SKPT Fandoi Biak: Gudang Ikan Nelayan OAP Berkapasitas 200 Ton, Siap Ekspor ke China!
SKPT Fandoi Biak kini aktif menampung hasil tangkapan nelayan Orang Asli Papua (OAP) untuk memenuhi pasar ekspor dan kebutuhan lokal. Simak peran strategis SKPT Fandoi Biak!
Sentra Kelautan Perikanan Terpadu (SKPT) Fandoi di Biak Numfor, Papua, kini secara aktif menampung hasil tangkapan ikan dari nelayan Orang Asli Papua (OAP). Langkah ini menjadi angin segar bagi perekonomian lokal dan sektor perikanan di wilayah tersebut.
Direktur Biak Ocean Seafood SKPT, Yunus Saflembolo, menjelaskan bahwa ikan-ikan tersebut akan dipasok untuk kebutuhan ekspor ke China dan juga memenuhi program Makan Bergizi Gratis (MBG). SKPT Fandoi memiliki fasilitas cold storage berkapasitas hingga 200 ton untuk penyimpanan.
Pembelian ikan dari nelayan OAP dilakukan secara langsung oleh SKPT Fandoi, dengan harga yang bervariasi sesuai jenis dan kualitas ikan. Operasional ini mendapat apresiasi dari Bupati Biak, Markus O. Mansnembra, yang berharap adanya peningkatan ekspor langsung dari Biak.
Peran Strategis SKPT Fandoi dalam Mendukung Nelayan Lokal
SKPT Fandoi Biak, yang dikelola oleh investor China Hai Ding Fa, memiliki peran vital dalam rantai pasok perikanan di Biak Numfor. Fasilitas cold storage berkapasitas 200 ton memastikan hasil tangkapan nelayan dapat disimpan dengan baik. Ini juga mendukung stabilitas harga bagi nelayan OAP.
Pembelian ikan dari nelayan OAP oleh SKPT Fandoi tidak hanya untuk ekspor, tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan lokal. Salah satu tujuan penting adalah menjadi penyuplai menu untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ini menunjukkan komitmen terhadap kesejahteraan masyarakat sekitar.
Harga beli ikan yang ditawarkan kepada nelayan OAP sangat bervariasi, disesuaikan dengan jenis dan kualitas ikan yang ditangkap. Transparansi dalam penetapan harga ini diharapkan dapat memberikan keuntungan yang adil bagi para nelayan. SKPT Fandoi terus berupaya meningkatkan layanan penampungan ikan tuna.
Yunus Saflembolo, Direktur Biak Ocean Seafood SKPT, menyampaikan terima kasih kepada Bupati Markus Octovianus Mansnembra. Kesempatan mengelola SKPT Fandoi Biak ini menjadi dorongan besar bagi pengembangan perikanan daerah. Harapannya, potensi ikan tuna Biak dapat dimaksimalkan.
Mendorong Ekspor dan Penciptaan Lapangan Kerja Lokal
Hasil tangkapan nelayan OAP yang ditampung di cold storage SKPT Dinas Perikanan Biak akan dikirim untuk ekspor. Rute ekspor saat ini adalah melalui Surabaya, Jawa Timur, sebelum menuju China. Potensi ikan tuna yang melimpah di perairan Biak Numfor menjadi peluang besar.
Bupati Biak, Markus O. Mansnembra, sangat mengapresiasi operasional SKPT Fandoi yang telah berkontribusi. Beliau berharap pembukaan penerbangan internasional dari Bandara Frans Kaisiepo Biak dapat mempermudah ekspor. Dengan demikian, ikan tuna dapat langsung diekspor dari Biak tanpa melalui perantara.
Kemudahan yang diberikan kepada investor untuk berusaha di Biak diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja baru bagi warga lokal. Bupati Mansnembra menekankan pentingnya membuka usaha produksi pengelolaan ikan. Ini akan membuka lowongan kerja baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dengan adanya investasi dan pengelolaan SKPT Fandoi Biak yang efektif, diharapkan terjadi peningkatan nilai tambah produk perikanan. Hal ini juga akan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara keseluruhan. SKPT Fandoi menjadi contoh sinergi antara pemerintah, investor, dan masyarakat lokal.
Sumber: AntaraNews