Tahukah Anda? Literasi Keuangan Syariah Perempuan di Bawah 50%, Prudential Syariah Gencarkan Edukasi Lewat Tamarasya
Prudential Syariah dan LAZ Al Azhar berkolaborasi memperkuat literasi keuangan syariah bagi perempuan di Karawang melalui program Tamarasya. Mengapa edukasi ini krusial untuk keluarga dan ekonomi nasional?
Prudential Syariah bersama Lembaga Amil Zakat (LAZ) Al Azhar baru-baru ini memperkuat literasi keuangan syariah bagi kalangan perempuan. Kolaborasi ini diwujudkan melalui kegiatan edukasi Taklim Manajemen Harta Syariah (TAMARASYA) yang diselenggarakan di Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Program ini bertujuan meningkatkan pemahaman finansial syariah di kalangan ibu-ibu.
Inisiatif ini menekankan pentingnya peran perempuan, khususnya ibu, dalam mendukung keuangan keluarga yang sehat dan berkah. Kegiatan bertema "Cerdas Finansial, Dermawan Maksimal" ini diharapkan mampu membekali para ibu dengan pengetahuan. Mereka akan lebih percaya diri mengelola keuangan sesuai prinsip syariah.
Vivin Arbianti Gautama, Chief Customer Marketing Officer Prudential Syariah, menyatakan bahwa literasi keuangan syariah adalah fondasi penting. Fondasi ini dapat membangun keluarga tangguh secara finansial sekaligus membuka pintu berkah. Edukasi ini juga sejalan dengan program Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Peran Vital Perempuan dalam Keuangan Keluarga Syariah
Sebagai jantung keluarga, perempuan memegang peran sentral dalam pengelolaan keuangan rumah tangga. Keputusan finansial sehari-hari, mulai dari mengatur anggaran bulanan hingga menabung dan bersedekah, sebagian besar berada di tangan perempuan. Oleh karena itu, peningkatan literasi keuangan syariah perempuan menjadi sangat krusial.
Vivin Arbianti Gautama menjelaskan bahwa ketika keputusan keuangan dijalankan dengan prinsip syariah, manfaatnya tidak hanya melindungi keluarga. Namun, juga dapat menebarkan kebaikan bagi banyak orang di sekitar mereka. Semangat inilah yang ingin terus disebarkan oleh Prudential Syariah melalui berbagai program edukasi.
Program Tamarasya dirancang untuk memberdayakan perempuan agar menjadi penggerak kebaikan melalui pemahaman finansial syariah. Dengan pengetahuan yang mumpuni, perempuan dapat membuat keputusan finansial yang lebih cerdas. Hal ini akan berdampak positif pada kesejahteraan keluarga secara menyeluruh.
Tantangan dan Potensi Literasi Keuangan Syariah Nasional
Meskipun potensi keuangan syariah di Indonesia sangat besar, tingkat literasi dan inklusi keuangan syariah nasional masih relatif rendah. Data dari Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) OJK tahun 2025 menunjukkan angka yang perlu menjadi perhatian. Literasi keuangan syariah baru mencapai 43,42 persen, dan inklusinya hanya 13,41 persen.
Angka ini jauh di bawah literasi dan inklusi keuangan konvensional yang masing-masing mencapai 66,46 persen dan 80,51 persen. Lebih lanjut, literasi dan inklusi keuangan perempuan juga masih tertinggal dibandingkan laki-laki. Perempuan mencatat 65,58 persen literasi dan 80,28 persen inklusi, sementara laki-laki mencapai 67,32 persen literasi dan 80,73 persen inklusi.
Kesenjangan ini menggarisbawahi pentingnya edukasi berkelanjutan, terutama bagi perempuan sebagai pengelola utama keuangan keluarga. Peningkatan literasi keuangan syariah perempuan akan berkontribusi pada peningkatan angka nasional. Hal ini juga mendukung implementasi Peraturan OJK No. 76/POJK.07/2016 tentang peningkatan literasi dan inklusi keuangan.
Komitmen Prudential Syariah untuk Ekosistem Keuangan Inklusif
Selain menjadi wadah edukasi, kegiatan seperti Tamarasya juga bertujuan mempercepat pertumbuhan ekosistem keuangan syariah yang inklusif dan berkelanjutan di Indonesia. Prudential Syariah berkomitmen untuk menjangkau lebih banyak keluarga dengan solusi perlindungan berbasis syariah. Ini adalah langkah strategis untuk masa depan.
Melalui upaya ini, perusahaan juga berupaya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan secara umum. Asuransi syariah diharapkan dapat berperan sebagai salah satu pilar penting perekonomian nasional. Kontribusi ini akan memperkuat sektor keuangan syariah di Indonesia.
Inisiatif kolaborasi dengan LAZ Al Azhar ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Prudential Syariah. Mereka ingin memastikan bahwa setiap keluarga memiliki akses dan pemahaman yang memadai tentang produk dan layanan keuangan syariah. Dengan demikian, masyarakat dapat merasakan manfaat penuh dari sistem keuangan yang berlandaskan prinsip Islam.
Sumber: AntaraNews