Presiden Prabowo: Indonesia Sudah Swasembada Pangan Tahun 2025
Prabowo awalnya menargetkan swasembada pangan tercapai dalam waktu empat tahun.
Presiden Prabowo Subianto secara resmi mengumumkan Indonesia resmi mencapai swasembada beras tahun 2025. Hal ini disampaikan Prabowo saat panen raya di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1).
"Dengan mengucap Bismillahirahmanirahim, pada pagi hari ini, hari Rabu, 7 Januari 2026, saya Prabowo Subianto, Presiden RI, dengan ini mengumumkan telah tercapainya swasembada pangan tahun 2025 bagi seluruh bangsa Indonesia," kata Prabowo.
Prabowo awalnya menargetkan swasembada pangan tercapai dalam waktu empat tahun. Namun, Prabowo menyebut Indonesia berhasil mencapai swasembada pangan dalam kurun satu tahun, lebih cepat dari target yang ditetapkannya.
"Satu tahun kita sudah swasembada, satu tahun kita sudah berdiri di atas kaki kita sendiri, satu tahun kita tidak tergantung bangsa-bangsa lain," ujarnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengaku senang Indonesia resmi mencapai swasembada beras pada 31 Desember 2025. Prabowo menyampaikan cadangan beras di gudang-gudang pemerintah tertinggi sepanjang sejarah Indonesia, melampaui era Presiden kedua RI Soeharto.
"Alhamdulillah, Desember 31 tahun 2025, waktu 24.00 bisa kita dengan resmi mengatakan di tahun 2025, Republik Indonesia swasembada beras dan saya juga cukup merasa besar hati, bangga bahwa hari ini cadangan beras kita di gudang-gudang pemerintah Indonesia adalah yang tertinggi selama sejarah berdirinya Republik Indonesia pernah di pemerintahan Presiden Soeharto," kata Prabowo dalam taklimat awal tahun bersama anggota kabinet merah putih di Hambalang, Jawa Barat, Selasa (6/1).
Target Awal 4 Tahun
Dia awalnya menargetkan Indonesia mencapai swasembada beras dalam kurun 4 tahun, namun ternyata bisa teralisasi dalam waktu 1 tahun pemerintahannya. Bahkan, kata Prabowo, cadangan beras nasional saat ini mencapai 3 juta ton.
"Kita di puncaknya pernah punya cadangan beras di gudang pemerintah 2 juta ton, hari ini cadangan beras kita di gudang pemerintah lebih dari 3 juta ton tertinggi sepanjang sejarah Republik Indonesia," jelasnya.
Menurut dia, capaian tersebut merupakan kerja keras semua pihak. Prabowo menekankan pentingnya swasembada beras di tengah konflik dan perang di berbagai negara sehingga Indonesia memiliki sumber pangan sendiri.
"Kalau kita tidak swasembada beras, di tengah konflik dimana-mana, di tengah perang dimana-mana sumber impor beras kita tadinya adalah Thailand, dan Kamboja, dan Vietnam sekarang Thailand sama Komboja perang terus setelah perang, negosiasi, senjata-senjata, damai, meletus lagi" tuturnya.
Tak Bergantung Pada Negara Lain
Dengan tercapainya swasembada beras, Indonesia tidak perlu bergantung dengan negara lain. Setelah beras, Prabowo juga mendorong Indonesia mencapai swasembada energi.
"Dalam keadaan seperti itu, bayangkan amankah kita tergantung impor dari negara yang konflik salah satu sumber makanan kita juga dari India, India perang sama Pakistan saudara-saudara," ujar dia.
"Kita juga pernah mengalami covid, semua negara pengekspor makanan menutup kita tidak bisa import walaupun kita punya uang dan import berarti devisa kita keluar. Jadi saudara-saudara, pangan dan energi harus kita mandiri, harus kita mandiri," sambung Prabowo.