Menakar Fiskal & Moneter
Menakar Fiskal & Moneter Lihat Selengkapnya
Sorot
{{caption}}
Buron Narkoba Lukmanul Hakim Sampai Operasi Plastik Demi Lolos Kejaran Polisi

{{caption}}
Arsenal Juara Premier League 2025/2026, tapi Tidak Dapat Hadiah Uang Tunai

{{caption}}
Prabowo Pidato di DPR Hari Ini, Sampaikan Kerangka Ekonomi Makro dan Kebijakan Fiskal

{{caption}}
Arsenal Kunci Gelar Juara Liga Inggris 2025/26, The Gunners Ciptakan Sejarah

{{caption}}
4 Prajurit TNI Hadapi Sidang Tuntutan Kasus Andrie Yunus Hari Ini

{{caption}}
Prediksi IHSG dan Rekomendasi Saham Hari Ini 20 Mei 2026

Topik Terkait
{{caption}}
Neraca Perdagangan Surplus 71 Bulan Berturut-turut, Januari-Maret 2026 Tembus Rp96 Triliun

Dengan demikian, neraca perdagangan Indonesia telah mengalami surplus selama 71 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.

{{caption}}
Neraca Perdagangan Indonesia Surpulus 69 Bulan Berturut-turut Hingga Januari 2026

Surplus tersebut ditopang oleh kinerja positif perdagangan komoditas non-migas, sementara perdagangan migas masih mengalami defisit.

BPS
{{caption}}
Pecah Rekor, Indonesia Catatkan Surplus Perdagangan 68 Bulan Berturut-turut

Capaian ini menegaskan konsistensi kinerja perdagangan luar negeri di tengah dinamika ekonomi global yang masih berfluktuasi.

{{caption}}
Indonesia Catat Surplus Dagang USD4,34 Miliar

BPS mencatat neraca perdagangan Indonesia September 2025 surplus USD 4,34 miliar, menandai rekor 65 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.

BPS
{{caption}}
Nilai Impor Indonesia Agustus 2025 Anjlok 6,56 Persen, Ternyata Ini Penyebabnya

Pada Agustus 2025, terjadi penurunan impor untuk golongan penggunaan barang konsumsi dan bahan barang baku penolong secara tahunan.

{{caption}}
64 Bulan Berturut-turut, Neraca Perdagangan RI Surplus USD 5,49 Miliar di Agustus 2025

Surplus pada Agustus 2025 ditopang surplus pada komoditas non-migas sebesar USD 7,15 miliar.

BPS
{{caption}}
Surplus Neraca Perdagangan Juli 2025 Jadi Faktor Penunjang Ketahanan Ekonomi, Nonmigas Jadi Pendorong Utama

Surplus neraca perdagangan yang lebih besar terutama berasal dari peningkatan surplus pada neraca perdagangan nonmigas.

{{caption}}
63 Bulan Berturut-turut, Neraca Perdagangan RI Kembali Surplus USD 4,17 Miliar Pada Juli 2025

Surplus neraca perdagangan pada Juli 2025 ini ditopang oleh surplus komoditas non-migas yakni sebesar USD 5,75 miliar.

{{caption}}
Indonesia Catat Surplus Neraca Perdagangan USD3,45 Miliar pada Januari 2025

Neraca perdagangan Indonesia telah mencatatkan surplus selama 57 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.

{{caption}}
BPS: Neraca Perdagangan Indonesia Surplus 55 Bulan Berturut-Turut

Neracar perdagangan Indonesia pada bulan November 2024 tembus USD4,47 miliar atau sekitar Rp64 triliun.

{{caption}}
Neraca Dagang Oktober 2024 Surplus USD2,48 Miliar, Catatkan Surplus 54 Bulan Berturut-turut

Neraca perdagangan Indonesia pada Oktober 2024 membukukan surplus sebesar USD 2,48 miliar.

{{caption}}
Neraca Perdagangan Indonesia Surplus 52 Bulan Berturut-turut

Surplus neraca perdagangan bulan Agustus 2024 lebih tinggi dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

{{caption}}
IPC TPK Catat Pertumbuhan Positif Awal Triwulan II 2026, Lampaui Target

IPC TPK mencatat pertumbuhan positif awal Triwulan II 2026, realisasi throughput mencapai 1,15 juta TEUs hingga April, naik 6,7 persen. Simak bagaimana IPC TPK capai ini di tengah tantangan global.

{{caption}}
Tren Transportasi Publik di Indonesia: Jakarta Melonjak, Daerah Lain Terkendala Infrastruktur

Angka pengguna transportasi publik di Jakarta mencetak rekor tertinggi, didominasi Gen Z dan Milenial. Namun, tren transportasi publik secara nasional masih menghadapi tantangan infrastruktur yang signifikan di luar ibu kota.

{{caption}}
BNPP Perbarui Indeks Pengelolaan Kawasan Perbatasan Maritim 2026, Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) memperbarui metodologi Indeks Pengelolaan Kawasan Perbatasan Maritim (IPKP) 2026 untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi di wilayah perbatasan, menarik perhatian pada potensi pembangunan berkelanjutan.

{{caption}}
BPS Ungkap Dominasi Gen Z Sulawesi Tengah, Potensi Besar Bonus Demografi

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis hasil Survei Penduduk Antar Sensus (Supas) 2025 yang menunjukkan Dominasi Gen Z Sulawesi Tengah, menandakan potensi besar bagi pembangunan daerah.

{{caption}}
Belanja Pemerintah Triwulan I Dorong Jumlah Uang Beredar, Ekonom Ingatkan Hati-hati

Peningkatan belanja pemerintah pada triwulan I 2026 disebut ekonom Josua Pardede turut mendorong jumlah uang beredar, namun efeknya perlu dicermati agar pertumbuhan ekonomi berkualitas.

{{caption}}
Data BPS Dipertanyakan, Misbakhun Tegaskan Tak Ada Manipulasi Data Pertumbuhan Ekonomi

Misbakhun, menyebut ada sejumlah analis ekonomi meragukan angka ekonomi Indonesia yang tumbuh mencapai 5,61 persen pada kuartal I tahun 2026.

{{caption}}
Permintaan Material Konstruksi Meningkat, Produsen Genteng Beton Solo Perluas Pasar Jawa Tengah

Kondisi ini turut mendorong pelaku industri lokal memperkuat kapasitas produksi dan menjaga konsistensi mutu agar tetap kompetitif.

{{caption}}
Penurunan Sektor Listrik Dinilai Tak Otomatis Lemahkan Industri

Faktor kedua berasal dari tekanan eksternal berupa turbulensi geopolitik di Timur Tengah yang sempat mengganggu distribusi komoditas gas.

{{caption}}
Industri Manufaktur Jadi Tulang Punggung Pertumbuhan Ekonomi RI di Triwulan I 2026

industri pengolahan kembali menjadi sektor dengan kontribusi terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), yakni sebesar 19,07 persen.

{{caption}}
Data BPS: Pengangguran Indonesia Tembus 7,24 Juta Orang, Turun 35 Ribu Orang Dibandingkan Tahun 2025

Tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Indonesia sebanyak 7,24 juta orang per Februari 2026. Jumlah ini turun sekitar 35 ribu orang dibandingkan Februari 2025.

{{caption}}
Mendagri Ajak APEKSI Optimalkan Peran Forkopimda Atasi Persoalan Daerah

Mendagri mengungkapkan bahwa dinamika global saat ini berdampak langsung terhadap masyarakat, khususnya di sektor pangan dan energi.

{{caption}}
Waspada Inflasi dan Krisis Global, Mendagri Ajak Kepala Daerah Perkuat Kesiapsiagaan

Mendagri menilai daerah yang memiliki basis produksi pangan yang kuat cenderung lebih tangguh dalam menghadapi tekanan ekonomi.