Prabowo Hadiri Panen Raya dan Swasembada Beras di Karawang, Cadangan di Bulog Ada pada Level Tertinggi Dalam Sejarah
Presiden Prabowo juga mendorong agar swasembada dalam komoditas lain seperti jagung, bawang, ikan, dan telur dapat segera terwujud.
Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menghadiri acara panen raya di Karawang, Jawa Barat, Rabu, 7 Januari 2026. Acara ini menjadi penegasan bahwa Indonesia berhasil mencapai swasembada beras dalam satu tahun masa pemerintahan Prabowo.
"Agendanya sebenarnya adalah (Rabu) besok itu semacam apa ya, penegasan bahwa kita telah berhasil dalam satu tahun ini mencapai swasembada beras," ungkap Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di Hambalang, Jawa Barat, pada Selasa, 6 Januari 2026.
Prasetyo menambahkan bahwa keberhasilan dalam swasembada beras telah membuat Indonesia tidak lagi bergantung pada impor beras. Ia juga menyatakan bahwa cadangan beras nasional saat ini berada pada level tertinggi dalam sejarah Indonesia.
"Harapan kita itu bisa kita pertahankan, bisa kita tingkatkan. Kita tidak boleh puas meskipun ini adalah pertama kalinya terbesar dalam sejarah kita memiliki cadangan beras di Bulog di tangan pemerintah," jelasnya.
Lebih lanjut, Prasetyo menyampaikan bahwa Presiden Prabowo mendorong agar swasembada juga dapat dicapai pada komoditas lainnya, seperti jagung, bawang, ikan, dan telur. Untuk itu, Prabowo meminta Menteri Kelautan dan Perikanan untuk mempercepat pembangunan kampung nelayan serta memproduksi sekitar 1.582 kapal tangkap ikan.
"Kemudian juga Bapak Presiden memberikan penekanan untuk sesegera mungkin kita mengembangkan apa namanya budidaya ikan darat yang ini diharapkan nanti offtaker-nya dari BGN (Badan Gizi Nasional) juga," tambah Prasetyo.
Prasetyo juga menjelaskan pentingnya swasembada untuk memastikan Indonesia dapat mencukupi kebutuhan pangan dan karbohidrat secara mandiri. Ia memberikan contoh bahwa kebutuhan telur untuk program makan bergizi gratis (MBG) mencapai 82 juta butir per hari, yang diperuntukkan bagi 82 juta penerima manfaat.
"Kalau satu hari saja menunya adalah telur maka dibutuhkan 82 juta butir telur satu hari gitu. Tadi kalau per hari ini kurang lebih ayam yang dibutuhkan hampir mencapai 800-900.000 juta kalau tidak salah, 800 juta ekor ayam yang kita butuhkan untuk memenuhi semua protein. Itu hanya dari kebutuhan MBG," tutup Prasetyo.
Prabowo Bangga Pencapaian Indonesia Dalam Swasembada Beras
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan kebahagiaannya atas pencapaian Indonesia yang resmi menjadi swasembada beras pada 31 Desember 2025. Ia menyatakan bahwa cadangan beras yang ada di gudang-gudang pemerintah saat ini merupakan yang tertinggi dalam sejarah Indonesia, melebihi masa kepemimpinan Presiden kedua RI, Soeharto.
"Alhamdulillah, Desember 31 tahun 2025, waktu 24.00 bisa kita dengan resmi mengatakan di tahun 2025, Republik Indonesia swasembada beras dan saya juga cukup merasa besar hati, bangga bahwa hari ini cadangan beras kita di gudang-gudang pemerintah Indonesia adalah yang tertinggi selama sejarah berdirinya Republik Indonesia pernah di pemerintahan Presiden Soeharto," tutur Prabowo dalam taklimat awal tahun bersama anggota kabinet merah putih di Hambalang, Jawa Barat, Selasa (6/1/2026).
Awalnya, Prabowo menargetkan swasembada beras dalam waktu empat tahun, namun pencapaian tersebut berhasil diraih hanya dalam satu tahun masa pemerintahannya. Ia juga menyebutkan bahwa cadangan beras nasional saat ini telah mencapai 3 juta ton.
"Kita di puncaknya pernah punya cadangan beras di gudang pemerintah 2 juta ton, hari ini cadangan beras kita di gudang pemerintah lebih dari 3 juta ton tertinggi sepanjang sejarah Republik Indonesia," jelasnya.
Menurut Prabowo, pencapaian ini merupakan hasil kerja keras semua pihak yang terlibat, dan ia menekankan pentingnya swasembada beras di tengah berbagai konflik dan perang yang terjadi di negara lain, sehingga Indonesia dapat memiliki sumber pangan sendiri.
"Kalau kita tidak swasembada beras, di tengah konflik dimana-mana, di tengah perang dimana-mana sumber impor beras kita tadinya adalah Thailand, dan Kamboja, dan Vietnam sekarang Thailand sama Komboja perang terus setelah perang, negosiasi, senjata-senjata, damai, meletus lagi," tuturnya.
Dorong Kemandirian Energi
Dengan tercapainya swasembada beras, Indonesia tidak lagi perlu bergantung pada negara lain. Selain beras, Prabowo juga mengajak Indonesia untuk mencapai swasembada energi.
"Dalam keadaan seperti itu, bayangkan amankah kita tergantung impor dari negara yang konflik salah satu sumber makanan kita juga dari India, India perang sama Pakistan saudara-saudara," ujarnya.
"Kita juga pernah mengalami covid, semua negara pengekspor makanan menutup kita tidak bisa import walaupun kita punya uang dan import berarti devisa kita keluar. Jadi saudara-saudara, pangan dan energi harus kita mandiri, harus kita mandiri," sambung Prabowo.