Konflik Iran-Israel Memanas, Shell Wanti-wanti Risiko Blokade Selat Hormuz
Selat Hormuz memiliki peran sangat krusial karena menghubungan Teluk Persia dengan Samudera Hindia.
Perdagangan dunia dihadapkan ancaman hebat imbas konflik Israel-Iran. Salah satu perusahaan minyak dan gas terbesar di dunia, Shell mengungkapkan guncangan besar bisa terjadi manakala Selat Hormuz diblokade.
"Jika jalur Utama itu ditutup, apapun alasannya, dampaknya akan sangat besar terhadap perdagangan global," ujar Kepala Eksekutif Wael Sawan dilansir dari Bloomberg, Kamis (19/6).
Shell, kata Sawan, bahkan sudah memiliki ancang-ancang untuk menghadapi situasi yang lebih buruk dari perkiraan.
Sawan menjelaskan, dalam perdagangan minyak dan gas dunia, Selat Hormuz memiliki peran sangat krusial karena menghubungan Teluk Persia dengan Samudera hindia. Dahulu, Iran telah menargetkan kapal-kapal yang melintasi chokepoint, dan mengancam akan memblokir jalur air tersebut. Dalam beberapa terakhir, sinyal kapal mengalami gangguan Ketika melintasi jalur tersebut.
"Yang menjadi tantangan utama saat ini adalah gangguan yang terjadi," kata Sawan, mengacu pada gangguan sinyal navigasi di dalam dan sekitar Teluk Persia. Shell "sangat berhati-hati" dalam pengiriman di Timur Tengah karena konflik tersebut, katanya.
Dalam beberapa hari terakhir, Qatar juga meminta kapal tanker untuk menunggu di luar selat sampai siap untuk memuat, sementara perusahaan pelayaran Jepang Nippon Yusen KK menginstruksikan kapalnya untuk menjaga jarak aman dari pantai saat berlayar di perairan Iran.