Perusahaan Energi Asal Italia Temukan Cadangan Gas Besar di Kaltim, Bahlil: Luar Biasa, Ini Giant
Perusahaan Energi Asal Italia, Eni, menemukan cadangan gas jumbo di Blok Ganal Kaltim. Produksi ditargetkan mulai 2028 dengan potensi hingga 3.000 MMSCFD.
Perusahaan energi asal Italia, Eni, mengumumkan penemuan cadangan gas besar dari sumur eksplorasi Geliga-1 di Blok Ganal, lepas pantai Kalimantan Timur.
Potensi sumber daya dari temuan tersebut diperkirakan mencapai sekitar 5 triliun kaki kubik (TCF) gas serta 300 juta barel kondensat.
Blok Ganal dioperasikan oleh Eni dengan kepemilikan 82 persen, sementara 18 persen sisanya dimiliki Sinopec.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Menteri ESDM), Bahlil Lahadalia, menargetkan sumur tersebut dapat mulai berproduksi pada 2028 dengan kapasitas yang terus meningkat.
"Sekarang produksinya kurang lebih sekitar 600 sampai 700. Nanti di 2028 kita akan berkembang di sekitar kurang lebih 2.000 MMSCFD. Di 2030 itu akan kita kembangkan menjadi 3.000 MMSCFD. Jadi ini sesuatu yang luar biasa sekali. Ini giant," ujar Bahlil di Jakarta, Senin (20/4/2026).
Target Produksi dan Potensi Kondensat
Selain gas, pemerintah juga memproyeksikan peningkatan produksi kondensat dari proyek tersebut.
Produksi awal diperkirakan mencapai sekitar 90.000 barel per hari pada 2028 dan meningkat hingga 150.000 barel per hari pada periode 2029–2030.
"Dengan demikian, selain daripada gas, kita juga menemukan nanti di 2028 itu kita sudah mulai produksi kondensat itu kurang lebih sekitar 90.000 barel, dan di 2029-2030 itu bisa nambah lagi menjadi 150.000 barel," ungkap Bahlil.
Peningkatan produksi ini diharapkan dapat mendukung kebutuhan energi domestik serta menekan ketergantungan impor minyak.
Pengembangan Infrastruktur
Sumur Geliga dibor hingga kedalaman sekitar 5.100 meter pada perairan dengan kedalaman sekitar 2.000 meter.
Temuan ini melanjutkan rangkaian keberhasilan eksplorasi Eni di Cekungan Kutai, setelah penemuan Geng North pada 2023 dan sumur Konta-1 pada 2025.
Pengembangan lapangan akan terintegrasi dengan proyek North Hub yang menggunakan fasilitas terapung (Floating Production Storage and Offloading/FPSO) berkapasitas hingga 1 miliar kaki kubik gas per hari serta 90.000 barel kondensat per hari. Infrastruktur yang ada seperti Kilang LNG Bontang juga akan dimanfaatkan.
Selain Geliga, pemerintah juga mengungkap temuan lain dari sumur Gula yang memiliki potensi sekitar 2 TCF gas dan 75 juta barel kondensat. Kombinasi kedua temuan tersebut diperkirakan dapat menambah produksi hingga 1.000 MMSCFD gas dan 80.000 barel kondensat per hari.
Pengembangan lanjutan saat ini masih dalam tahap evaluasi untuk memastikan integrasi dengan fasilitas yang telah tersedia guna mempercepat proses produksi.