Mendag Luncurkan Program Campuspreneur: Mahasiswa Tak Hanya Siap Bekerja, tapi Ciptakan Lapangan Kerja
Program ini juga akan diperkuat melalui berbagai pelatihan, business matching, serta kolaborasi dengan perwakilan perdagangan Indonesia di luar.
Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menjadi tuan rumah peluncuran Program Campuspreneur 'Pengembangan Wirausaha Muda Berorientasi Ekspor' yang diinisiasi oleh Kementerian Perdagangan (Kemendag). Kegiatan ini juga dirangkai dengan penandatanganan berbagai dokumen kerja sama strategis antara Kemendag dengan sejumlah perguruan tinggi di Indonesia.
Acara yang berlangsung pada Kamis (2/4) di Auditorium G.P.H. Haryo Mataram UNS ini dihadiri langsung oleh Menteri Perdagangan Budi Santoso, serta sejumlah rektor dan pimpinan perguruan tinggi, baik secara luring maupun daring.
Rektor UNS, Prof. Dr. Hartono menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan sebagai tuan rumah kegiatan strategis ini. Program Campuspreneur dinilai sebagai langkah visioner dalam memperkuat posisi Indonesia dalam perdagangan global, khususnya melalui pengembangan wirausaha muda berbasis kampus.
"Mahasiswa tidak lagi hanya dipersiapkan sebagai pencari kerja (job seeker), tetapi harus menjadi pencipta lapangan kerja (job creator), bahkan eksportir muda yang mampu membawa produk Indonesia ke pasar dunia," ujarnya.
Hartono menilai, program ini sangat relevan, mengingat sektor ekspor memiliki kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Baik dalam peningkatan devisa, penciptaan lapangan kerja, maupun penguatan daya saing produk dalam negeri.
"Di tengah tantangan global yang semakin kompleks, inovasi dan kolaborasi menjadi kunci utama," ungkapnya.
Pada kesempatan ini juga dilakukan penandatanganan sejumlah dokumen kerja sama. Di antaranya meliputi kesepakatan bersama tentang implementasi Tridharma Perguruan Tinggi di bidang perdagangan, Perjanjian Kerja Sama tentang pengembangan wirausaha muda berorientasi ekspor, serta Letter of Intent dengan sektor ritel modern.
"Kolaborasi ini sejalan dengan arah kebijakan strategis kampus melalui semangat DREAMTEAM, khususnya nilai 'Active' dalam membangun kemitraan produktif dengan pemerintah, industri, dan masyarakat. Melalui konsep Kampus Berdampak, UNS berkomitmen untuk tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa," katanya.
Ke depan, lanjut dia, kerja sama ini diharapkan tidak berhenti pada dokumen formal semata, melainkan dapat diimplementasikan secara nyata, terukur, dan berkelanjutan. "Hasil yang diharapkan antara lain lahirnya startup mahasiswa berorientasi ekspor, produk inovatif berbasis riset yang berdaya saing global, serta ekosistem kewirausahaan kampus yang kuat dan berorientasi internasional," katanya.
Dorong Perguruan Tinggi Lahirkan Wirausaha Muda
Menteri Perdagangan Budi Santoso menyampaikan, kolaborasi dengan perguruan tinggi akan mendorong lahirnya wirausaha muda dari kalangan mahasiswa. Harapannya, setelah lulus kuliah, para mahasiswa tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja melalui usaha yang mereka bangun sendiri, baik sebagai eksportir maupun pelaku usaha di dalam negeri.
"Saat ini, kita melihat bahwa banyak mahasiswa yang sudah mulai merintis usaha. Hal ini patut disyukuri karena menunjukkan bahwa generasi muda kita memiliki potensi dan bakat yang luar biasa di bidang bisnis. Ke depan, potensi ini akan terus kita kembangkan, termasuk dengan memberikan pendampingan, membuka akses pasar, serta menghubungkan mereka dengan pasar domestik maupun internasional,” kata Budi Santoso.
Dikatakan Budi, program ini juga akan diperkuat melalui berbagai pelatihan, business matching, serta kolaborasi dengan perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri. Di antaranya Atase Perdagangan dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC). Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya mampu berwirausaha, tetapi juga memiliki peluang untuk menembus pasar ekspor.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada UNS dan seluruh perguruan tinggi yang telah bergabung dalam program Campuspreneur ini. Kami berharap, melalui program ini, mahasiswa dapat semakin terdorong untuk menjadi pelaku usaha yang tangguh dan berdaya saing," terangnya.
Rasio Kewirausahaan Indonesia
Sebagai informasi, rasio kewirausahaan Indonesia saat ini masih berada di angka sekitar 3,29 persen. Angka ini masih tertinggal dibandingkan negara lain seperti Malaysia yang telah mencapai sekitar 8 persen, serta negara maju yang berada di kisaran 10–12 persen.
"Oleh karena itu, penguatan kewirausahaan di kalangan mahasiswa menjadi salah satu strategi penting untuk meningkatkan rasio tersebut," katanya lagi.
"Melalui program ini, kami berupaya membantu mahasiswa dalam mengidentifikasi peluang usaha, mengoptimalkan potensi yang sudah ada, serta menghubungkan mereka dengan berbagai peluang pasar. Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan kontribusi kewirausahaan nasional dapat terus meningkat secara signifikan," tutup Budi.