Pertamina Prediksi Kenaikan Konsumsi BBM Jatimbalinus 11,9 Persen Selama Libur Lebaran 2026
PT Pertamina Patra Niaga memproyeksikan **kenaikan konsumsi BBM Jatimbalinus** jenis gasoline mencapai 11,9 persen dari rata-rata normal selama libur Lebaran 2026. Peningkatan ini seiring tingginya mobilitas masyarakat di Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tengga
PT Pertamina Patra Niaga memperkirakan adanya kenaikan signifikan pada konsumsi bahan bakar minyak (BBM) jenis gasoline di wilayah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) selama periode libur Lebaran 2026. Kenaikan ini diproyeksikan mencapai sekitar 11,9 persen dari rata-rata konsumsi normal harian yang berada di angka 18.430 Kiloliter (KL) per hari.
Peningkatan konsumsi BBM ini merupakan cerminan langsung dari melonjaknya mobilitas masyarakat yang melakukan perjalanan mudik dan balik Lebaran. Area Manager Communication, Relations & CSR Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menyatakan bahwa Pertamina telah mengantisipasi kondisi ini dengan berbagai persiapan matang di seluruh wilayah operasionalnya.
Antisipasi ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan energi yang optimal dan kenyamanan bagi seluruh masyarakat yang merayakan Lebaran. Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus telah menyusun strategi komprehensif, termasuk pengoptimalan infrastruktur dan layanan tambahan.
Proyeksi Peningkatan Konsumsi Gasoline dan Penurunan Gasoil
Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus memproyeksikan kenaikan konsumsi BBM jenis gasoline secara signifikan selama libur Lebaran 2026. Kenaikan rata-rata 11,9 persen dari normal 18.430 KL/hari ini didorong oleh peningkatan mobilitas masyarakat. Secara lebih rinci, konsumsi gasoline di Jawa Timur diperkirakan naik 14 persen dari rata-rata harian 14.761 KL/hari.
Sementara itu, Bali diproyeksikan mengalami kenaikan 5,5 persen dari 3.129 KL/hari, Nusa Tenggara Barat (NTB) naik 11,9 persen dari 1.671 KL/hari, dan Nusa Tenggara Timur (NTT) naik 3,6 persen dari 1.062 KL/hari. Angka-angka ini menunjukkan pola perjalanan yang intensif di seluruh wilayah Jatimbalinus.
Berbeda dengan gasoline, konsumsi BBM jenis gasoil justru diperkirakan akan mengalami penurunan sekitar 9,8 persen dari konsumsi normal 8.805 KL/hari. Penurunan ini disebabkan oleh berkurangnya aktivitas industri dan transportasi logistik selama periode libur panjang Lebaran. Pertamina memastikan stok BBM tetap optimal untuk semua jenis bahan bakar.
Puncak Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026
PT Patra Niaga Regional Jatimbalinus telah memetakan puncak mobilitas masyarakat selama libur Lebaran 2026 ke dalam empat fase utama. Fase ini mencakup dua puncak arus mudik dan dua puncak arus balik yang telah diantisipasi secara cermat. Puncak arus mudik pertama diprediksi terjadi pada tanggal 14-15 Maret 2026, diikuti oleh puncak kedua pada 18-19 Maret 2026.
Periode ini akan menjadi momen krusial di mana jutaan masyarakat akan bergerak menuju kampung halaman atau destinasi liburan. Untuk arus balik, Pertamina memproyeksikan puncaknya akan terjadi pada 24-25 Maret 2026 dan 28-29 Maret 2026. Pemetaan ini memungkinkan Pertamina untuk mengoptimalkan distribusi dan layanan di titik-titik strategis.
Antisipasi terhadap puncak-puncak ini sangat penting untuk menghindari penumpukan dan memastikan kelancaran perjalanan. Dengan perencanaan yang matang, Pertamina berharap dapat mengurangi potensi kendala yang mungkin timbul akibat lonjakan kendaraan di jalan raya.
Kesiapan Infrastruktur dan Layanan Tambahan Pertamina
Meski terjadi peningkatan konsumsi, Pertamina memastikan ketersediaan stok BBM di seluruh SPBU dalam kondisi optimal. Distribusi yang merata menjadi prioritas utama, termasuk di daerah-daerah rawan atau terpencil yang mungkin sulit dijangkau. Ahad Rahedi menjelaskan bahwa Pertamina mengoptimalkan seluruh infrastruktur yang dimiliki.
Infrastruktur tersebut meliputi 1.482 SPBU dan 900 Pertashop yang tersebar di seluruh Jatimbalinus. Selain itu, Pertamina juga menghadirkan berbagai layanan tambahan untuk mendukung kenyamanan masyarakat selama periode Satuan Tugas (Satgas) Ramadan dan Idul Fitri (RAFI) yang berlangsung dari 9 Maret hingga 1 April 2026.
Layanan tambahan ini mencakup 644 SPBU Siaga 24 jam untuk memenuhi kebutuhan energi kapan pun. Tersedia pula sembilan titik layanan BBM dan Kiosk Pertamina Siaga, serta 36 unit Motorist/PDS yang mobile untuk menjangkau pemukiman hingga jalur wisata. Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus juga menyiapkan 17 unit mobil tangki stand by sebagai kantong suplai di jalur padat perjalanan.
Tidak hanya itu, untuk memberikan kenyamanan ekstra, Pertamina menyediakan tiga Serambi MyPertamina di rest area dan pusat keramaian. Fasilitas ini dilengkapi dengan ruang istirahat, nursery, barbershop, mini klinik, hingga area bermain anak. Ahad mengimbau masyarakat untuk mengisi BBM sejak awal sebelum memasuki jalur padat dan memanfaatkan aplikasi MyPertamina untuk informasi titik layanan serta promo terkini. "Kami siap melayani sepenuh hati agar masyarakat dapat menikmati liburan dengan tenang bersama keluarga," ujarnya.
Sumber: AntaraNews