Daop 8 Surabaya Layani 3 Juta Penumpang Kereta Api, Tumbuh 16 Persen di Triwulan I 2026
PT KAI Daop 8 Surabaya berhasil mencatat lonjakan jumlah penumpang kereta api hingga lebih dari 3 juta orang pada Triwulan I 2026, menunjukkan kepercayaan masyarakat yang terus meningkat pada moda transportasi ini.
PT KAI Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya mencatatkan kinerja impresif dengan melayani sebanyak 3.093.229 pelanggan selama Triwulan I 2026. Angka ini menunjukkan pertumbuhan signifikan sebesar 16 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yang hanya mencapai 2.675.973 penumpang. Pencapaian ini menegaskan posisi kereta api sebagai pilihan utama masyarakat untuk bepergian.
Manajer Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, menyatakan bahwa peningkatan jumlah pelanggan ini adalah bukti nyata kepercayaan publik yang tinggi terhadap moda transportasi kereta api. "Pertumbuhan jumlah pelanggan pada Triwulan I 2026 menjadi indikator bahwa kereta api semakin dipercaya sebagai pilihan utama masyarakat,” kata Mahendro di Surabaya, Jawa Timur, pada Senin.
Dari total pelanggan yang dilayani, sebanyak 1.534.152 orang diberangkatkan dari wilayah Daop 8 Surabaya, sementara 1.559.077 pelanggan merupakan penumpang yang datang atau tiba di stasiun-stasiun setempat. Data ini menunjukkan keseimbangan mobilitas penumpang yang datang dan pergi di area operasional tersebut.
Tren Positif dan Puncak Mobilitas Penumpang Kereta Api
Tren positif jumlah penumpang kereta api di Daop 8 Surabaya terlihat jelas sepanjang awal tahun 2026. Capaian bulanan secara konsisten menunjukkan peningkatan, terutama pada Maret, yang mencerminkan tingginya aktivitas masyarakat di berbagai sektor kehidupan. Hal ini menjadi indikator kuat terhadap dinamika mobilitas regional.
Pada Januari 2026, tercatat 1.013.788 pelanggan menggunakan layanan kereta api. Angka ini sedikit menurun pada Februari menjadi 853.863 pelanggan, namun melonjak drastis pada Maret 2026. Peningkatan ini dipengaruhi oleh berbagai faktor pendorong mobilitas, termasuk momen hari besar keagamaan.
Puncak volume penumpang terbanyak terjadi pada Maret 2026, mencapai 1.225.578 orang, menjadikannya capaian tertinggi selama Triwulan I 2026. Tingginya mobilitas masyarakat, termasuk untuk perjalanan kerja, pendidikan, serta libur akhir pekan panjang dan wisata, menjadi pendorong utama lonjakan ini.
Stasiun Tersibuk dan Upaya Peningkatan Layanan KAI Daop 8 Surabaya
Beberapa stasiun di wilayah Daop 8 Surabaya menjadi titik keberangkatan dan kedatangan penumpang kereta api paling padat. Stasiun Surabaya Gubeng, Surabaya Pasarturi, dan Malang secara konsisten mencatat volume tertinggi, menunjukkan pusat-pusat mobilitas utama di Jawa Timur. Ini mengindikasikan pentingnya peran stasiun-stasiun tersebut dalam konektivitas regional.
Untuk keberangkatan, Stasiun Surabaya Gubeng melayani 459.413 pelanggan, diikuti Stasiun Surabaya Pasarturi dengan 439.489 pelanggan, serta Stasiun Malang dengan 250.771 pelanggan. Sementara itu, untuk kedatangan, Stasiun Surabaya Gubeng juga memimpin dengan 469.844 pelanggan, disusul Stasiun Surabaya Pasarturi 434.911 pelanggan, dan Stasiun Malang 262.633 pelanggan.
Peningkatan kinerja ini tidak terlepas dari berbagai upaya PT KAI dalam meningkatkan kualitas layanan. KAI secara konsisten menempatkan keselamatan sebagai prioritas utama yang diiringi peningkatan kualitas layanan guna menghadirkan pengalaman perjalanan yang aman dan nyaman bagi seluruh penumpang. Komitmen ini menjadi fondasi kepercayaan publik.
Selain itu, pihak KAI Daop 8 Surabaya juga terus melakukan optimalisasi sarana dan prasarana, peningkatan ketepatan waktu, serta penguatan layanan baik di stasiun maupun selama perjalanan. Tingginya mobilitas masyarakat menjadi peluang bagi perusahaan untuk memperkuat peran kereta api sebagai transportasi massal yang efisien dan ramah lingkungan. KAI berkomitmen menjaga kepercayaan pelanggan melalui layanan yang tidak hanya mengedepankan keselamatan dan ketepatan waktu, tetapi juga kenyamanan di setiap perjalanan.
Sumber: AntaraNews