Merger MORA–MyRepublic Kian Dekat, Sinar Mas Siap Jadi Penguasa Baru
Penggabungan ini turut membawa konsekuensi terhadap struktur kepemilikan saham.
PT Mora Telematika Indonesia Tbk memastikan langkah konsolidasi bisnisnya dengan melanjutkan proses merger bersama Eka Mas Republik yang berada di bawah naungan Sinar Mas. Langkah ini dinilai sebagai strategi besar untuk memperkuat posisi di sektor layanan internet dan infrastruktur digital nasional, sekaligus menjadi tonggak transformasi bagi kedua perusahaan.
Rencana penggabungan tersebut bukan keputusan mendadak. Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Rabu (18/3), rancangan merger telah lebih dulu mengantongi restu dari direksi dan dewan komisaris sejak 16 Desember 2025.
Tahapan berikutnya akan ditentukan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan berlangsung pada 26 Maret 2026. Sementara itu, persetujuan dari Menteri Hukum ditargetkan keluar pada 22 April 2026.
Penggabungan ini turut membawa konsekuensi terhadap struktur kepemilikan saham. Perusahaan menyampaikan bahwa aksi korporasi ini akan memicu dilusi bagi pemegang saham lama Mora Telematika Indonesia Tbk.
"Penggabungan akan mengakibatkan penurunan persentase kepemilikan saham (dilusi) para pemegang saham PT Mora Telematika Indonesia Tbk dikarenakan adanya peningkatan modal saham perusahaan yang menerima penggabungan," tulis Manajemen MORA.
Dalam laporan yang disampaikan ke BEI disebutkan, peningkatan jumlah saham akibat merger akan menurunkan persentase kepemilikan investor eksisting. Besaran dilusi bahkan diperkirakan mencapai 50,50 persen.
"Besarnya penurunan persentase kepemilihan saham (dulusi) untuk pemegang saham PT Mora Telematika Indonesia Tbk sebesar 50,50 persen," tulis Manajemen MORA.
Entitas Baru
Usai penggabungan selesai, perusahaan hasil merger akan beroperasi dengan nama baru, yakni PT Ekamas Mora Republik Tbk. Penamaan ini merefleksikan sinergi antara kekuatan infrastruktur milik MORA dan layanan ritel internet yang dikembangkan MyRepublic.
Dari sisi kepemilikan, Sinar Mas melalui PT Innovate Mas Utama akan mengambil alih posisi sebagai pengendali utama dengan menggenggam 48,36 persen saham.
Struktur baru ini diharapkan mampu mempercepat ekspansi bisnis serta memperkuat daya saing di industri telekomunikasi Indonesia.