Kisah Kurir Perempuan, Sering Diragukan Hingga Jadi 'Bos' Puluhan Kurir
Awalnya banyak pihak yang meragukan kemampuannya sebagai seorang perempuan menjalani profesi kurir, terutama dalam menghadapi tantangan di jalanan.
Dunia logistik selama ini identik dengan laki-laki, butuh tenaga serta mobilitas tinggi. Oleh karena itu peran kurir perempuan kerap kali dipandang sebelah mata. Namun, stigma ini tak menghalangi langkah para perempuan tangguh yang memilih menekuni profesi ini. Salah satunya Putri Yanti (31) kurir paket yang bekerja di Lion Parcel.
Putri memulai pekerjaannya sebagai kurir pada tahun 2020 lalu. Awalnya banyak pihak yang meragukan kemampuannya sebagai seorang perempuan menjalani profesi kurir, terutama dalam menghadapi tantangan di jalanan. Namun dengan ketangguhan dan semangat pantang menyerah serta dukungan dari tim, Putri mampu menjalankan tugasnya dengan baik.
"Banyak yang bilang pekerjaan ini cocoknya hanya untuk laki-laki. Tapi bagi saya baik perempuan maupun laki-laki, kita bisa melakukan apa saja selama kita mau berusaha dan menjalaninya dengan penuh semangat,” ujar Putri dikutip di Jakarta, Sabtu (8/3).
Putri juga merasakan bahwa stigma pekerjaan kurir yang identik dengan laki-laki masih melekat di masyarakat. Hal ini terlihat dari ekspresi terkejut beberapa pelanggan ketika menyadari bahwa kurir yang mengantarkan paketnya adalah perempuan. Tidak jarang, dia juga mendapatkan pertanyaan terkait keyakinannya memilih profesi ini.
Namun, Putri tak menganggap respons seperti ini sebagai bentuk diskriminatif dari masyarakat. Dia tetap memilih pekerjaannya sebagai kurir dan menjalaninya dengan penuh semangat. Sebagai ibu tunggal bagi satu anaknya, Putri selalu memegang teguh prinsip kerja keras, kesabaran, dan penuh syukur.
Diangkat Menjadi Kapten
Berkat kerja keras dan kegigihannya, Putri kini diangkat menjadi Kapten, yaitu leader bagi para kurir Lion Parcel di area pengiriman tertentu. Biasanya, Kapten mengelola 10-20 kurir di area tertentu dan bertanggung jawab untuk mengkoordinasikan tim kurir serta memastikan mereka mendapat informasi terbaru terkait perusahaan seperti kebijakan atau sistem operasional.
Peran ini membuktikan bahwa perempuan juga mampu menjadi pemimpin di industri logistik yang masih erat dengan stigma laki-laki.
"Menjadi kapten adalah tantangan baru bagi saya. Tapi saya percaya bahwa kepemimpinan tidak ditentukan berdasarkan gender, melainkan kemampuan, kerja keras, dan kemauan untuk belajar. Rekan-rekan kurir di satu area dan tim Lion Parcel juga sangat supportif. Budaya di Lion Parcel yang positif juga sangat mendukung saya untuk terus bertumbuh," papar Putri.
Chief Operating Officer Lion Parcel, Mohammad Fadli mengatakan Hari Perempuan Internasional menjadi momen penting bagi Lion Parcel untuk mengingat kontribusi besar perempuan di industri logistik. Di balik perkembangan perusahaan yang masif, banyak figur perempuan yang turut berkontribusi, termasuk para kurir seperti Putri yang bekerja keras memastikan setiap paket sampai dengan aman dan tepat waktu kepada pelanggan.
"Kita berkomitmen untuk terus menciptakan lingkungan kerja yang inklusif, terbuka dan mendukung siapa pun baik perempuan maupun laki-laki yang mau berkembang. Kami percaya setiap individu memiliki potensi dan berhak mendapatkan kesempatan yang sama. Di Lion Parcel sendiri, jumlah karyawan perempuan mencapai 20% dan banyak di antaranya menempati posisi strategis dalam management," jelas Fadli.
Untuk mendukung perkembangan para kurir seperti Putri, Lion Parcel memberikan edukasi secara berkelanjutan melalui dedicated team yang secara khusus bertanggung jawab terkait kurir.
Terbaru, Lion Parcel meluncurkan atribut baru berupa jaket dan helm untuk para kurir sebagai upaya memberikan keamanan, kenyamanan, serta meningkatkan produktivitas para kurir.