Tahukah Anda? Ekonomi Bangka Tengah Tumbuh 6,60 Persen di Triwulan II 2025, Sektor Sekunder Jadi Pendorong Utama
Perekonomian Bangka Tengah melonjak 6,60 persen pada Triwulan II 2025, didorong sektor sekunder. Apa rahasia di balik pertumbuhan impresif ini dan bagaimana dampaknya bagi masyarakat?
Koba, Bangka Belitung – Perekonomian Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menunjukkan performa impresif dengan pertumbuhan mencapai 6,60 persen pada Triwulan II 2025. Angka ini mencerminkan peningkatan signifikan dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya, menempatkan Bangka Tengah dalam jalur pertumbuhan ekonomi yang positif.
Menurut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Bangka Tengah, Budi Siswandi, lonjakan pertumbuhan ini didominasi oleh kinerja sektor sekunder. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku tercatat sebesar Rp4,20 triliun, sementara atas dasar harga konstan mencapai Rp1,77 triliun.
Pencapaian ini tidak hanya menunjukkan stabilitas ekonomi daerah di tengah dinamika regional dan nasional, tetapi juga memberikan harapan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Berbagai faktor, mulai dari sektor industri hingga konsumsi rumah tangga, turut berkontribusi dalam menggerakkan roda perekonomian Bangka Tengah.
Sektor Sekunder Pendorong Utama Pertumbuhan Ekonomi Bangka Tengah
Sektor sekunder menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi Bangka Tengah pada Triwulan II 2025, mencatat kenaikan tertinggi sebesar 32,64 persen. Kinerja sektor ini secara signifikan mendongkrak angka pertumbuhan ekonomi daerah secara keseluruhan. Meskipun demikian, distribusi terbesar PDRB masih berasal dari sektor tersier, menunjukkan diversifikasi kontribusi antar sektor.
Budi Siswandi menjelaskan bahwa sektor primer juga mencatat pertumbuhan, meskipun lajunya melambat dibandingkan periode sebelumnya. Peningkatan produksi bijih timah menjadi salah satu penopang utama di sektor primer. Hal ini mengindikasikan bahwa komoditas unggulan daerah masih memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas ekonomi.
Kontribusi dari berbagai sektor ini menunjukkan bahwa ekonomi Bangka Tengah memiliki fondasi yang cukup kuat. Fokus pada pengembangan sektor-sektor potensial akan terus menjadi kunci untuk mempertahankan tren positif ini di masa mendatang.
Konsumsi Rumah Tangga dan Harga Komoditas Turut Memicu
Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi Bangka Tengah juga dipicu oleh peningkatan konsumsi rumah tangga. Komponen pengeluaran konsumsi akhir rumah tangga tumbuh 3,61 persen secara triwulanan. Pertumbuhan ini sejalan dengan kenaikan harga komoditas utama seperti timah dan crude palm oil (CPO) di pasar global.
Kenaikan harga komoditas ini secara langsung berdampak pada daya beli masyarakat, yang kemudian mendorong peningkatan konsumsi. "Komponen pengeluaran konsumsi akhir rumah tangga tumbuh 3,61 persen secara triwulanan, seiring kenaikan harga timah dan crude palm oil (CPO)," kata Budi Siswandi.
Capaian ini, menurut Budi, mencerminkan stabilitas ekonomi Bangka Tengah yang tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi regional dan nasional. Keseimbangan antara produksi dan konsumsi menjadi indikator penting dalam menilai kesehatan perekonomian suatu daerah.
Strategi Menjaga Momentum Pertumbuhan Ekonomi Bangka Tengah
BPS Bangka Tengah berharap tren pertumbuhan positif ini dapat terus berlanjut dan memberikan dampak signifikan bagi kesejahteraan masyarakat. Untuk itu, diperlukan upaya kolaboratif dari berbagai pihak. "Kami berharap tren pertumbuhan ini berlanjut dan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat Bangka Tengah," ujar Budi Siswandi.
Pemerintah daerah diharapkan terus memperkuat sinergi dengan dunia usaha untuk menjaga momentum pertumbuhan. Investasi dan penciptaan lapangan kerja baru menjadi fokus utama dalam upaya ini. Selain itu, diversifikasi ekonomi juga dinilai penting agar Bangka Tengah tidak hanya bergantung pada sektor tertentu, sehingga lebih resilient terhadap gejolak ekonomi.
Budi juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan pelatihan. Dengan tenaga kerja yang kompeten, masyarakat dapat lebih aktif berpartisipasi dalam menggerakkan roda ekonomi. "Dengan tenaga kerja yang kompeten, pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan akan lebih mudah tercapai," tambahnya, menegaskan bahwa SDM berkualitas adalah kunci pertumbuhan jangka panjang.
Sumber: AntaraNews