Tahukah Anda? Gubernur Sumsel Dorong Kriya Sriwijaya Jadi Pusat Edukasi Perajin Lokal
Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menginstruksikan pemanfaatan optimal Kriya Sriwijaya sebagai wadah edukasi dan promosi bagi perajin lokal, bertujuan meningkatkan kreativitas serta melestarikan kearifan lokal.
Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, menekankan pentingnya peran Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) provinsi dalam mengoptimalkan Kriya Sriwijaya. Wadah ini diharapkan menjadi sentra edukasi dan pengembangan bagi para perajin kerajinan khas daerah di seluruh Sumsel. Langkah ini diambil untuk memastikan produk lokal tetap relevan dan berdaya saing di tengah perubahan zaman.
Pernyataan tersebut disampaikan Gubernur Herman Deru di Palembang pada Jumat, 12 September. Ia mendorong agar tim Kriya Sriwijaya secara proaktif memberikan bimbingan dan pelatihan kepada perajin. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kreativitas tanpa mengesampingkan orisinalitas dan keaslian produk kerajinan yang dihasilkan.
Inisiatif ini tidak hanya berfokus pada peningkatan keterampilan, tetapi juga bertujuan untuk melestarikan warisan budaya. Kriya Sriwijaya diharapkan mampu menjembatani transfer ilmu dari generasi perajin senior ke generasi muda, menjaga agar kearifan lokal tetap hidup dan berkembang di tengah masyarakat.
Optimalisasi Kriya Sriwijaya untuk Edukasi dan Kreativitas Perajin
Gubernur Herman Deru secara tegas meminta pengurus Dekranasda Sumatera Selatan untuk memaksimalkan fungsi Kriya Sriwijaya. Menurutnya, wadah ini memiliki potensi besar sebagai pusat pembelajaran bagi perajin di 17 kabupaten dan kota. Edukasi yang berkelanjutan menjadi kunci utama dalam menghadapi dinamika pasar dan selera konsumen yang terus berubah.
"Kriya Sriwijaya yang dikelola Dekranasda perlu dimanfaatkan secara optimal untuk mengedukasi dan meningkatkan kreativitas perajin," kata Gubernur Sumsel Herman Deru di Palembang, Jumat. Pernyataan ini menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pertumbuhan sektor kerajinan. Hal ini juga menunjukkan perhatian terhadap keberlanjutan produk-produk lokal.
Melalui program edukasi yang terstruktur, Kriya Sriwijaya diharapkan dapat membekali perajin dengan pengetahuan dan teknik baru. Peningkatan kreativitas ini penting agar produk kerajinan tidak hanya terpaku pada bentuk tradisional. Namun juga mampu berinovasi tanpa menghilangkan ciri khas atau orisinalitas yang menjadi identitas budaya Sumatera Selatan.
Kriya Sriwijaya sebagai Fasilitator Promosi dan Pelestarian Budaya
Selain fokus pada aspek edukasi, Kriya Sriwijaya juga berperan vital dalam memfasilitasi promosi dan pemasaran produk kerajinan. Wadah ini menjadi jembatan bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Sumatera Selatan. Mereka dapat memperkenalkan hasil karya tangan dan kebudayaan dari berbagai daerah kepada khalayak luas, baik melalui pameran maupun platform digital.
"Kriya Sriwijaya merupakan wadah bagi pelaku UMKM se-Sumsel untuk mengenalkan produk kerajinan tangan dan kebudayaan dari seluruh daerah, baik berupa benda maupun tak benda," jelas Herman Deru. Fungsi promosi ini krusial untuk memperluas jangkauan pasar. Ini juga membantu meningkatkan nilai ekonomi dari kerajinan tangan khas daerah, sekaligus menarik minat wisatawan dan investor.
Lebih lanjut, Gubernur Herman Deru menjelaskan bahwa pembentukan Kriya Sriwijaya memiliki tujuan mulia. Yaitu untuk meningkatkan keterampilan dan mengembangkan kearifan lokal secara berkelanjutan. Ini dilakukan dengan menghadirkan para perajin berpengalaman yang dapat mentransfer ilmu mereka ke generasi selanjutnya, memastikan pengetahuan tradisional tidak terputus.
"Kriya Sriwijaya mempunyai tanggung jawab moril agar secara estafet kebudayaan dan hasil kerajinan tangan lokal dapat diterima dari generasi ke generasi, agar tetap terjaga kearifan lokal ini," imbuhnya. Pernyataan ini menggarisbawahi peran Kriya Sriwijaya sebagai penjaga dan pewaris budaya. Ini memastikan bahwa warisan tak benda dan benda tetap lestari, menjadi identitas kuat bagi Sumatera Selatan.
Sumber: AntaraNews