Jakarta, Batam, hingga Singapura.
Melalui anak usahanya, PT Jejaring Mitra Persada, Triasmitra mengerahkan kapal penggelar kabel berbendera Indonesia, Cable Laying Vessel (CLV) Bentang Bahari, untuk membentangkan kabel laut sepanjang total 1.128,5 kilometer. Pada tahap awal, pekerjaan difokuskan pada segmen Jakarta–Batam dengan panjang 1.053,5 kilometer.
Direktur Utama PT Ketrosden Triasmitra Tbk Titus Dondi menegaskan bahwa proyek ini menjadi langkah penting bagi penguatan infrastruktur digital nasional.
“Penggelaran SKKL Rising 8 dengan CLV Bentang Bahari menandai era baru kemandirian Indonesia di sektor infrastruktur kabel laut. Dengan kapasitas 25 Tbps per fiber pair serta kendali penuh atas operasional, kami optimistis proyek ini tidak hanya meningkatkan konektivitas digital Indonesia–Singapura, tetapi juga memposisikan Triasmitra sebagai pemain regional yang kompetitif dengan standar operasional kelas dunia,” ujar Titus dalam konferensi pers daring, Rabu (21/1/2026).
Ia menyampaikan, penyelesaian segmen Jakarta–Batam ditargetkan rampung pada akhir kuartal pertama 2026.
Teknologi Eropa dan Investasi Infrastruktur Digital
Secara teknis, SKKL Rising 8 menggunakan sistem repeatered submarine cable berkapasitas tinggi dengan total daya hantar mencapai 400 Tbps. Kabel bawah laut diproduksi oleh Norddeutsche Seekabelwerke GmbH dari Jerman dan diperkuat 11 unit repeater dari Alcatel Submarine Networks untuk mendukung 16 fiber pairs.
Titus mengungkapkan, nilai investasi proyek mencapai sekitar USD 350 juta untuk jalur Jakarta–Batam dan USD 80 juta untuk jalur Jakarta–Singapura.
“Soal nilai investasi, kami mengalokasikan sekitar USD 350 juta untuk jalur Jakarta–Batam dan USD 80 juta untuk Jakarta–Singapura,” ucapnya.
Dari aspek keselamatan dan lingkungan, proyek ini telah mengantongi seluruh perizinan yang dibutuhkan, termasuk AMDAL. Kapal CLV Bentang Bahari juga mengantongi sertifikasi internasional dari Det Norske Veritas dan dilengkapi sistem Dynamic Positioning DP-2 untuk akurasi penggelaran kabel.
Proyek SKKL Rising 8 sejalan dengan agenda penguatan infrastruktur digital nasional yang menjadi bagian dari visi pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Setelah proyek ini, Triasmitra berencana melanjutkan pengembangan SKKL Indonesia Tengah sepanjang 8.732 kilometer dengan target komersialisasi pada 2027.