Prajurit Satgas Yonif 521 Siapkan Lahan Pertanian untuk Warga Kobagma, Dukung Ketahanan Pangan Papua Pegunungan
Prajurit Satgas Yonif 521/DY bergotong royong menyiapkan lahan pertanian bagi warga Kobagma, Papua Pegunungan, sebagai upaya mempererat hubungan dan dorong ketahanan pangan.
Prajurit TNI dari Satuan Tugas (Satgas) Yonif 521/DY baru-baru ini menunjukkan komitmennya dalam mendukung masyarakat di Distrik Kobagma, Kabupaten Mamberamo Tengah. Mereka bergotong royong menyiapkan lahan pertanian yang luas bagi warga setempat. Inisiatif ini bertujuan utama untuk mendorong program ketahanan pangan di wilayah Papua Pegunungan yang menantang.
Kegiatan mulia ini berlangsung di tengah kondisi alam pegunungan yang menantang, melibatkan interaksi langsung antara prajurit dan petani. Dansatgas Yonif 521/DY, Letkol Inf Rahadyan Surya Murdata, menjelaskan bahwa upaya ini juga mempererat hubungan baik antara TNI dan rakyat. Warga Kobagma menyambut positif bantuan yang diberikan oleh para prajurit.
Penyiapan lahan ini mencakup berbagai tahapan, mulai dari pembersihan area tanam hingga pengolahan tanah secara menyeluruh. Selain bantuan tenaga, prajurit juga aktif berdialog santai dengan petani. Mereka bertukar pikiran mengenai teknik bercocok tanam dan perawatan tanaman yang efektif.
Meningkatkan Ketahanan Pangan Lokal
Dansatgas Yonif 521/DY, Letkol Inf Rahadyan Surya Murdata, menegaskan bahwa penyiapan lahan pertanian ini merupakan langkah strategis. Tujuannya adalah agar lahan tersebut dapat ditanami berbagai jenis sayuran yang beragam. Hasil panen diharapkan mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari warga Kobagma. Selain itu, kelebihan hasil panen juga berpotensi untuk dijual ke pasar lokal.
Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada aspek fisik penyiapan lahan. Prajurit juga aktif berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan para petani setempat. Mereka berdiskusi tentang teknik bercocok tanam yang adaptif. Pembahasan juga meliputi pengelolaan lahan yang efisien. Perawatan tanaman di tengah kondisi alam pegunungan menjadi topik penting lainnya.
Letkol Rahadyan menyebutkan bahwa percakapan hangat tersebut menjadi ajang penting. Ini adalah kesempatan untuk saling bertukar pikiran dan berbagi pengalaman berharga. Interaksi ini memperkaya pengetahuan petani dan prajurit. Kolaborasi ini diharapkan membawa dampak positif bagi sektor pertanian.
Kemanunggalan TNI dan Rakyat di Papua Pegunungan
Kehadiran prajurit Satgas Yonif 521/DY di tengah-tengah masyarakat disambut dengan antusiasme tinggi. Para petani merasa sangat terbantu, baik dari segi tenaga maupun pengetahuan baru yang didapatkan. Salah seorang petani, Yulius (55), menyampaikan rasa terima kasihnya. Ia mengapresiasi kepedulian Satgas terhadap kesejahteraan warga.
Yulius menyatakan, "Kami sangat berterima kasih kepada Bapak-bapak TNI yang sudah mau datang ke kebun, membantu kami menyiapkan lahan, dan berbagi ilmu tentang pertanian." Ia menambahkan bahwa warga merasa senang. Mereka bisa belajar hal baru dan semakin bersemangat mengolah lahan. Ini menunjukkan dampak positif langsung dari kegiatan tersebut.
Letkol Rahadyan menegaskan bahwa kegiatan ini adalah wujud nyata kemanunggalan TNI dan rakyat. Terutama di wilayah penugasan Papua Pegunungan. Menurutnya, TNI tidak hanya bertugas menjaga keamanan. Namun, mereka juga hadir di tengah masyarakat untuk berbagi ilmu. Mereka juga membantu apa pun yang bisa dilakukan untuk kemajuan bersama.
"Pertanian adalah kehidupan bagi warga di sini," ujarnya. Oleh karena itu, TNI turut mendukung agar hasilnya semakin baik. TNI berkomitmen untuk selalu aktif terlibat dalam gotong royong. Mereka akan terus membantu masyarakat Papua membuka dan mengolah lahan pertanian. Ini semua dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional.
Sumber: AntaraNews