Kementerian UMKM Perkuat Keberpihakan pada Pengusaha Lokal, Inabuyer B2B2G Expo 2026 Jadi Ajang Strategis
Pemerintah melalui Kementerian UMKM tegaskan komitmennya perkuat pengusaha lokal. Inabuyer B2B2G Expo 2026 hadir sebagai platform strategis untuk perluas jangkauan pasar dan daya saing mereka.
Pemerintah Indonesia menunjukkan komitmen kuat untuk memperkuat keberpihakan terhadap pengusaha lokal melalui berbagai kebijakan strategis. Langkah ini bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan. Upaya ini diwujudkan dengan fokus pada peningkatan penggunaan produk dalam negeri serta optimalisasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (Wamen UMKM), Helvi Moraza, menegaskan bahwa pemerintah secara konsisten berupaya memperkuat pengusaha lokal. Komitmen ini tidak hanya sebatas retorika, tetapi juga diimplementasikan melalui kebijakan konkret seperti kampanye Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) dan pembatasan produk impor.
Sebagai bagian dari komitmen tersebut, Kementerian UMKM akan menyelenggarakan Inabuyer B2B2G Expo 2026. Acara ini diharapkan menjadi momentum penting untuk membangkitkan pasar produk dalam negeri dan memperkuat kemitraan lintas sektor. Expo ini akan berlangsung pada 5-7 Mei 2026 di Gedung SMESCO Indonesia, Jakarta.
Strategi Pemerintah Perkuat Pengusaha Lokal
Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian UMKM, secara aktif merancang dan mengimplementasikan berbagai kebijakan untuk mendukung pertumbuhan pengusaha lokal. Salah satu pilar utama strategi ini adalah kampanye P3DN, yang mendorong masyarakat dan institusi untuk memprioritaskan produk-produk yang dihasilkan di dalam negeri. Inisiatif ini tidak hanya meningkatkan permintaan domestik tetapi juga menstimulasi kapasitas produksi nasional.
Selain P3DN, optimalisasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) menjadi fokus penting lainnya. Kebijakan ini memastikan bahwa produk yang digunakan di Indonesia memiliki kandungan lokal yang tinggi, sehingga menciptakan efek berganda bagi industri manufaktur dan pemasok bahan baku di dalam negeri. Pembatasan produk impor juga diterapkan secara selektif untuk melindungi pasar domestik dari persaingan yang tidak sehat dan memberikan ruang bagi pengusaha lokal untuk berkembang.
Wamen UMKM Helvi Moraza menekankan bahwa kebijakan-kebijakan ini merupakan bagian integral dari upaya pemerintah untuk menciptakan ekosistem bisnis yang kondusif bagi UMKM. Tujuannya adalah agar pengusaha lokal dapat bersaing secara adil dan berkelanjutan di pasar global. Dukungan ini diharapkan mampu mendorong inovasi dan peningkatan kualitas produk UMKM.
Inabuyer B2B2G Expo 2026: Momentum Kolaborasi dan Akses Pasar
Inabuyer B2B2G Expo 2026 merupakan inisiatif kolaboratif yang strategis untuk mempertemukan pengusaha lokal dengan berbagai pemangku kepentingan. Kementerian UMKM bekerja sama dengan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo), serta SMESCO Indonesia dalam menyelenggarakan acara ini. Expo ini akan berlangsung selama tiga hari, mulai 5 hingga 7 Mei 2026, di Gedung SMESCO Indonesia, Jakarta.
Wamen Helvi Moraza menegaskan bahwa expo ini dirancang untuk memperluas akses pengusaha UMKM ke dalam ekosistem pengadaan barang dan jasa pemerintah. Selain itu, expo ini juga membuka peluang bagi UMKM untuk masuk ke dalam rantai pasok Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan menjalin kemitraan dengan usaha besar. Langkah-langkah ini krusial untuk memperluas jangkauan pasar produk UMKM.
Penyelenggaraan Inabuyer B2B2G Expo 2026 diharapkan dapat meningkatkan kualitas produk UMKM melalui standar yang lebih tinggi dari mitra besar. Hal ini juga akan memperkuat daya saing dan kapasitas usaha UMKM secara keseluruhan. Kolaborasi lintas sektor ini bertujuan untuk memperkuat rantai pasok nasional dan meningkatkan penggunaan produk lokal secara signifikan.
Dampak Positif dan Prospek Inabuyer Expo
Keberhasilan Inabuyer Expo pada tahun sebelumnya menjadi indikator positif bagi penyelenggaraan tahun 2026. Wamen UMKM melaporkan bahwa INABUYER EXPO tahun lalu berhasil mencatatkan potensi kerja sama sebesar Rp2,19 triliun. Angka ini melampaui target awal dan menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 38,68 persen dibandingkan pencapaian tahun 2024.
Total pengunjung pada Inabuyer Expo sebelumnya mencapai 6.298 orang, terdiri dari 1.659 pembeli dari swasta maupun BUMN, 2.787 pemasok, dan 1.852 pengunjung lainnya. Angka-angka ini menunjukkan antusiasme dan potensi besar yang dimiliki oleh platform ini dalam memfasilitasi transaksi dan kemitraan.
Wamen Helvi Moraza menyatakan bahwa program INABUYER B2B2G dinilai sebagai infrastruktur yang sangat baik dan konsisten. Konsistensi dalam penyelenggaraan acara ini membuktikan efektivitasnya dalam mendukung pengusaha lokal dan memajukan perekonomian nasional. Expo ini diharapkan terus menjadi motor penggerak pemerataan ekonomi dan peningkatan daya saing nasional.
Sumber: AntaraNews