PT Prudential Sharia Life Assurance (Prudential Syariah) bersama Lembaga Amil Zakat Al-Azhar mengambil langkah strategis pada 7 Oktober lalu. Mereka berkolaborasi untuk memperkuat literasi dan inklusi keuangan syariah di tengah masyarakat. Inisiatif penting ini secara khusus menyasar para orang tua murid di tingkat sekolah menengah pertama (SMP) di beberapa wilayah.
Program edukasi ini bertujuan membekali orang tua dalam menghadapi pesatnya perkembangan teknologi digital yang tak terhindarkan. Tantangan besar muncul dalam upaya menjaga nilai dan karakter anak di era yang serba terkoneksi ini. Teknologi, meskipun membawa manfaat luar biasa, juga menyimpan risiko signifikan bagi perkembangan mental dan perilaku anak.
Edukasi ini diluncurkan melalui program Taklim Manajemen Harta Syariah (Tamarasya) di SMP Islam Al Azhar 36 Bandung, Jawa Barat. Lebih dari 100 orang tua murid turut serta dalam kegiatan yang berfokus pada pengelolaan keuangan keluarga. Hal ini diharapkan dapat membentuk pribadi anak yang mandiri, bertanggung jawab, dan penuh keberkahan di masa depan.
Advertisement
Advertisement
Tantangan Era Digital dan Pentingnya Literasi Keuangan Syariah
Channel Training Lead Sharia Focused Prudential Syariah, Putris Abdi Esa, menyoroti dampak teknologi yang begitu masif. Beliau menyatakan bahwa teknologi menawarkan manfaat luar biasa dalam kehidupan sehari-hari, namun juga memiliki risiko serius bagi perkembangan anak muda. Data survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Tahun 2025 menunjukkan penetrasi internet di Pulau Jawa mencapai angka tertinggi, yakni 84,69 persen.
Lebih lanjut, Putris menjelaskan bahwa generasi Z dengan rentang umur 12-27 tahun menjadi pengguna internet terbesar kedua, mencapai 87,80 persen, setelah generasi milenial. Kondisi demografi digital ini menciptakan peluang besar untuk akses informasi, namun sekaligus menghadirkan risiko, terutama bagi anak-anak usia sekolah menengah pertama yang masih berada dalam tahap pembentukan karakter. Oleh karena itu, edukasi yang relevan menjadi sangat krusial.
Putris Abdi Esa secara tegas menekankan bahwa literasi keuangan syariah melampaui sekadar pengelolaan uang semata. Ini merupakan bagian integral dari pendidikan karakter yang fundamental. Nilai-nilai luhur seperti jujur, amanah, dan disiplin dapat ditanamkan secara efektif sejak dini melalui pemahaman prinsip-prinsip keuangan syariah yang baik dan benar.
Advertisement
Pendekatan ini membantu anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan memiliki integritas tinggi. Mereka diharapkan mampu memberikan manfaat positif bagi lingkungan sekitar dan masyarakat luas. Konsep menabung, berbagi, dan mengelola harta sesuai prinsip syariah diperkenalkan secara sederhana dan aplikatif kepada para orang tua.
Advertisement
Edukasi Komprehensif: Bijak Berteknologi dan Mengelola Keuangan Keluarga
Edukasi yang diselenggarakan melalui program Tamarasya ini mengusung tema yang sangat relevan dengan kondisi saat ini. Tema tersebut adalah "Membangun Karakter Anak di Era Digital dengan Bijak Berteknologi dan Bijak Mengelola Keuangan Keluarga". Kegiatan ini berhasil menarik partisipasi aktif dari lebih dari seratus orang tua murid yang antusias.
Selain fokus utama pada aspek finansial, kegiatan ini juga menggarisbawahi peran vital orang tua dalam era digital. Mereka diharapkan dapat secara aktif mendampingi anak dalam penggunaan teknologi digital, tidak hanya membiarkan mereka sendiri. Pendampingan ini krusial untuk memastikan anak memanfaatkan teknologi secara positif dan terhindar dari dampak negatif yang mungkin timbul.
Dengan bekal literasi dan keuangan syariah yang memadai, keluarga diharapkan mampu membimbing anak-anak mereka secara optimal. Tujuannya adalah agar anak bijak dalam berteknologi, terhindar dari gaya hidup konsumtif yang seringkali dipicu oleh paparan digital, dan mampu membedakan antara kebutuhan esensial dan keinginan semata secara tepat.
Advertisement
Inisiatif ini merupakan wujud nyata dari komitmen kuat Prudential Syariah untuk berkontribusi pada masyarakat. Hal ini bertujuan mempercepat pertumbuhan keuangan syariah yang inklusif dan berkelanjutan di Indonesia. Program ini juga secara langsung mendukung implementasi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No.3/2023 tentang Literasi dan Inklusi Keuangan yang telah ditetapkan pemerintah.
Sumber: AntaraNews