Pemerintah Kabupaten Biak Numfor, Papua, mengambil langkah strategis untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang akan berjalan pada tahun 2025. Peternak Orang Asli Papua (OAP) di wilayah tersebut akan menjadi pemasok utama kebutuhan telur ayam.
Inisiatif ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan pasokan gizi yang cukup sekaligus memberdayakan ekonomi masyarakat lokal. Kebijakan ini diharapkan dapat menciptakan dampak positif ganda bagi kesejahteraan warga Biak Numfor.
Asisten II bidang perekonomian Setda Biak Numfor, Otto P Wanggai, mengungkapkan bahwa terdapat 73 peternak OAP yang siap berkontribusi dalam menyuplai telur ayam. Mereka akan menjadi tulang punggung penyediaan nutrisi penting bagi anak-anak sekolah.
Advertisement
Advertisement
Pemerintah Kabupaten Biak Numfor menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung peternak OAP untuk menyukseskan program Makan Bergizi Gratis. Dari laporan Dinas Pertanian Ketahanan Pangan, sebanyak 73 peternak OAP telah teridentifikasi dan siap berkontribusi dalam suplai telur ayam.
Otto P Wanggai menjelaskan bahwa suplai telur ayam untuk menu MBG diperkirakan akan mencapai 60 ribu butir setiap hari. Angka ini menunjukkan skala kebutuhan yang signifikan dan potensi besar bagi peternak lokal.
Untuk memperkuat kapasitas produksi, Pemkab Biak Numfor melalui DPKP telah menyiapkan bantuan. Pada tahun anggaran 2025, sebanyak 10 ribu ekor bibit ayam petelur akan disalurkan kepada peternak OAP.
Advertisement
Wanggai berharap dukungan bibit ayam petelur ini dapat meningkatkan produksi telur. Hal ini sangat krusial untuk memenuhi kebutuhan program MBG secara berkelanjutan.
Advertisement
Program ini tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi, tetapi juga pada peningkatan pendapatan ekonomi keluarga peternak OAP. Pembelian telur ayam langsung dari peternak lokal diharapkan dapat memberikan dorongan signifikan bagi perekonomian mereka.
“Secara langsung peternak OAP menjadi penyuplai menu telur ayam lauk MBG anak sekolah,” harap Otto P Wanggai. Ini menunjukkan posisi strategis peternak OAP dalam ekosistem program ini.
Sekretaris Dinas Pertanian Ketahanan Pangan Biak Numfor, Yohana Wonar, menambahkan bahwa prioritas penerima manfaat bantuan bibit ternak anakan ayam adalah peternak OAP. Mereka yang terdata di organisasi asosiasi peternak unggas akan diutamakan untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
Advertisement
Yohana Wonar juga menjelaskan bahwa tujuan bantuan bibit ayam adalah untuk peningkatan kapasitas produksi pelaku usaha OAP. Hal ini dilakukan guna menjawab kebutuhan MBG yang besar, di mana Kabupaten Biak Numfor membutuhkan pasokan telur ayam sebanyak 40 ribu butir dan Supiori sebanyak 10 ribu butir per hari.
Berdasarkan data Badan Pengelolaan Keuangan Aset Daerah 2025, Dinas Pertanian Ketahanan Pangan mengelola dana otonomi khusus sebesar Rp10,8 miliar. Dana ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mendukung sektor pertanian dan ketahanan pangan di wilayah tersebut.
Sumber: AntaraNews
Advertisement