Fokus Data 6.600 UMKM, Dekranasda Kota Sorong Optimalkan Pemberdayaan Ekonomi Kreatif
Dekranasda Kota Sorong gencar mendata ribuan pelaku UMKM dan perajin lokal. Langkah strategis ini bertujuan mengoptimalkan pemberdayaan serta mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif daerah. Bagaimana potensi kerajinan Suku Moi akan digali?
Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Sorong, Papua Barat Daya, mengambil langkah strategis. Mereka fokus mendata seluruh pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah tersebut. Inisiatif ini menjadi bagian penting dalam upaya mengoptimalkan pemberdayaan ekonomi kreatif.
Wali Kota Sorong, Septinus Lobat, menekankan besarnya potensi UMKM dan perajin lokal. Data akurat sangat dibutuhkan untuk memberikan dukungan konkret. Pelantikan pengurus Dekranasda Kota Sorong menjadi momentum penting untuk memulai program ini.
Langkah pendataan ini bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif yang berkelanjutan. Terutama, fokus diberikan pada pemberdayaan Orang Asli Papua (OAP) melalui kerajinan lokal. Kerja sama lintas sektor diharapkan dapat mempercepat realisasi tujuan tersebut.
Pentingnya Data Akurat untuk Pemberdayaan UMKM
Wali Kota Septinus Lobat mengungkapkan bahwa jumlah kelompok UMKM di Kota Sorong mencapai sekitar 6.600. Angka ini mencakup berbagai jenis usaha, termasuk para perajin lokal yang memiliki potensi besar. Namun, data spesifik mengenai perajin belum terhimpun secara akurat.
Kondisi data yang belum spesifik ini menyulitkan Dekranasda Kota Sorong dalam menyusun program pemberdayaan yang tepat sasaran. Oleh karena itu, kolaborasi erat antara Dekranasda dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan menjadi krusial. Pendataan terpadu akan memastikan setiap program memiliki dasar yang kuat.
"Data itu penting agar kita bisa melakukan afirmasi pemberdayaan, khususnya kepada OAP (Orang Asli Papua)," ujar Lobat. Pernyataan ini menegaskan prioritas pemerintah daerah dalam mendukung masyarakat adat. Pemberdayaan ini diharapkan dapat mengangkat kesejahteraan ekonomi mereka.
Selain pendataan, dukungan anggaran dari pemerintah juga dianggap vital. Anggaran ini diperlukan untuk memfasilitasi partisipasi perajin dalam berbagai pameran kerajinan. Promosi produk di tingkat lokal maupun nasional menjadi salah satu tujuan utama.
Menggali Potensi Kerajinan Lokal dan Sinergi Lintas Sektor
Salah satu potensi kerajinan yang belum banyak digali adalah noken, khususnya dari Suku Moi. Produk budaya ini memiliki nilai seni dan ekonomi yang tinggi. Dekranasda Kota Sorong berencana untuk memperkenalkan kerajinan ini lebih luas.
Pemerintah Kota Sorong juga sedang menjajaki kerja sama strategis dengan pihak Bandara DEO Sorong. Tujuannya adalah memanfaatkan fasilitas bandara sebagai sarana pemasaran produk kerajinan unggulan daerah. Langkah ini diharapkan dapat membuka akses pasar yang lebih luas bagi UMKM.
Ketua Dekranasda Kota Sorong, Jemima Elisabeth Lobat, menggarisbawahi pentingnya sinergi lintas sektor. Dekranasda bekerja sama dengan enam kementerian, bukan hanya Dinas Perindustrian. Ini menunjukkan pendekatan holistik dalam pengembangan ekonomi kreatif.
"Dekranasda bukan hanya bagian dari dinas perindustrian, tapi melekat juga pada dinas-dinas lain sebagai bentuk kerja bersama lintas sektor untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi masyarakat," jelas Jemima. Kolaborasi ini mencakup peningkatan kualitas produk, desain, kemasan, hingga branding.
Inovasi dan Promosi untuk Daya Saing Global
Pembangunan ekonomi kreatif melalui sektor kerajinan berbasis budaya lokal harus terus digalakkan. Inovasi dan pemanfaatan teknologi modern menjadi kunci utama. Hal ini penting untuk menciptakan produk yang relevan dengan pasar saat ini.
Dekranasda Kota Sorong berkomitmen untuk meningkatkan kualitas produk, desain, kemasan, dan branding. Upaya ini bertujuan agar produk perajin dapat bersaing. Tidak hanya di tingkat daerah, tetapi juga nasional hingga internasional.
Fasilitasi akses pendanaan dan promosi juga menjadi fokus utama. Dukungan ini akan membantu UMKM dalam mengembangkan usahanya. Dengan demikian, produk kerajinan Sorong dapat dikenal luas dan memiliki daya saing tinggi.
Melalui pendekatan kolaboratif dan dukungan penuh pemerintah, Dekranasda Kota Sorong optimis. Mereka akan menjadi motor penggerak ekonomi kreatif berbasis budaya lokal. Ini akan menciptakan produk berdaya saing tinggi dan berkelanjutan.
Sumber: AntaraNews