KAI Daop 8 Surabaya Catat Lonjakan 43 Ribu Penumpang Jelang Berakhirnya Arus Balik Nataru 2025/2026
Menjelang berakhirnya masa libur Nataru 2025/2026, KAI Daop 8 Surabaya mencatat 43 ribu penumpang, didominasi arus balik, menunjukkan tingginya minat masyarakat pada layanan kereta api.
PT KAI Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya melaporkan lonjakan signifikan jumlah penumpang menjelang berakhirnya masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru 2025/2026). Sebanyak 43.388 orang tercatat memanfaatkan layanan kereta api di wilayah ini pada 3 Januari 2026. Angka ini didominasi oleh penumpang yang tiba di Daop 8 Surabaya, menandakan puncak arus balik.
Manajer Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, menjelaskan bahwa peningkatan ini terjadi seiring masyarakat kembali ke kota asal mereka. Mereka kembali untuk memulai aktivitas rutin seperti bekerja dan sekolah setelah menikmati liburan panjang.
Data sementara hingga Sabtu (3/1) pukul 10.00 WIB menunjukkan 19.878 penumpang berangkat dari Daop 8 Surabaya. Sementara itu, 23.510 penumpang lainnya merupakan kedatangan, dengan proyeksi angka yang masih akan bertambah hingga malam hari.
Peningkatan Arus Balik Penumpang Kereta Api
Peningkatan jumlah penumpang pada masa arus balik Nataru ini menjadi perhatian utama KAI Daop 8 Surabaya. Pergerakan masyarakat menunjukkan tren kembali ke kota-kota besar setelah merayakan liburan. Ini juga mencerminkan kepercayaan publik terhadap moda transportasi kereta api.
Mahendro Trang Bawono menyatakan, "Jumlah pelanggan yang menggunakan layanan kereta api di wilayah Daop 8 Surabaya masih tergolong tinggi dan didominasi penumpang yang datang." Pernyataan ini menegaskan bahwa arus balik menjadi fokus utama operasional saat ini.
Secara kumulatif, periode 18 Desember 2025 hingga 3 Januari 2026, KAI Daop 8 Surabaya telah melayani total 784.044 penumpang. Angka ini terdiri atas 403.999 penumpang berangkat dan 380.045 penumpang datang, menunjukkan skala pergerakan yang masif.
Proyeksi dan Stasiun Tersibuk Selama Nataru
KAI Daop 8 Surabaya memproyeksikan akan melayani total 825.022 penumpang selama masa Angkutan Natal dan Tahun Baru. Periode ini berlangsung dari 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026. Proyeksi ini mencakup 422.355 orang berangkat dan 402.647 pelanggan datang.
Tiga stasiun utama mencatat volume penumpang tertinggi di wilayah KAI Daop 8 Surabaya selama periode Nataru. Stasiun-stasiun tersebut adalah Stasiun Surabaya Gubeng, Stasiun Surabaya Pasar Turi, dan Stasiun Malang. Total pergerakan di ketiga stasiun ini mencapai 627.383 penumpang, mengindikasikan pusat mobilitas utama.
Untuk keberangkatan, Stasiun Surabaya Gubeng melayani 127.544 penumpang, disusul Stasiun Surabaya Pasar Turi dengan 122.444 penumpang, dan Stasiun Malang 76.551 penumpang. Sementara itu, untuk kedatangan, Stasiun Surabaya Gubeng mencatat 119.326 penumpang, Stasiun Surabaya Pasar Turi 113.407 penumpang, dan Stasiun Malang 68.111 penumpang.
Komitmen Pelayanan dan Destinasi Favorit
Tingginya pergerakan penumpang dari ketiga stasiun tersebut menunjukkan bahwa kereta api tetap menjadi pilihan utama masyarakat. Terutama untuk relasi menuju kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Semarang, dan Ketapang. Ini memperkuat posisi kereta api sebagai tulang punggung transportasi antarkota.
KAI Daop 8 Surabaya memastikan ketersediaan tiket kereta api masih cukup menjelang akhir masa libur Nataru. Pihaknya juga mengimbau pelanggan untuk memesan tiket melalui aplikasi Access by KAI guna kemudahan dan kecepatan transaksi.
Mahendro menegaskan, "KAI berkomitmen untuk terus menghadirkan pelayanan terbaik dengan mengedepankan aspek keselamatan, kenyamanan, dan ketepatan waktu." Komitmen ini menjadi jaminan bagi para penumpang yang memilih kereta api untuk perjalanan mereka.
Sumber: AntaraNews