Sang Anak Terjun Bisnis Properti, Bos Tol Jusuf Hamka Ingatkan Bangun Rumah Subsidi
Babah Alun meminta dua anaknya tak hanya membangun rumah mewah tetapi juga menghadirkan rumah subsidi berkualitas
Dua anak pengusaha jalan tol Jusuf Hamka terjun ke bisnis properti. Mereka tengah membangun perumahan komersial di atas lahan 1,6 hektar di kawasan Limo, Depok, Jawa Barat.
Fitria Yusuf menjabat sebagai Komisaris PT Lintas Semesta Damai. Sedangkan sang adik didapuk menjadi Direktur Utama.
Feisal mengatakan, pemilihan lokasi didasari akses dekat dengan Tol Depok–Antasari (Desari) serta perkembangan wilayah yang semakin maju.
"Ini memungkinkan warga Cinere dan sekitarnya memiliki akses mudah ke berbagai fasilitas dan pusat kota dengan harga lebih terjangkau dibandingkan properti di tengah Jakarta," kata Feisal di lokasi proyek Dwell Living Cinere, Selasa (8/7).
Fitria menambahkan perusahaan memprioritaskan aspek hiburan dan fasilitas, seperti taman dan area olahraga. Untuk tahap awal ditargetkan 48 unit pada tahap pertama terjual tahun ini dengan nilai total Rp100 miliar.
Sang ayah justru menantang dua anaknya tidak hanya membangun rumah mewah, tetapi juga menghadirkan rumah subsidi berkualitas dan layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
"Saya bilang ke anak saya, selain membuat rumah untuk kalangan menengah ke atas, jangan lupa pikirkan juga buat kalangan bawah, yaitu rumah subsidi," tuturnya.
Jusuf mendukung anaknya di industri properti. Dia hanya mengingatkan agar tidak hanya berorientasi pada urusan komersial, tetapi juga memiliki fungsi sosial.
Babah Alun sapaan Jusuf menargetkan bisa membangun 100 unit rumah subsidi tak hanya di Limo, Depok, tetapi di lokasi strategis lainnya, seperti di Cisauk. Jusuf mengaku memiliki lahan 100 hektar di area tersebut.
"Di Cisauk sekitar 500 meter dari Stasiun Cisauk, saya ada tanah 100 hektar bakal saya buat rumah subsidi sebagian khusus mereka masyarakat tidak mampu dan termarjinalkan," imbuhnya.
Rencana membangun rumah subsidi itu, kata Jusuf, melalui skema Corporate Social Responsibility (CSR) pada tahun 2025 ini. Dia pun akan menambah uang muka 10 persen dari anak perusahaan CSR atau donatur bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Jusuf segera berkomunikasi dengan Menteri Perumahan dan Permukiman, Maruarar Sirait serta Wakilnya Menteri Perumahan dan Permukiman, Fahri Hamzah terkait rencana dirinya bangun perumahan subsidi.
"Saya niatnya kerjakan ini dulu (perumahan subsidi) baru saya bicara dengan mereka. Kalau sekarang takutnya omon-omon, jadi saya kerjakan dulu ini," terangnya.
Feisal dan Fitria menyambut positif rencana ayahnya. "Rencana perumahan subsidi ini sebenarnya rencana Pak Jusuf, jadi baru akan kita bicarakan lebih lanjut. Tapi di sini (Cinere) lokasinya," tandas Feisal.