Surplus Produksi Jagung Dorong Pemerintah Perintahkan Bulog Lakukan Ekspor Jagung Nasional
Indonesia mencatat surplus produksi jagung yang signifikan, mendorong pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) untuk memerintahkan Perum Bulog melakukan ekspor jagung nasional guna meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan petani.
Pemerintah Indonesia, melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas), secara aktif mendorong Perum Bulog untuk melaksanakan ekspor jagung. Langkah ini diambil menyusul adanya surplus produksi jagung di tingkat nasional yang tercatat cukup besar. Kebijakan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian bangsa serta meningkatkan kesejahteraan para petani jagung di seluruh Indonesia.
Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa Indonesia kini siap untuk melakukan ekspor jagung. Pernyataan ini disampaikannya dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta pada Jumat (9/1), menyoroti bahwa tugas ekspor ini bukanlah pekerjaan yang ringan.
Dorongan ekspor ini muncul setelah kegiatan panen raya jagung serentak yang dihadiri oleh Amran Sulaiman bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Heriyadi, serta Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani di Bekasi, Jawa Barat, pada Kamis (8/1). Presiden Prabowo Subianto juga telah memberikan apresiasi atas capaian swasembada pangan ini.
Lonjakan Produksi Jagung dan Proyeksi Surplus Nasional
Peningkatan produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen di Indonesia menunjukkan tren positif. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat produksi jagung pada tahun 2025 mencapai 16,11 juta ton, meningkat 6,44 persen dibandingkan tahun 2024 yang hanya 15,14 juta ton.
Berdasarkan Proyeksi Neraca Pangan Nasional, Bapanas memperkirakan adanya surplus jagung sebesar 463,9 ribu ton pada tahun 2025. Angka ini didapatkan setelah memperhitungkan kebutuhan konsumsi jagung nasional yang berada di angka 15,65 juta ton.
Surplus pada tahun 2025 ini jauh melampaui capaian tahun 2023, di mana produksi jagung mencapai 14,77 juta ton dengan konsumsi 14,47 juta ton, menghasilkan surplus 307,4 ribu ton. Dengan demikian, dalam dua tahun, surplus produksi dan konsumsi jagung meningkat signifikan sebesar 23,2 persen.
Arahan Presiden dan Kesiapan Bulog untuk Ekspor
Melihat surplus yang berkelanjutan, pemerintah mendorong Perum Bulog untuk segera mempersiapkan dan melaksanakan ekspor stok jagung. Kontribusi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam produksi jagung juga sangat besar, mencapai 3,5 juta ton atau sekitar 20 persen dari total produksi jagung nasional pada tahun 2025.
Amran Sulaiman menyampaikan apresiasi Presiden Prabowo Subianto atas kontribusi Polri yang luar biasa ini, yang berhasil mencapai 20 persen dari target produksi. Perhitungan menunjukkan bahwa 700 ribu hektare lahan yang dikelola Polri menghasilkan sekitar 3,5 juta ton jagung.
Menanggapi arahan pemerintah, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyatakan kesiapannya untuk melakukan ekspor jagung. Rizal mengungkapkan bahwa ini merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto dalam kegiatan pengumuman swasembada pangan pada Rabu (7/1).
Bulog menargetkan pada tahun 2026 akan melaksanakan ekspor, baik beras maupun jagung, seiring dengan sinergi bersama Polri untuk memaksimalkan upaya ekspor jagung.
Sinergi Lintas Sektor Wujudkan Swasembada Pangan
Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Indonesia kembali mencatatkan pencapaian positif dan progresif di sektor pangan. Setelah lonjakan produksi beras yang mencapai 34,7 juta ton pada tahun 2025 dengan stok awal 2025 sebesar 3,2 juta ton, kini sektor jagung juga mengalami peningkatan produksi yang signifikan.
Amran Sulaiman menyampaikan terima kasih kepada Komisi IV DPR RI dan Polri atas kontribusi mereka dalam mencapai swasembada jagung. Beliau mengapresiasi dukungan penuh dari Ketua Komisi IV DPR RI yang mempercepat pencapaian swasembada dalam waktu satu tahun, dari target empat tahun yang ditetapkan Presiden.
Hingga November 2025, realisasi ekspor jagung telah mencapai sekitar 21,3 ribu ton berdasarkan data Proyeksi Neraca Pangan Nasional Tahun 2025 per Desember 2025. Pemerintah juga menegaskan tidak melakukan impor jagung pakan untuk stok Cadangan Jagung Pemerintah (CJP) di Perum Bulog.
Sumber: AntaraNews