Tahukah Kamu? 50.000 Unit Perumahan Sosial Gen Z Siap Jadi Harapan Baru Hunian di Kota

Pembangunan perumahan sosial Gen Z di Jakarta menjadi angin segar bagi kaum muda dan milenial. Simak bagaimana hunian terjangkau ini akan mengubah kualitas hidup perkotaan!

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tahukah Kamu? 50.000 Unit Perumahan Sosial Gen Z Siap Jadi Harapan Baru Hunian di Kota
Pembangunan perumahan sosial Gen Z di Jakarta menjadi angin segar bagi kaum muda dan milenial. Simak bagaimana hunian terjangkau ini akan mengubah kualitas hidup perkotaan! (Merdeka.com)

Ketua Satgas Perumahan, Hashim S. Djojohadikusumo, baru-baru ini menegaskan bahwa pembangunan perumahan sosial merupakan harapan baru bagi Generasi Z (Gen Z) dan milenial. Program ini bertujuan untuk membantu mereka memperoleh hunian layak dan terjangkau di area perkotaan. Lokasi yang dipilih pun strategis dengan akses transportasi yang mudah.

Pencanangan pra-kerjasama dalam Program Pembangunan 3 Juta Rumah di Indonesia ini berlangsung di Jakarta. Hashim menekankan pentingnya inisiatif ini mengingat puluhan juta keluarga di Indonesia masih belum memiliki rumah atau apartemen yang layak huni. Oleh karena itu, langkah ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan mendesak tersebut.

Tahap awal proyek ambisius ini akan melibatkan pembangunan 50.000 unit perumahan sosial di lahan milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) di kawasan Kampung Bandan, Kemayoran, DKI Jakarta. Proyek ini diproyeksikan mampu menampung hingga 250.000 jiwa, termasuk masyarakat yang saat ini tinggal di kawasan kumuh atau di luar kota besar.

Indonesia menghadapi tantangan besar dalam penyediaan hunian layak, dengan jutaan keluarga yang belum memiliki rumah sendiri. Program perumahan sosial ini hadir sebagai jawaban konkret, khususnya bagi generasi muda seperti Gen Z dan milenial yang kerap kesulitan mengakses hunian di pusat kota.

Hashim S. Djojohadikusumo menyatakan, "Dan di sini sudah harapan bagi generasi Z, generasi milenial, angkatan muda yang belum punya rumah atau apartemen yang layak huni." Inisiatif ini tidak hanya menyasar pekerja muda, tetapi juga masyarakat yang selama ini terpinggirkan dari akses hunian layak.

Dengan pembangunan 50.000 unit pada tahap awal, proyek ini diperkirakan dapat menampung antara 150.000 hingga 250.000 jiwa. Angka ini mencakup mereka yang saat ini tinggal di luar kota atau di permukiman kumuh, memberikan dampak sosial yang signifikan.

Proyek ini merepresentasikan semangat pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai negara penuh harapan. Hashim optimistis bahwa perumahan sosial akan menjadi solusi konkret bagi generasi milenial dan Z, menghadirkan hunian berkualitas dengan harga terjangkau, sekaligus memperbaiki standar kehidupan masyarakat perkotaan.

Salah satu keunggulan utama dari perumahan sosial ini adalah lokasinya yang strategis. Hunian ini akan dibangun di kawasan terintegrasi atau Transit Oriented Development (TOD) di Kampung Bandan, Kemayoran, yang dekat dengan pusat transportasi massal seperti MRT dan kereta api.

Hashim menekankan bahwa lokasi hunian yang dekat dengan transportasi publik akan memangkas waktu tempuh generasi muda secara signifikan. Hal ini tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga kualitas hidup mereka. "Hari ini kita berikan harapan bagi mereka yang tinggal jauh, tinggal di Bogor, tinggal di Serang, tinggal di Purwakarta, tinggal jauh-jauh dari ibu kota yang kerja setiap hari harus meluangkan waktu satu setengah sampai dua jam, setiap kali pulang pergi bisa tiga jam, empat jam. Hari ini kita bisa berikan suatu harapan baru," tegasnya.

Selain akses transportasi, para penghuni nantinya juga akan dimanjakan dengan berbagai fasilitas pendukung di sekitar area hunian. Fasilitas tersebut meliputi pusat perbelanjaan, Dunia Fantasi, dan pusat hiburan, yang secara kolektif akan memperkuat nilai tambah perumahan sosial ini.

Keberadaan apartemen ini diharapkan dapat memberikan harapan baru bagi anak-anak muda yang bekerja di Jakarta. Mereka tidak lagi harus menempuh perjalanan berjam-jam dari kota-kota penyangga, sehingga waktu dan tenaga dapat dialokasikan untuk aktivitas yang lebih produktif.

Proyek pembangunan perumahan sosial ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara beberapa pihak penting. PT KAI dan Kementerian PKP bekerja sama dengan investor asal Qatar, Al Qilaa International Group (Al Qilaa), untuk mewujudkan program 3 juta rumah bagi masyarakat.

Kolaborasi ini akan menghadirkan hunian vertikal berupa smart towers yang mengintegrasikan konsep hunian modern dengan berbagai fasilitas pendukung. Desain ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat perkotaan.

Fasilitas pendukung yang akan tersedia dalam smart towers meliputi:

  • Sekolah
  • Taman bermain
  • Ruang komunal
  • Sistem hunian pintar

Hashim juga menambahkan bahwa program ini terbuka bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bekerja di pemerintahan pusat maupun daerah. "Dan bagi rakyat kita yang merupakan ASN, aparatur sipil negara yang kerja di pemerintah pusat, kerja untuk pemerintah daerah, ini juga kesempatan untuk kalian beli rumah terjangkau dengan gaji kalian yang ada sekarang. Jadi, ini harapan untuk kita semua," imbuh Hashim, menunjukkan inklusivitas program ini.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi