Legislator Jabar Soroti Infrastruktur Indramayu: PR Bersama Pemerintah Daerah
Wakil Ketua DPRD Jabar Ono Surono menyoroti persoalan infrastruktur Indramayu, mulai dari jalan desa hingga irigasi, yang masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah daerah dan perlu perjuangan bersama.
Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Ono Surono, menyoroti serius kondisi infrastruktur di Kabupaten Indramayu. Persoalan ini disebutnya sebagai pekerjaan rumah (PR) yang harus ditangani bersama pemerintah daerah.
Pernyataan tersebut disampaikan Ono saat melaksanakan kegiatan Reses II Tahun Sidang 2025/2026. Banyak warga menyampaikan aspirasi terkait kondisi jalan desa, saluran irigasi, serta persoalan jalan nasional yang hingga kini belum tuntas.
Ono menegaskan bahwa berbagai masalah infrastruktur Indramayu ini membutuhkan solusi konkret. Ia berkomitmen untuk memperjuangkan penyelesaiannya sesuai kewenangannya sebagai anggota legislatif dari daerah pemilihan Kabupaten Indramayu.
Urgensi Penanganan Jalan Desa di Indramayu
Ono Surono mencontohkan kondisi di Desa Lanjan, Indramayu, yang secara geografis tergolong terpencil. Meskipun lokasinya berdekatan dengan jalur utama pantai utara yang menjadi akses penting kawasan pertanian.
Menurutnya, kedekatan wilayah ini dengan pusat aktivitas ekonomi belum diimbangi kondisi infrastruktur memadai, terutama jalan desa yang masih membutuhkan penanganan serius. Hal ini menjadi perhatian utama dalam pembangunan daerah.
Sebagai legislator, Ono berjanji akan mendorong penyelesaian masalah infrastruktur Indramayu ini sesuai kewenangannya. Ia juga menekankan peran penting Pemerintah Kabupaten Indramayu dalam mengakselerasi pembangunan infrastruktur pedesaan.
Pembangunan infrastruktur pedesaan yang memadai diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Ini krusial untuk menunjang aktivitas ekonomi dan kesejahteraan warga di Indramayu.
Tantangan Saluran Irigasi dan Ancaman Gagal Panen
Selain masalah jalan desa, banyak warga mengeluhkan pula terkait kondisi saluran irigasi yang belum berfungsi optimal. Hal ini menjadi perhatian serius bagi masyarakat pertanian di Indramayu.
Pada musim penghujan, saluran irigasi yang tidak berfungsi baik justru memicu banjir di sejumlah titik. Genangan air ini mengancam lahan persawahan warga, terutama saat curah hujan tinggi.
Akibat genangan tersebut, sejumlah petani terancam mengalami gagal panen sehingga berdampak pada pendapatan mereka. Kondisi ini tentu merugikan sektor pertanian lokal dan ketahanan pangan.
Ono Surono menuturkan akan berkoordinasi dengan BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) terkait saluran, untuk turut serta mencarikan solusi. Tujuannya agar hal ini tidak merugikan masyarakat dan petani dapat beraktivitas normal.
Penyelesaian Ganti Rugi Jalan Nasional yang Tertunda
Persoalan lain yang disoroti adalah masalah ganti rugi pelebaran jalan nasional di wilayah Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu. Kasus ini belum tuntas sejak tahun 2007, menimbulkan ketidakpastian bagi warga.
Masalah ganti rugi yang berlarut-larut ini tentu menimbulkan ketidakpastian bagi masyarakat terdampak. Ono memastikan penyelesaian ganti rugi tersebut akan terus diperjuangkan.
Ia akan melakukan komunikasi intensif dengan pihak terkait guna memperoleh solusi terbaik bagi masyarakat terdampak. Tujuannya adalah agar hak-hak warga terpenuhi secara adil dan transparan.
Penyelesaian ganti rugi ini sangat penting untuk memastikan hak-hak warga terpenuhi. Legislator Jabar tersebut berkomitmen untuk mengawal proses ini hingga tuntas, demi keadilan sosial.
Sumber: AntaraNews