Menakar Fiskal & Moneter
Menakar Fiskal & Moneter Lihat Selengkapnya
Menilik Sektor Riil dari Dekat
Menilik Sektor Riil dari Dekat Lihat Selengkapnya
Sorot
{{caption}}
BGN Sebut Daftar Menu MBG yang Sering Bikin Anak Sakit Perut, Muntah Hingga Diare

{{caption}}
25% Perkara Korupsi Terkait Pengadaan Barang dan Jasa, KPK: Dirancang Sejak Awal

{{caption}}
Hasil Semen Padang vs Persijap Jepara: Laskar Kalinyamat Sikat Kabau Sirah

{{caption}}
Gedung D Ditjen Bina Pemerintah Desa Kemendagri Kebakaran, Api Diduga dari Tumpukan Barang Tak Terpakai

{{caption}}
Kebakaran di Gedung Ditjen Bina Pemerintahan Desa Kemendagri, PNS Selamatkan Diri Pakai Tali

{{caption}}
Cara Kerja Satgas Haji, Endus Penipuan Lapor ke Nomor Ini 081218899191

Topik Terkait
{{caption}}
Ekonomi Indonesia Dinilai Tangguh Meski Nilai Tukar Rupiah Mendapat Tekanan

Rupiah tercatat melemah sekitar 0,7 persen secara year to date dan sempat menyentuh sekitar Rp16.950 per dolar AS.

{{caption}}
Komisi XI DPR Harap BI Jaga Rupiah di Level Moderat, Cerminkan Kekuatan Ekonomi Indonesia

Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun berharap Bank Indonesia (BI) terus menjaga nilai tukar rupiah pada level moderat, menegaskan fundamental ekonomi kuat di tengah ketidakpastian global.

{{caption}}
Begini Cara Gubernur Bank Indonesia Jaga Nilai Tukar Rupiah Tak Terus Melemah

Perry menjelaskan, langkah intervensi dilakukan secara komprehensif melalui berbagai instrumen.

{{caption}}
Bos BI Klaim Performa Rupiah Menguat Dibandingkan Mata Uang Negara Berkembang Lain

Per 20 Mei 2025, tercatat nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS menguat sebesar 1,13 persen point to point (ptp) dibandingkan dengan posisi akhir April 2025.

{{caption}}
Strategi Bank Indonesia Pertahankan Rupiah hingga Menguat 1,13 Persen

Nilai tukar rupiah tetap stabil dan cenderung menguat, didukung oleh kebijakan stabilisasi Bank Indonesia.

{{caption}}
Krisis Moneter 1998 Tidak Akan Terulang, BI Pastikan Ekonomi Indonesia Aman

BI menegaskan bahwa kondisi perekonomian Indonesia masih dalam kategori stabil.

{{caption}}
Tren Nilai Tukar Rupiah Melemah, Sri Mulyani: Lebih Baik Dibanding Won Korea dan Yen Jepang

Sri Mulyani klaim pergerakan Rupiah saat ini masih lebih baik dibandingkan dengan mata uang utama Asia lainnya.

{{caption}}
BI Klaim Pelemahan Rupiah Lebih Baik dari Bath Thailand hingga Won Korea, Ini Datanya

Kebijakan moneter dalam jangka pendek diarahkan untuk memperkuat efektivitas stabilisasi nilai tukar rupiah dan menarik aliran masuk modal asing.

{{caption}}
Nilai Tukar Rupiah Kembali di Bawah Rp16.000, Asalkan Bisa Penuhi Syarat Berikut Ini

Mengutip data Bloomberg, nilai tukar Rupiah diperdagangkan di level Rp16.255 per USD pada Senin (29/4).

{{caption}}
Kurs Rupiah Anjlok 2,02 Persen, Gubernur BI: Lebih Baik Dibanding Ringgit Malaysia

Gubernur BI, Perry Warjiyo menyampaikan, nilai tukar Rupiah hingga 19 Maret 2024 relatif stabil.

{{caption}}
Rupiah Nyaris Tembus Rp16.000, BI Klaim Masih Lebih Baik dari Ringgit Malaysia

Nilai tukar (kurs) Rupiah berada di level Rp15.618 per USD.

{{caption}}
Rupiah Diproyeksi Melemah ke Rp17.180 per Dolar AS

Rupiah diprediksi bergerak fluktuatif dan cenderung melemah di kisaran Rp17.140–Rp17.180 per dolar AS, dipengaruhi tekanan global dan konflik Timur Tengah.

{{caption}}
Perkuat Ketersediaan Rupiah, Kas Keliling BI Papua Sasar Wilayah 3T

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua terus mengoptimalkan program Kas Keliling BI Papua untuk memastikan uang rupiah layak edar tersedia di daerah 3T, sekaligus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya merawat rupiah.

{{caption}}
Nilai Tukar Rupiah Melemah ke Level Rp17.127 per USD

Pergerakan rupiah masih berada dalam tekanan akibat sentimen pasar yang cenderung berhati-hati.

{{caption}}
BI Komitmen Penuh Optimasi Operasi Moneter Jaga Stabilitas Rupiah di Tengah Gejolak Global

Bank Indonesia (BI) menegaskan komitmen penuh dalam optimasi operasi moneter untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, merespons depresiasi akibat ketidakpastian global dan konflik geopolitik.

{{caption}}
Kurs Rupiah Hari Ini Berpotensi Melemah, Sentuh Rp17.140 Akibat Geopolitik

Pada perdagangan sebelumnya, Kamis (9/4), rupiah ditutup melemah 80 poin ke level Rp 17.092 dari posisi sebelumnya Rp 17.012.

{{caption}}
Fundamental Ekonomi Indonesia Tetap Kuat di Tengah Tekanan Nilai Rupiah, Membuka Peluang Peningkatan Ekspor

Penguatan dolar AS terjadi secara global terhadap berbagai mata uang, termasuk rupiah, terutama di negara-negara berkembang.

{{caption}}
Konflik Geopolitik di Timur Tengah Picu Rupiah Melemah Tajam

Nilai tukar Rupiah melemah signifikan hari ini, mencapai Rp16.979 per dolar AS, dipicu oleh ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang melibatkan AS dan Iran, sebuah situasi yang dinilai pengamat lebih parah dari krisis sebelumnya.

{{caption}}
Rupiah Melemah: Penutupan Selat Hormuz dan Beban Utang Pemerintah Jadi Pemicu

Nilai tukar Rupiah melemah signifikan di Jakarta, dipicu oleh keputusan Iran menutup Selat Hormuz yang mengerek harga minyak global serta sentimen beban utang domestik pemerintah.

{{caption}}
Rupiah Melemah di Pembukaan Perdagangan, Tembus Rp16.923 per Dolar AS

Nilai tukar Rupiah melemah 0,18 persen terhadap dolar AS pada pembukaan perdagangan Jumat pagi, mencapai Rp16.923. Pelemahan Rupiah ini dipicu sentimen global dan domestik yang perlu dicermati pasar.

{{caption}}
Rupiah Melemah di Awal Perdagangan Jumat, Tembus Rp16.923 per Dolar AS

Nilai tukar Rupiah melemah pada pembukaan perdagangan Jumat pagi, mencapai Rp16.923 per dolar AS, melanjutkan tren fluktuasi mata uang domestik.

{{caption}}
Rupiah Melemah di Awal Perdagangan, Pelaku Pasar Tunggu Data Tenaga Kerja AS

Rupiah melemah terhadap dolar AS di awal perdagangan Jumat, seiring pelaku pasar bersikap wait and see menanti rilis data tenaga kerja Amerika Serikat yang menjadi sentimen utama.

{{caption}}
Rupiah Melemah ke Rp16.788 per Dolar AS: Ketegangan Geopolitik dan Kebijakan The Fed Jadi Pemicu

Nilai tukar Rupiah melemah terhadap Dolar AS pada Jumat pagi. Berbagai sentimen global, mulai dari ketegangan geopolitik hingga kebijakan The Fed, menekan kinerja mata uang Garuda.