Produksi Karet Petani Babel Turun Drastis Akibat Alih Fungsi Lahan
Produksi karet petani Babel anjlok pada tahun 2025, turun lebih dari 5.000 ton. Fenomena ini disebabkan oleh masifnya alih fungsi lahan karet menjadi perkebunan kelapa sawit.
Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencatat penurunan signifikan dalam produksi karet petani pada tahun 2025. Angka produksi karet hanya mencapai 26.738,35 ton, jauh di bawah capaian tahun sebelumnya.
Penurunan ini setara dengan 5.225,64 ton dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 31.963,99 ton. Kondisi ini menjadi perhatian serius bagi sektor pertanian daerah.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kepulauan Babel, Kurniawan, menjelaskan bahwa faktor utama di balik anjloknya produksi ini adalah maraknya alih fungsi lahan. Banyak petani yang beralih menanam kelapa sawit menggantikan pohon karet mereka.
Data Penurunan Produksi dan Luas Lahan Karet
Penurunan produksi karet petani Babel terjadi di seluruh wilayah kabupaten yang ada. Kabupaten Bangka, Belitung, Bangka Barat, Bangka Tengah, Bangka Selatan, dan Belitung Timur semuanya terdampak.
Pada tahun 2025, Kabupaten Bangka menyumbang 12.822,08 ton, diikuti Bangka Barat 5.631,97 ton, dan Bangka Selatan 4.096,16 ton. Sementara itu, Belitung mencatat 1.511,81 ton, Bangka Tengah 1.871,93 ton, dan Belitung Timur 804,41 ton.
Tidak hanya produksi, luas perkebunan karet petani juga mengalami penyusutan drastis. Dari 58.183,01 hektare pada tahun sebelumnya, kini hanya tersisa 47.276,18 hektare.
Penurunan luas lahan ini mengindikasikan berkurangnya minat petani terhadap komoditas karet. Seluruh kabupaten di Bangka Belitung mengalami penyusutan area tanam karet.
Alih Fungsi Lahan dan Harapan Pemerintah Daerah
Kurniawan menegaskan bahwa fenomena alih fungsi lahan menjadi kelapa sawit adalah penyebab utama. Petani melihat potensi ekonomi yang lebih menjanjikan dari kelapa sawit.
"Saat ini, banyak lahan perkebunan karet menjadi perkebunan kelapa sawit," ujar Kurniawan. Hal ini berdampak langsung pada luas perkebunan dan total produksi karet di provinsi tersebut.
Pemerintah daerah melalui DPKP Provinsi Kepulauan Babel berharap petani tidak terus-menerus mengganti tanaman karet. Mereka didorong untuk tetap mempertahankan dan mengembangkan usaha perkebunan karet.
Kurniawan juga mengingatkan agar lahan perkebunan karet tidak dialihfungsikan untuk usaha lain. Termasuk aktivitas penambangan timah yang kerap menjadi alternatif bagi sebagian warga.
Sumber: AntaraNews