Daop 8 Surabaya Catat 371 Ribu Tiket Kereta Api Lebaran 2026 Terjual, Capai 66 Persen Kapasitas
Penjualan Tiket Kereta Api Lebaran 2026 di Daop 8 Surabaya telah mencapai 66% dari total kapasitas. Simak rincian jumlah penumpang dan antisipasi cuaca ekstrem untuk kelancaran mudik.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya mencatat lonjakan signifikan dalam penjualan tiket Kereta Api Lebaran 2026. Sebanyak 371.598 tiket telah terjual untuk periode Angkutan Lebaran tahun ini. Angka ini menunjukkan antusiasme masyarakat yang tinggi untuk melakukan perjalanan mudik.
Jumlah tiket yang terjual tersebut setara dengan sekitar 66 persen dari total 561.528 kapasitas tempat duduk yang disediakan oleh Daop 8 Surabaya. Penjualan ini terus bergerak naik seiring dengan semakin dekatnya puncak arus mudik Lebaran. Hal ini diungkapkan oleh Manajer Humas PT KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono.
Mahendro menjelaskan bahwa tingkat penjualan tiket Kereta Api Lebaran 2026 diperkirakan akan terus bertambah. Puncak arus mudik Lebaran diprediksi jatuh pada tanggal 18 Maret, dengan estimasi sekitar 26.200 penumpang yang akan berangkat dari wilayah Daop 8 Surabaya.
Detail Penjualan dan Prediksi Puncak Arus Mudik
Hingga saat ini, PT KAI Daop 8 Surabaya telah berhasil menjual 371.598 tiket kereta api untuk periode Angkutan Lebaran 2026. Angka tersebut mencerminkan 66 persen dari keseluruhan kapasitas tempat duduk yang tersedia, yaitu 561.528 kursi. Penjualan ini menunjukkan bahwa masyarakat telah merencanakan perjalanan mudik mereka jauh-jauh hari.
Mahendro Trang Bawono menyatakan bahwa penjualan tiket Kereta Api Lebaran 2026 masih akan terus meningkat. Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 18 Maret, di mana sekitar 26.200 penumpang diprediksi akan memulai perjalanan dari berbagai stasiun di wilayah Daop 8 Surabaya. Persiapan matang telah dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan ini.
Berdasarkan data sementara yang dihimpun pada Sabtu hingga pukul 10.00 WIB, jumlah penumpang kereta api di wilayah Daop 8 Surabaya mencapai sekitar 40.000 orang. Data ini memberikan gambaran awal mengenai kepadatan yang akan terjadi selama periode mudik Lebaran. Pergerakan penumpang sudah mulai terasa di berbagai stasiun.
Rincian lebih lanjut menunjukkan bahwa dari total 40.000 penumpang tersebut, sekitar 20.000 penumpang merupakan keberangkatan. Sementara itu, sekitar 19.500 penumpang lainnya tercatat sebagai kedatangan di seluruh stasiun yang berada di bawah wilayah operasi Daop 8 Surabaya. Angka ini mencerminkan dinamika perjalanan yang tinggi.
Pergerakan Penumpang dan Destinasi Favorit
Stasiun Surabaya Gubeng menjadi salah satu titik fokus dengan pergerakan penumpang yang sangat tinggi dalam beberapa hari terakhir. Stasiun ini mencatat rata-rata sekitar sembilan ribu penumpang setiap harinya. Kepadatan ini menunjukkan peran sentral Stasiun Gubeng dalam mobilitas masyarakat.
Meskipun tidak setinggi hari sebelumnya, pergerakan penumpang di Stasiun Gubeng pada hari Minggu masih berada pada kisaran 7.000 hingga 8.000 penumpang yang berangkat. Angka ini tetap menunjukkan aktivitas yang padat. PT KAI Daop 8 Surabaya terus memantau situasi untuk memastikan kelancaran pelayanan.
Tujuan perjalanan penumpang dari Daop 8 Surabaya masih didominasi oleh kota-kota besar di Pulau Jawa. Destinasi favorit meliputi Yogyakarta, Semarang, dan Bandung. Selain itu, Banyuwangi juga menjadi tujuan yang cukup diminati oleh penumpang yang berangkat dari Surabaya dan Malang, menunjukkan keragaman pilihan rute.
Kesiapsiagaan Operasional Hadapi Cuaca Ekstrem
Di tengah kondisi cuaca yang dinamis, Daop 8 Surabaya memastikan kesiapsiagaan operasional perjalanan kereta api. Langkah-langkah antisipasi telah disiapkan untuk menghadapi potensi gangguan akibat faktor cuaca. Prioritas utama adalah keselamatan dan kenyamanan seluruh penumpang.
PT KAI Daop 8 Surabaya menjalin kerja sama erat dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memantau perkembangan cuaca secara real-time. Informasi terkini dari BMKG menjadi acuan penting dalam pengambilan keputusan operasional. Hal ini dilakukan untuk meminimalkan risiko perjalanan.
Sebagai bagian dari upaya mitigasi, Daop 8 Surabaya juga menyiagakan petugas di sejumlah titik rawan. Area-area yang rentan terhadap longsor, banjir, dan tanah labil menjadi fokus pengawasan selama 24 jam penuh. Kesiapsiagaan ini diharapkan dapat mencegah insiden dan memastikan perjalanan kereta api tetap aman dan lancar.
Sumber: AntaraNews