Pemprov Sulteng Dorong Kolaborasi HIPKA Sulteng untuk Percepat Ekonomi Daerah
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) mendorong kolaborasi HIPKA Sulteng dengan multipihak demi percepatan ekonomi daerah dan penguatan pengusaha lokal.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) secara aktif mendorong terjalinnya kolaborasi antara Himpunan Pengusaha KAHMI (HIPKA) Sulteng dengan berbagai pihak di daerah. Langkah ini bertujuan untuk menciptakan sinergi yang kuat dalam memajukan perekonomian lokal. Kolaborasi ini diharapkan dapat melahirkan inovasi serta program nyata yang selaras dengan visi "Sulteng Nambaso".
Dorongan kolaborasi ini disampaikan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Sulteng, Rudi Dewanto, dalam acara Pelantikan Badan Pengurus Wilayah Himpunan Pengusaha KAHMI (BPW HIPKA) Sulawesi Tengah periode 2025–2030. Acara penting tersebut diselenggarakan di Palu pada hari Kamis, 30 Januari 2025. Rudi Dewanto menekankan peran strategis HIPKA sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.
Pemprov Sulteng berharap HIPKA dapat menjadi pencipta lapangan kerja baru dan penggerak utama ekonomi masyarakat setempat. Pemerintah daerah juga berkomitmen untuk membuka peluang kolaborasi seluas-luasnya dengan dunia usaha. Tujuannya adalah membangun iklim investasi yang sehat, berkelanjutan, dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan seluruh masyarakat Sulawesi Tengah.
HIPKA sebagai Motor Penggerak Ekonomi Sulawesi Tengah
Rudi Dewanto, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Sulteng, secara tegas meminta HIPKA Sulteng untuk tampil sebagai motor utama pertumbuhan ekonomi daerah. Organisasi ini diharapkan mampu menjadi pencipta lapangan kerja yang signifikan. Selain itu, HIPKA juga diharapkan menjadi penggerak ekonomi masyarakat yang berdaya saing tinggi.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah senantiasa mendorong kolaborasi yang luas dengan seluruh dunia usaha. Langkah ini krusial dalam upaya membangun iklim investasi yang sehat dan berkelanjutan di wilayah tersebut. Kolaborasi ini diharapkan dapat membawa dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Ketua Umum HIPKA Sulteng, Ambo Dalle, mengajak seluruh pengurus dan anggota untuk menjadikan HIPKA sebagai wadah konkret. Wadah ini harus digunakan untuk bergerak dan berkarya nyata dalam membangun Sulawesi Tengah. Ia menekankan pentingnya aksi nyata daripada sekadar diskusi.
Komitmen Penguatan Pengusaha Lokal dan UMKM
Ambo Dalle menegaskan komitmen HIPKA untuk mendorong kebangkitan pengusaha lokal di Sulawesi Tengah. Tujuannya adalah agar pengusaha lokal tidak hanya menjadi penonton. Mereka harus menjadi pelaku aktif di tengah derasnya arus investasi yang masuk ke daerah.
Sulawesi Tengah memiliki potensi besar yang belum sepenuhnya dimanfaatkan untuk menumbuhkan pengusaha-pengusaha baru. Potensi ini terutama berasal dari kalangan alumni dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). HIPKA bertekad untuk memberdayakan segmen ini.
Sekretaris Jenderal BPP HIPKA, Ahmad Muntaha, menyoroti peran vital organisasi dalam menumbuhkan wirausaha baru serta memfasilitasi akses permodalan. Hal ini khususnya penting bagi UMKM yang menjadi basis utama dari sebagian besar anggota HIPKA.
Ahmad Muntaha menjelaskan bahwa piramida bisnis anggota HIPKA sebagian besar berada di level UMKM. Oleh karena itu, peningkatan dan penguatan UMKM menjadi prioritas utama. Ini penting untuk memastikan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan merata di Sulawesi Tengah.
Menghadapi Tantangan Ekonomi Global dengan Kebijakan Nasional
Ahmad Muntaha mengingatkan tentang tantangan ekonomi global yang semakin kompleks. Tantangan ini mencakup risiko stagflasi yang mengancam stabilitas ekonomi. Selain itu, tensi politik internasional juga berdampak signifikan terhadap ekonomi nasional dan daerah.
Meskipun demikian, HIPKA melihat sejumlah kebijakan nasional sebagai fenomena positif yang dapat memberikan dampak langsung. Kebijakan tersebut meliputi stimulus ekonomi yang bertujuan mendorong pertumbuhan. Ada pula upaya ketahanan pangan dan optimalisasi Danantara.
Fenomena positif ini diharapkan dapat memberikan dorongan signifikan bagi daerah, termasuk Sulawesi Tengah. HIPKA meyakini bahwa sinergi antara kebijakan nasional dan inisiatif lokal akan memperkuat daya tahan ekonomi. Ini juga akan membuka peluang baru bagi pengusaha di Sulteng.
Sumber: AntaraNews