Kemenkeu dan Bea Cukai Pangkalpinang Sukses Gelar Babel Youthpreneur 2025, Dorong Wirausaha Muda Berdaya Saing

Kolaborasi Kemenkeu Babel dan Bea Cukai Pangkalpinang melalui Babel Youthpreneur 2025 sukses mendorong lahirnya wirausaha muda tangguh untuk ekonomi daerah. Simak dampak positifnya!

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Kemenkeu dan Bea Cukai Pangkalpinang Sukses Gelar Babel Youthpreneur 2025, Dorong Wirausaha Muda Berdaya Saing
Kolaborasi Kemenkeu Babel dan Bea Cukai Pangkalpinang melalui Babel Youthpreneur 2025 sukses mendorong lahirnya wirausaha muda tangguh untuk ekonomi daerah. Simak dampak positifnya! (AntaraNews)

Perwakilan Kementerian Keuangan Kepulauan Bangka Belitung bersama Bea Cukai Pangkalpinang baru-baru ini sukses menyelenggarakan kegiatan Babel Youthpreneur 2025. Acara ini bertujuan untuk membina dan mendorong lahirnya generasi wirausaha muda yang tangguh, inovatif, serta memiliki daya saing tinggi. Inisiatif strategis ini merupakan langkah konkret dalam memperkuat fondasi ekonomi regional.

Kegiatan yang berlangsung di Pangkalpinang ini menjadi wadah penting bagi mahasiswa dan pelaku UMKM untuk mengembangkan ide-ide kreatif. Mereka juga berkesempatan mengasah kemampuan bisnis dan membangun jaringan profesional dengan berbagai pihak. Kepala Perwakilan Kemenkeu Babel, Syukriah HG, menyatakan optimisme terhadap dampak positif acara ini.

Syukriah HG berharap Babel Youthpreneur 2025 dapat melahirkan banyak wirausaha muda yang siap berkontribusi. Hal ini diharapkan dapat memperkuat perekonomian daerah serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama keberhasilan program ini.

Membangun Ekosistem Entrepreneur Muda di Bangka Belitung

Kegiatan Babel Youthpreneur 2025 mengusung tema "Membangun Ekosistem Entrepreneur Muda sebagai Penggerak Ekonomi Daerah". Tema ini sangat relevan dengan kebutuhan peningkatan jumlah wirausaha di Indonesia. Acara ini diikuti oleh mahasiswa dari lima perguruan tinggi terkemuka di Kepulauan Bangka Belitung.

Perguruan tinggi tersebut antara lain Universitas Bangka Belitung, Universitas Muhammadiyah, IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung, Universitas Pertiba, dan Universitas Anak Bangsa. Selain itu, sejumlah pelaku UMKM lokal juga turut berpartisipasi aktif dalam sesi-sesi yang diselenggarakan. Kehadiran berbagai pihak ini menciptakan suasana kolaboratif yang dinamis.

"Alhamdulillah, kegiatan ini sukses dan diharapkan dapat menjadi wadah strategis bagi mahasiswa untuk menumbuhkan ide-ide kreatif, mengasah kemampuan bisnis, serta membangun jejaring dengan para pelaku usaha dan instansi pemerintah," ujar Syukriah HG. Pernyataan ini menegaskan komitmen Kemenkeu dalam mendukung pengembangan potensi generasi muda.

Inisiatif seperti Babel Youthpreneur 2025 sangat krusial untuk mencetak bibit-bibit unggul wirausaha. Program ini tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga memfasilitasi koneksi yang berharga bagi para peserta. Tujuannya adalah agar mereka siap menghadapi tantangan dunia usaha.

Urgensi Peningkatan Rasio Kewirausahaan dan Peran Bea Cukai

Syukriah HG juga menyoroti pentingnya peningkatan rasio kewirausahaan di Indonesia yang saat ini masih berada di kisaran 3,5 persen dari total angkatan kerja. Angka ini masih di bawah target ideal untuk menjadi negara maju. Untuk mencapai status negara maju, rasio kewirausahaan idealnya minimal 4 persen dari total penduduk.

Penguatan peran generasi muda di Bangka Belitung menjadi fokus utama dalam upaya mencapai target tersebut. Melalui program seperti Babel Youthpreneur 2025, diharapkan akan ada lonjakan signifikan dalam jumlah wirausaha. Hal ini akan berdampak positif pada penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi.

Kepala Kantor Bea Cukai Pangkalpinang, Junanto Kurniawan, turut memaparkan materi mengenai sinergi Kementerian Keuangan dalam pemberdayaan UMKM. Ia juga menjelaskan peran strategis Bea Cukai dalam mendorong ekspor produk lokal melalui fasilitas klinik ekspor. Fasilitas klinik ekspor menjadi salah satu layanan unggulan yang ditawarkan.

"Kegiatan ini tentunya menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi antara universitas dan pemerintah dapat menggerakkan ekonomi daerah secara lebih efektif," kata Junanto Kurniawan. Sinergi ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendukung UMKM dan meningkatkan daya saing produk lokal di pasar global.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi