Program Makan Bergizi Gratis Dorong Ekonomi Babel Tumbuh 3,21 Persen di Triwulan III 2025
Badan Pusat Statistik (BPS) Kepulauan Bangka Belitung mencatat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi daerah sebesar 3,21 persen pada Triwulan III 2025, membangkitkan sektor akomodasi dan makanan.
Perekonomian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menunjukkan pertumbuhan signifikan pada Triwulan III 2025. Badan Pusat Statistik (BPS) setempat melaporkan kenaikan sebesar 3,21 persen secara year on year (y-on-y) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Angka ini jauh melampaui pertumbuhan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya mencapai 0,13 persen. Peningkatan ini menjadi indikator positif bagi stabilitas ekonomi regional dan menunjukkan pemulihan yang kuat.
Kepala BPS Kepulauan Babel, Toto Haryanto Silitonga, menyebutkan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi pemicu utama. Program ini memberikan dampak positif yang luas terhadap berbagai sektor usaha di provinsi tersebut.
Dampak Positif Program Makan Bergizi Gratis pada Sektor Makanan dan Akomodasi
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berperan krusial dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi Kepulauan Bangka Belitung. Khususnya, sektor penyediaan akomodasi dan makanan minum mengalami peningkatan signifikan.
Toto Haryanto Silitonga menjelaskan bahwa "Program MBG ini berdampak positif terhadap lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makanan minum." Sektor ini tumbuh sebesar 13,77 persen secara y-on-y, menunjukkan vitalitas yang luar biasa.
Pertumbuhan tersebut juga didukung oleh operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai wilayah. "Pada triwulan III tahun ini sudah ada beberapa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi di Kepulauan Babel untuk menyalurkan makanan bergizi kepada penerima manfaat baik peserta didik maupun non peserta didik," ujarnya.
Kehadiran SPPG ini memastikan distribusi makanan bergizi secara merata. Hal ini secara langsung meningkatkan permintaan dan aktivitas ekonomi di tingkat lokal, serta mendukung kesejahteraan masyarakat.
Kontribusi Sektor Jasa dan Digital dalam Pertumbuhan Ekonomi Daerah
Selain Program Makan Bergizi Gratis, beberapa lapangan usaha lain turut menyumbang pada pertumbuhan ekonomi Kepulauan Bangka Belitung. Sektor jasa perusahaan mencatat pertumbuhan impresif sebesar 13,23 persen.
Peningkatan ini didorong oleh aktivitas agen atau biro perjalanan, khususnya yang terkait dengan perjalanan umrah. Mobilitas masyarakat yang kembali normal dan minat ibadah menjadi faktor pendorong utama bagi sektor ini.
Lapangan usaha informasi dan komunikasi juga menunjukkan pertumbuhan signifikan sebesar 13,09 persen secara y-on-y. "Di era digital seperti saat ini, kebutuhan masyarakat akan jasa telekomunikasi semakin meningkat," jelas Toto Haryanto Silitonga.
Faktor lain yang mendukung adalah menjelang Pilkada ulang di beberapa daerah. Hal ini mendorong kenaikan pendapatan jasa penerbitan dari iklan calon kepala daerah, menciptakan peluang ekonomi baru dan meningkatkan aktivitas media.
Struktur PDRB dan Nilai Ekonomi Kepulauan Bangka Belitung
Struktur Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada Triwulan III-2025 didominasi oleh lima lapangan usaha utama. Industri pengolahan memegang porsi terbesar dengan 20,91 persen dari total PDRB.
Selanjutnya, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan berkontribusi sebesar 20,20 persen. Perdagangan besar, eceran, serta reparasi mobil dan sepeda motor menyumbang 15,31 persen dari perekonomian daerah.
Sektor konstruksi memiliki peran 8,65 persen, sementara pertambangan dan penggalian menyumbang 8,28 persen. Kombinasi sektor-sektor ini membentuk fondasi ekonomi provinsi yang beragam dan resilien.
Secara keseluruhan, perekonomian Kepulauan Babel pada Triwulan III-2025 mencapai nilai substansial. "Perekonomian Kepulauan Babel triwulan III-2025 yang diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku (ADHB) mencapai Rp29,07 triliun dan PDRB atas dasar harga konstan (ADHK) 2010 mencapai Rp15,71 triliun," pungkas Toto Haryanto Silitonga.
Sumber: AntaraNews