Karantina Babel Akselerasi Ekspor Komoditas Unggulan, Perikanan Jadi Andalan Utama
Balai Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung gencar melakukan akselerasi ekspor komoditas unggulan daerah, dengan sektor perikanan menjadi penyumbang terbesar.
Balai Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Karantina Kepulauan Babel) tengah gencar mengakselerasi ekspor komoditas unggulan. Upaya ini bertujuan meningkatkan daya saing produk pertanian, perkebunan, dan perikanan di pasar global. Langkah strategis ini diharapkan mampu membuka peluang pasar baru bagi produk lokal.
Kepala Karantina Kepulauan Babel, Herwintarti, menyatakan bahwa potensi ekspor terbesar dari Kepulauan Bangka Belitung saat ini adalah sektor perikanan. Komoditas seperti ikan mayung dan cumi-cumi menjadi primadona ekspor daerah. Akselerasi dilakukan melalui penguatan identifikasi komoditas serta optimalisasi pelayanan karantina yang terstandar.
Kegiatan ini berorientasi pada kebutuhan pasar global dan dirancang untuk mendorong peningkatan daya saing signifikan. Dengan demikian, diharapkan komoditas unggulan lain seperti lada putih, sawit beserta turunannya, dan daun ketapang juga dapat menembus pasar internasional.
Potensi Ekspor Perikanan dan Kontribusinya
Sektor perikanan menjadi pilar utama penyumbang ekspor Kepulauan Bangka Belitung. Data menunjukkan frekuensi ekspor selama triwulan I 2026 mencapai 558 kali. Nilai ekspor dari sektor ini berhasil menembus angka 6,76 juta dolar Amerika Serikat. Angka tersebut setara dengan Rp114,14 miliar, menunjukkan performa yang sangat baik.
Ikan mayung dan cumi-cumi adalah dua komoditas perikanan yang paling diminati di pasar internasional. Herwintarti menjelaskan bahwa kedua jenis ikan ini memiliki cita rasa yang enak dibandingkan daerah lainnya. Destinasi ekspor utama untuk produk perikanan Kepulauan Babel meliputi Malaysia, Singapura, dan Australia.
Keberhasilan ini tidak lepas dari kualitas produk perikanan yang terjaga serta upaya Karantina Kepulauan Babel dalam memfasilitasi proses ekspor. Peningkatan kualitas dan standar produk terus dilakukan. Hal ini penting untuk menjaga kepercayaan pasar internasional terhadap komoditas perikanan dari Bangka Belitung.
Tantangan dan Harapan Perluasan Pasar Global
Meskipun menunjukkan performa ekspor yang baik, Karantina Kepulauan Babel mengakui masih ada tantangan yang harus diatasi. Salah satu kendala utama adalah keterbatasan akses transportasi yang berdampak pada diversifikasi negara tujuan ekspor. Hal ini membuat potensi ekspor belum sepenuhnya tergali secara optimal.
Provinsi Kepulauan Bangka Belitung juga belum memiliki pelabuhan khusus ekspor. Akibatnya, sebagian besar kegiatan ekspor produk unggulan daerah ini masih harus dilakukan melalui pelabuhan di provinsi lain. Situasi ini tentu saja memengaruhi efisiensi logistik dan biaya pengiriman produk.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), hanya dua persen produk unggulan Kepulauan Babel diekspor melalui pelabuhan daerah ini. Sisa ekspor sisanya masih bergantung pada pelabuhan provinsi lainnya. Kondisi ini menyebabkan nilai ekspor daerah kurang signifikan memengaruhi peningkatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) setempat.
Karantina Kepulauan Babel berharap kegiatan akselerasi ekspor ini dapat membuka peluang pasar baru. Selain perikanan, komoditas seperti lada putih, sawit beserta turunannya, dan daun ketapang juga memiliki potensi besar. Dengan dukungan infrastruktur yang lebih baik, diharapkan ekspor Bangka Belitung dapat tumbuh lebih pesat.
Sumber: AntaraNews