Prabowo: Makan Bergizi Gratis Dibahas di Luar Negeri, Belum Pernah Ada Program Seperti Kita
Kepala Negara menyebut bahwa program tersebut menjadi bahan pembahasan di berbagai forum internasional karena skalanya yang belum pernah dilakukan negara lain.
Presiden RI Prabowo Subianto menyebut bahwa sejumlah negara di dunia kini menaruh perhatian besar terhadap program-program unggulan Indonesia, khususnya Makan Bergizi Gratis.
Kepala Negara menyebut bahwa program tersebut menjadi bahan pembahasan di berbagai forum internasional karena skalanya yang belum pernah dilakukan negara lain.
"Program Makan Bergizi Gratis dibahas di luar negeri. Belum pernah ada program yang sama seperti kita," ujar Presiden seperti ditulis Antara, Senin (21/7).
Prabowo menjelaskan bahwa hingga Juli 2025, lebih dari 6 juta anak dan ibu hamil telah menerima manfaat langsung dari program tersebut.
Presiden optimistis jumlah penerima manfaat akan melonjak signifikan menjadi lebih dari 20 juta orang pada akhir Agustus, bahkan bisa menembus angka 25 juta penerima.
Hingga akhir pekan ini, jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi mencapai 2.109 unit, meningkat sebanyak 111 unit sejak Senin (14/7).
Total Penerima Manfaat
Badan Gizi Nasional (BGN) juga melaporkan bahwa total penerima manfaat program MBG di waktu yang sama mencapai 6.379.433 orang, tersebar di seluruh daerah.
Selain itu, Presiden Prabowo juga menyoroti keberhasilan pemerintah dalam meningkatkan ketahanan pangan nasional. Dia menyebutkan bahwa untuk kali pertama dalam sejarah, cadangan beras di gudang pemerintah telah mencapai lebih dari 4,2 juta ton.
Di sisi lain, produksi jagung meningkat sebesar 30 persen, sementara produksi beras melonjak hingga 48 persen. Capaian ini, menurut Presiden, menunjukkan bahwa Indonesia berada di jalur yang tepat dalam memperkuat ketahanan pangan dan membangun fondasi kesejahteraan jangka panjang bagi seluruh rakyat.